metode dan media Pembelajaran


Metode dan Media Pembelajaran

Metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian umum, metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis

Metodologi berasal dari bahasa Latin Meta dan Hodos meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metodologi adalah ilmu mengenai cara-cara mencapai tujuan.
Ada bebrapa pendapat Pengertian Mengajar :
a. Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah . suatu rangkaian

kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima,

menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu .
b. Tyson dan Caroll (1970) mengemukakan bahwa mengajar ialah . a way

working with students A process of interaction . the teacher does something

to student, the students do something in return. Dari definisi itu tergambar

bahwa mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik

antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan.
c. Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah . suatu aktivitas

mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan

menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar.
d. Tardif (1989) mendefinisikan, mengajar adalah . any action performed by an

individual (the teacher) with the intention of facilitating learning in another

individual (the learner), yang berarti mengajar adalah perbuatan yang dilakukan

seseorang (dalam hal ini pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan

orang lain (dalam hal ini peserta didik) melakukan kegiatan belajar.
e. Biggs (1991), seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga

macam pengertian yaitu :

Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the transmission

of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal ini guru hanya

perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada

siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya siswa bukan

tanggung jawab pengajar.

2. Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient orchestration

of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan mengajar secara

efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan

berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam

tipe belajar serta berbeda bakat , kemampuan dan kebutuhannya.

3. Pengertian kualitatif dimana mengajar diartikan sebagai the facilitation of

learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa

mencari makna dan pemahamannya sendiri.
Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercaqpai.
Dari paparan di aats makan pengertian metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai

1. Prinsip-prinsip Metode Mengajar

Prinsip-prinsip metode Mengajar

Setiap metode mengajar senantiasa bertujuan, artinya pemilihan san

penggunaan sesuatu metode mengajar adalah berdasarkan tujuan yang

hendak dicapai dan digunakan untuk mencapai tujuan itu.

Pemilihan sesuatu metoda mengajar, yang menyediakan kesempatan belajar

bagi murid, harus berdasarkan kepada keadaan murid, pribadi guru dan lingkungan belajar.

Metode mengajar akan dapat dilaksanakan secara lebih efektif apabila

dibantu dengan alat bantu mengajar atau audio visual aids.

di dalam pengajaran tidak ada sesuatu metode mengajar yang dianggap

paling baik atau paling sempurna, metode yang baik apabila berhasil

mencapai tujuan mengajar.

Setiap metode mengajar dapat dinilai, apakah metode itu tepat atau tidak

serasi. Penilaian hasil belajar menetukan pula efisiensi dan efektivitasnya

sesuatu metode mangajar.

Penggunaan metode mengajar hendaknya bervaritas, artinya guru sebaiknya

menggunakan berbagai ragam metode sekaligus, sehingga murid

berkesempatan melakukan berbagai kegiatan belajar atau berbagai proses

belajar, sehingga mengembangkan berbagai aspek pola tingkah laku murid.

2. Jenis-jenis metode pembelajaran

Jenis-jenis metode pembelajaran :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode pembelajaran dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak

didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh guru. Cara menagjar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secra lisan.

2. Metode Tanya Jawab

Metode Tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua arah sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru-siswa. Guru bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.

3. Metode diskusi

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah

bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk

memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai

jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling

mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh

keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun

berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful

Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri

Djamarah, 2000)

Metode diskusi pada dasarnya adalah bertukar informasi, pendapat, dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yangsedang di bahas. Dalam diskusi, setiap orang diharapkan memberikan sumbanagn pikiran, sehingga dapat diperoleh pandangan dari berbagai sudut berkenaan dengan masalah tersebut. Dengan sumbangan dari setiap orang, kelompok diharapkan akan maju dari suatu pemikiran ke pemikiran yang lian, langkah demi langkah, sampai dihasilkannya pemikiran yangengkap mengenai permasalahan atau topik yang dibahas.

4. Metode Demontrasi

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri

siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja

suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui

pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya

(Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan

dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa

yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

5. Metode Eksperimen

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)
Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau

kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata

guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi

(menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-

terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan

dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan

mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus

menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.

Metode demonstrasi, keaktifan lebih banyak pada pihak guru, metode eksperimen langsung melibatkan para sisawa melakukan percobaan untuk mencari jawaban terhadap permasalahan yang diajukan. Eksperimen sering dilakukan dalam pengajaran bidang studi IPA, di mana metode ing dilakukan dalam pengajaran bidang studi IPA, di mana metode in

6. Metode Karyawisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan l

lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan

kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan

utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak

didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan

keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

Melalui metode ini siswa-siswa diajak mengnjungi tempat-tempat etrtentu di luar sekolah. Tempat-tempat yang akan dikunjungi dan hal-hal yang perlu diamati telah direncanakan terlebih dahulu, dan setelah selesai melakukan kunjungan, siswa-siswa diminta untuk membuat/menyampaikan laporan.

7. Metode Problem Solving

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metoda berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mncari data sampai menarik kesimpulan.

8. Metode Kerja Kelompok

Yang dimaksud metode kerja kelompok yaitu saling membantu antara dua orang atau lebih, antara individu dengan kelomkpok dan antara kelompok dengan kelompok lainnya dalam melaksanakan tugas atau menyelesaikan problema yang dihadapi dan atau menggarap berbagai program yang bersifat prospektif guna mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan bersama (Abdul Majid, 2005 : 157)

9. Metode Latihan

Metode ini memanfaatkan siswa yang telah lulus atau berhasil untuk melatih temannya ia bertindak sebagai pelatih, dan pembimbing seorang siswa yang lain.ia dapat menentukan metode pembelajaran yang disukainya untuk melatih temannya tersebut. Setelah teman berhasil atau lulus, kemudian ia bertindak sebagai pelatih bagi seorang teman yang lain (Martinis Yamin, 2004 : 72)

10. Metode praktek

Metode ini dimaksudkan supaya mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, seraya diperagakan, dengan harapan anak didik menjadi jelas sekaligus dapat mempraktekkan materi yang dimaksud (Abdul Majid, 2005 : 153).

11.Metode pemahaman dan penalaran

Metode ini dilakukan dengan membangkitkan akal dan kemampuan berpikir anak didik secara logis. Metode ini adalah metode mendidik dengan membimbing anak ndidik untuk dapat memahami problema yang dihadapi dengan menemukan jalan keluar yang benar dari berbagai macam kesulitan dengan melatih anak didik menggunakan pikirannya dalam mendata dan menginventarisasi masalah, dengan cara memilah- milah, membuang mana yang salah, meluruskan yang begkok, dan mengambil yang benar (Abdul Majid, 2005 : 146).

3. MEDIA PEMBELAJARAN

A. Konsep dan ciri-ciri media

Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media adalah suatu alat/ perantara yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima sehingga dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.

Ciri-ciri umum media, yaitu:

  1. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagi hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera
  2. Media pendidikan mempunyai pengertian non-fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa
  3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio
  1. Media pendidikan memiliki alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun diluar kelas
  2. Media pendidikan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran
  3. Media pendidikan dapat digunakan secara massa (mis: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (mis: film, slide, video, OHP), atau perorangan (mis: modul computer, radio tape/ kaset, video recorder)
  4. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.
  5. Media pengajaran identik artinya dengan pengertian keperagaan, yang artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan yang dapat diamati melalui panca indera kita.
  6. Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang bisa dilihat dan didengar.
  7. Media pengajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam kegiatan belajar-mengajar antara guru dan siswa
  8. Media pengajaran mengandung aspek sebagai alat dan sebagai teknik, yang sangat erat kaitannya dengan metoda mengajar
  9. Media pengajaran merupakan perantara yang digunakan dalam rangka pendidikan.

B. Manfaat media

Manfaat dan Nilai-nilai praktis dari penggunaan media pengajaran didalam proses belajar mengajar, yaitu:

  1. Memperjelas penyajian pesan dan informasi
  2. Meningkatkan dan mengarahkan minat dan perhatian anak
  3. Mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu
  4. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka
  5. Pasar pabrik
  6. Mempercepat gerakan yang terlalu lambat (mis: pertumbuhan tanaman), dan memperlambat gerakan yang terlalu cepat (mis: gerakan kapal, mobil, mesin)
  1. Membangkitkan motivasi belajar siswa
  2. Dapat mengontrol dan mengatur tempo belajar siswa
  3. Memungkinkan siswa berinteraksi dengan lingkungan
  4. Bahan belajar dapat diulang sesuai dengan kebutuhan
  5. Memungkinkan untuk menampilkan objek yang langka seperti peristiwa gerhana matahari
  6. Menampilkan objek yang sulit diamati oleh mata telanjang misalnya mempelajari bakteri dengan menggunakan mikroskop
  1. Meletakkan dasar-dasar befikir secara nyata oleh karenanya dapat mengurangi terjadinya verbalisme
  2. Meningkatkan kegiatan belajar sehingga hasil belajar semakin matap
  3. Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan belajar mandiri secara aktif
  4. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan
  5. Memberikan pengalaman yang tak mudah diperoleh dengan cara lain, serta membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna

C. Macam-macam media

  1. 1. Dilihat dari Jenisnya
    1. Media Auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Misalnya: radio, cassette, phonograph, tape recorder, telepon, piringan audio, pita audio, public address system, dan lab bahasa. Contoh Audio semi gerak, antara lain: rekaman tulisan jauh, audio prints, tulisan jauh.

Media audio berfungsi menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang di sampaikan di tuangkan dalam lambang-lambang auditif verbal, non verbal maupun kombinasinya. Media audio berkaitan erat dengan indera pendengaran.

  1. Media Visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Misalnya: film, foto, cetakan, film kartun, film bisu, ilustrasi, flash card, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai, transparansi, proyektor tak tembus pandang, mikrofis, overhead proyektor, stereo proyektor, mikro proyektor, dan tachitopes, serta grafik, bagan, diagram dan skets, poster, gambar kartun, peta dan globe. Media visual gerak meliputi gambar-gambar proyeksi bergerak separti film bisu dan sebagainya. Media visual dalam kegiatan belajar mengajar berfungsi untuk :
    1. Mengembangkan kemampuan visual
    2. Mengembangkan imajinasi anak
      1. Membantu meningkatkan kemampuan anak terhapa hal-hal yan abstrak, atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas
      2. Mengembangkan kreativitas siswa.
  1. Media Audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.
  • Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam. Misalnya: cetak suara, slow scan TV, time shared TV, TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, dan buku bersuara
  • Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Misalnya: video cassette, film bersuara, pita video, film TV, TV, holografi, video tapes dan gambar bersuara.
  • Audiovisual murni, yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber.
  • Misalnya: film video cassette
  • Audio tidak murni, yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda.
  • Misalnya: film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari tape recorder.
  1. 2. Dilihat dari daya liputannya

Daya liput yang luas tidak terbatas oleh tempat dan ruangan.

Contoh: radio dan televisi

Media yang mepunyai daya liput yang terbatas oleh ruangan dan tempat yang khusus.

Contoh film yang membutuhkan tempat gelap (film, sound slide, film rangkai)

Media untuk pengajaran individual.

Contoh: modul dan pengajaran melalui komputer

  1. 3. Dilihat dari bahan pembuatannya
    1. Media sederhana, yaitu media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit
    2. Media kompleks, yaitu media yang bahan dan alat pembuatnnya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai

4. Media Serbaneka

Ditinjau dari perbedaan karakteristiknya dan karena tidak digolongkan ke dalam media audio, media visual, maupun media audio visual, dibedakan menjadi :

Boards dan Display, antara lain: chalk boards, bulletin boards, felt boards, magnetic boards, electric boards.

Media tiga dimensi, antara lain: realia, specimen, samples, artifacts, model dan mock up, diaroma, exhibits-display, kit dan loan boxes.

Teknik dramatisasi, antara lain: drama bebas, pantomime, bermain peran, demonstrasi, pawai sejarah, pedalangan/ panggung boneka, simulasi.

Sumber belajar pada masyarakat, antara lain : kerja lapangan, field trips, perkemahan.

Belajar terprogram

Komputer

D. Prosedur pemilihan media

Ada dua jenis pendekatan yang dapat digunakan yang dalam pemilihan media pembelajaran:

Pengajar memilih suatu media yang tersedia yang dapat dibeli di pasaran. Pengajar tinggal memilih dan membelinya, lalu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Pengajar tidak perlu mempertimbangkan kesesuaian media dengan paengajaran dan kegunaan media tersebut bagi anak didik sebagai alat bantu belajar.

Pengajar terlebih dahulu menyusun desain pembelajaran secara cermat sesuai dengan tuntutan kurikulum, kemudian baru memikirkan media pembelajaran apa yang dianggap serasi dengan desain itu.

Gagne dan Briggs (1979; 195), langkah-langkah memilih media untuk pengajaran, yaitu:

Merumuskan tujuan pengajaran

Mengklasifikasi tujuan berdasarkan tipe belajar

Memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung

Menentukan tipe atau perangsang untuk tiap peristiwa

Mendaftarkan media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam pengajaran

Mempertimbangkan (nilai kegunaan) media yang dipakai

Menentukan pilihan media yang akan digunakan

Menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut

Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap event

Menuliskan script (naskah) pembicaraan dalam penggunaan media

Kriteria pemilihan media sebagai berikut:

Tujuan

Jika yang diajarkan adalah suatu proses, media gerak seperti video, film atau TV merupakan pilihan sesuai. Jika yang diajarkan suatu keterampilan dalam menggunakan alat tertentu, benda sesungguhnya atau mock-up merupakan pilihan sesuai. Dan jika hanya ingin memperkenalkan faktor atau konsep tertentu media foto, slide atau realia mungkin pilihan tepat.

Karakteristik siswa

Berapa jumlahnya? Dimana lokasinya? Bagaimana gaya belajarnya? dan berbagai karakteristik lain yang mempengaruhi pemilihan media.

Karakteristik media

Dalam pemilihan media perlu mempertimbangkan kelebihan dan keterbatasan masing-masing media. Media foto misalnya kurang sesuai untuk mengajarkan gerakan.

Alokasi waktu

Cukupkah waktu untuk kegiatan perancangan, pengembangan, pengadaan ataupun penyajian?

Ketersdiaan

Tersediakah media yang diperlukan? Tersediakah layanan penjualnya? Adakah tenaga pengelolannya? Adakah aliran listrik atau bateri untuk mengoperasikannya?

Efektivitas

Apakah efektif untuk mencapai tujuan yang ditetapkan? Efektifkah untuk penggunaan jangka waktu lama?

Kompatibelitas

Apakah penggunaan media tersebut tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku? Tersediakah sarana penunjang pengoprasiannya? Praktiskah penggunaannya? Bagaimana daya tahannya?

Biaya

Cukupkah dana yang diperlukan untuk pengadaan, pengelolaan, dan pemeliharaannya? Bagaimana efisiensi dan efektivitas biayanya..

E. Penggunaan dan pengembangan media

Taksonomi Lesin, dkk (1992), prinsip-prinsip penggunaan dan pengembangan media, yaitu:

Media Berbasis Manusia

Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala scotrates. Rancangan yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang dibangun yang harus dipecahakan oleh pelajar.

Langkah-langkah rancangan untuk jenis pengajaran berbasis manusia, yaitu:

a. Merumuskan masalah yang relevan

b.Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memecahkan masalah. Sumber untuk menyajikan pengetahuan adalah buku teks dan ceramah

c. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah

d.Tuntun eksplorasi siswa

e. Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam dengan tahapan tingkat kesulitan

f. Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru untuk dipecahkan

Salah satu faktor penting dalam pengajaran dengan media berbasis manusia adalah rancangan pelajaran yang interaktif.

Langkah-langkah untuk mengembangkan pelajaran interaktif, yaitu:

  1. Mengidentifikasi pokok bahasan pelajaran
  2. Mengembangkan sajian pengajaran yang mencakup semua informasi yang harus dikuasai siswa
  3. Mengamati keseluruhan penyajian dan menyisipkan dialog-dialog interaktif
  4. Menentukan jenis informasi yang diinginkan oleh siswa
  5. Menentukan pesan-pesan apa yang ingin disampaikan dengan kegiatan interaktif
  6. Menetapkan butir-butir diskusi penting

Beberapa pengajaran jenis interaktif, yaitu:

Pengajaran partisipatori, yaitu jenis pengajaran yang dimulai dengan sesi curah pendapat dari seluruh siswa. Guru kemudian mengelompokkan, mengevaluasi, dan membahas hasil curah pendapat itu bersama dengan siswa.

Pengajaran main peran, yaitu dimulai dengan main peran yang diberi tahapan dengan pelaku yang terdiri atas siswa dengan sukarela. Setelah bermain peran, butir-butir informasi penting dibahas dan akhirnya disimpulkan.

Pengajaran kuis tim, yaitu dimulai dengan mengumumkan bahwa akan ada kuis pada akhir pelajaran.

Pengajaran kooperatif, yaitu menciptakan kelompok untuk saling mengajar pengetahuan atau keterampilan khusus.

Debat struktur, yaitu kegiatan yang diikuti dengan pembahasan oleh guru mengenai isu yang diperdebatkan.

Pengajaran 99-detik, yaitu siswa mengorganisasikan secara singkat informasi ke dalam penyajian yang tidak lebih dari 99-detik.

Media berbasis Cetakan

Materi pengajaran yang berbasisi cetakan yang paling dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas.

Enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang teks berbasis cetakan, yaitu:

  1. Konsistensi: meliputi format halaman, cetakan huruf,
  2. ukuran huruf, jarak spasi
  3. Format: meliputi satu kolom untuk paragraf panjang,
  4. dua kolom untuk tulisan pendek
  5. Organisasi: menginformasikan kapada siswa/ pembaca, informasi mudah diperoleh, kotak-kotak digunakan untuk memisahkan teks
  6. Daya tarik: meliputi perkenalan setiap bab
  7. Ukuran huruf: harus sesuai dengan siswa, pesan, dan lingkungannya
  8. Ruang ( spasi ) kosong: sesuaikan spasi antar paragraph

Beberapa petunjuk dalam menyiapkan media teks berbasis interaktif, yaitu:

Sajikan informasi dalam jumlah yang selayaknya dapat dicerna, diproses, dan dikuasai

Pertimbangkan hasil pengamatan dan analisis kebutuhan siswa dan siapkan latihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut

Perimbangan hasil analisis respons siswa

Siapkan kesempatan bagi siswa untuk dapat belajar sesuai kemampuan dan kecepatan mereka

Gunakan beragam jenis latihan dan evaluasi.

Contoh: main peran, studi kasus, berlomba, atau simulasi.

Media berbasis Visual

Contoh media berbasis visual, yaitu:

Gambar representasi: gambar, lukisan, atau foto

Diagram

Peta

Grafik: tabel, grafik, dan chart ( bagan )

Media berbasis Audio-Visual

Media audio visual yaitu media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan (stroryboard/ penulisan naskah) untuk memproduksinya.

Media berbasis Komputer

Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran, yaitu:

  1. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan

menjadwalkan pengajaran

  1. Mengevaluasi siswa (tes)
  2. Mengumpulkan data mengenai siswa
  3. Melakukan analisis statistik mengenai data

pembelajaran

  1. Membuat catatan perkembangan pembelajaran

(kelompok atau perseorangan )

Interaksi dalam lingkungan pengajaran berbasis komputer meliputi tiga unsur, yaitu:

  1. Urutan-urutan instruksional yang dapat disesuaikan
  2. Respons atau pekerjaan siswa
  3. Umpan balik yang dapat disesuaikan

F. Evaluasi media

Tujuan evaluasi media, yaitu:

  1. Menentukan apakah media pengajaran itu efektif
  2. Menentukan apakah media itu dapat diperbaiki atau

ditingkatkan

  1. Menetapkan apakah media itu cost-effective dilihat dari

hasil belajar siswa

  1. Memilih media pengajaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar di depan kelas
  2. Menentukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu
  3. Menilai kemampuan guru menggunakan media pengajaran
  4. Mengetahui apakah media pengajaran itu benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan
  5. Mengetahui sikap siswa terhadap media pengajaran

Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti diskusi kelas atau kelompok interview perorangan, observasi mengenai perilaku siswa, dan evaluasi media yang telah tersedia. Kegagalan mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan tentu saja merupakan indikasi adanya ketidakberesan dalam proses pengajaran khusunya penggunaan media pengajaran.

Walker dan Hess (1984: 204), memberikan kriteria dalam mereview perangakat lunak pengajaran yang berdasarkan kepada kualitas, yaitu:

Kualitas isi dan tujuan

  1. Ketepatan
  2. Kepentingan
  3. Kelengkapan
  4. Keseimbangan
  5. Minat/ perhatian
  6. Keadilan
  7. Kesesuaian dengan situasi siswa

Kualitas intruksional

  1. Memberikan kesempatan belajar
  2. Memberikan bantuan untuk belajar
  3. Kualitas memotivasi
  4. Fleksibilitas instruksionalnya
  5. Hubungan dengan program pengajaran lainnya
  6. Kualitas sosial interaksi intruksionalnya
  7. Kualitas tes dan penilaiannya
  8. Dapat memberi dampak bagi siswa
  9. Dapat membawa dampak bagi guru dan

pengajarannya

Kualitas teknis

  1. Keterbacaan
  2. Mudah digunakan
  3. Kualitas tampilan
  4. Kualitas penanganan jawaban
  5. Kualitas pengelolaan programnya
  6. Kualitas pendokumentasiannya

Sumber : media pendidikan

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s