makalah matematika: “masalah rutin dan non rutin”


BAB I
PENDAHULUAN

A. latarbelakang Masalah
Sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks dan banyak macamnya, maka masalah-masalah itupun muncul dan semakin kompleks. Perkembangan zaman tersebut menuntut kita untuk berkompetensi dan dalam memenuhi segala kebutuhan hidup. Hanya orang-orang yang tangguh, disiplin, dan tekunlah yang dapat bersaing dalam kehidupan yang sedemikian.
Ilmu matematika memberi sumbangan yang cukup besar dalam membentuk manusia unggul, karena salah satu kriteria manusia unggul adalah manusia yang dapat menggunakan nalarnya untuk kemajuan umatnya. Kita yakin bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu membawa manfaat bagi manusia lainnya untuk kehidupan selanjutnya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi sekarang ini, yang merubah dunia semakin canggih dan praktis dalam segala kehidupan adalah sumbangan ilmu matematika.
Dalam menghadapi kehidupan ini kita sering dihadapkan kepada suatu permasalahan, sehingga kita dituntut untuk menyelesaikannya. Untuk itu regenerasi penerus kita harus dapat menyelesaikannya sebagai bekal dalam kehidupan dimasa yang akan datang.
Untuk keterampilan dalam menyelesaikan masalah dibutuhkan berbagai kemampuan yang ada pada diri kita, sebagai hasil dari belajar, yaitu sebagai dari pengetahuan, sikap dan psikomotor. Berbagai pengetahuan dimaksud adalah: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan demikian tidaklah mudah menyelesaikan suatu masalah, karena melibatkan berbagai kemampuan nalar atau berfikir kita dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Tingkat rendah adalah ingatan, pemahaman dan penerapan, sedangkan tingkat tinggi adalah analisis, sintesis, dan evaluasi.
Dalam memahami masalah matematika, biasanya kita bertanya kepada diri kita sendiri dengan sejumlah pertanyaan yang membantu kita untuk dapat menyeleksi informasi yang ada.
B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang diatas, maka yang akan menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: Bagaimana cara menyelesaiakan pememecahan masalah non rutin dan rutin?
C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata Kuliah Pemecahan Masalah Matematika di SD serta wawasan dan ilmu kami tentang pemecahan masalah yang rutin dan non rutin.
D. Metode dan Prosedur
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengn mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.
E. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara umum yaitu :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Metode
E. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. pengertian masalah rutin
B. Pengertian masalah non rutin
C. Hasil observasi yang dilaksanakan di SD tentang masalah rutin dan nonrutin.
D. Pengartian Evaluasi
BABA III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Masalah Rutin
Masalah dalam matematika sering disebut juga soal-soal yang harus di jawab dan dipecahkan oleh siswa, dalam permasalahan matematika beberapa bentuk diantaranya soal rutin dengan soal non rutin.
Disini permasalahan rutin yaitu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika dalam kurikulum permasalahan tersebut mudah dipelajari dan di pecahkan oleh siswa karena permasalajhan sering munculdan mudah sehingga hanya dalam hafalan saja sudah bisa menjawab.
Terdapat kelebihan dan kelemahan dalam permasalahan, kelebihan diantaranya yaitu: 1) siswa dengan mudah mengerjakan soal karena sudah tersimpan dalam ingatan kognitif siswa, 2) siswa tidak measa kesulitan dalam menjawab permasalahan karena sering sekali muncul dalam pembelajaran, 3) dalam menyelesaian soal siswa tidak memerlukan proses yang panjang.
Sedangkan adapun kelemahan yang akan di dapai yaiu diantaranya: 1) siswahanya bisa menjawab soal tebakkan karena sudah terbiasa tdak menggunakan penalaran, 2) nalar berrfikir siswa terbatas sulit untuk bisa berkembang, 3) kematangan memecahkan masalah masih kompleks.

B. Pengertian masalah non rutin
Disamping permasalahan rutin yang sering dimunculkan dalam pemecahan masalah matematika, ada juga permasalahan non rutin dalam arti soal yang tidak sering dimunculkan dalam soal-soal matematika.
Soal nonrutin ini sangat efisien untuk sellu diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk melatih daya nalar dan berfikir kritis siwa dalam memecahkan masalah, khususnya untuk memecahkan masalah non rutin.
Tidak hanya soal rutin yang mempunyai kekurangan dan kelemahan, dalam permasalahan non rutin juga pasti mengalami hal yang serupa. Dalam hal ini kelemahannya antara lain: 1) siswa akan merasa kesulitan dalam memecahkan masalah sehingga butuh proses yang benar-benar srius untuk mengajarkan pemecahan masalah non rutin. 2) butuh kekreatifan yang imiliki oleh siswa untuk dapat memecahkan masalah non rutin. 3) siswa sering kebingungan dalam menghadapi soal non rutin.
Sedangkan kelebihan yang diraih dalam permasalahan non rutin ini ialah: 1) siswa akan terlatihdalam menghaadapi masalah non rutin. 2) daya nalar siswa akan bertambah karena sering menghadapi permasalahan non rutin. 3) siswaakan teratih dalam memecahkan masalah.

C. Hasil observasi yang dilaksanakan di SD tentang masalah rutin dan nonrutin.
Dalam kahidupan sehari-hari kita sering dihadapkan kepada masalah-masalah, yang menuntut kita untuk menyelisesaikannya. Kata “masalah” mengandung arti yang konprehensif. Oleh karnanya akan terjadi perbedaan sikap terhadap suatu kejadian atau kondisi tertentu. Dengan demikian akan terjadi perbedaan penyikapan terhadap suatu masalah tertentu, misalnya suatu akan menjadi masalah bagi anak-anak, tetapi belum tentu menjadi masalah bagiorang dewasa.
Dapat di ulustrasikan , pada waktu bulan puasa Ani sudah tertidur pada pukul 22.00, dengan harapan tidak akan kesiangan waktu sahur. Pada pukul 24.00 listrik dirumah Ani padam, dan Ani tetap tidur pulas sehingga Ani tidak mengetahui terjadinya padam listrik yang membuat rumahnya gelap-gulita.
Pada pukul 01.00 Ani terbangun dan melihatnya atau merasakan bahwa listrik dirumahnya masih tetap padam, lantas Ani melihat jam dan memutuska untuk mengecek rumahnya yang padam.
Lain halnya dengan adiknya Ani, begitu terbangun dan melihatr listriknya mat, lantas menyuruh bapaknya memperbaikinya, karena adiknya Ani tidak bisa tidur kalau ruangan gelap.
Bapak Ani memperbaiki listrik yang padam dengan melihat dulu rumah tetangganya apakah listriknya mati atau tidak. Ternyata listrik dirumah tetangga tidak mati. Bapak Ani lantas memeriksa saklar di meteran ternya dalam keadaan of , lantas saklar dinaikkan menjadi on, tetapi saklar tidak mau on dan listri tetap mati. Bapak Ani memutuskan untuk menggunakan lampu minyak saja, karena tidak sanggup memperbaikinya.
Lain halnya dengan tetangga Ani, jika mengalami hal demikian maka tetangga Ani itu mencobanya untuk memperbaiki sendiri tanpa bantuan orang lain, dengan cara mencoba-coba berbagai cara kemungkinan yang terjadi. Misalnya mengecek kabel-kabel yang dimungkinkan adanya konsleting.
Pagi harinya Babaknya Ani menghubungi kakanya Ani dan memintanya untuk memperbaiki kabel listrik yang kongsleting. Karena kakaknya Ani adalah sarjana elektro, maka mudah mudah saja iya menemukan penyabab terjadi kabel penyambung arus pendek, yaitudenhan alat-alat yang dimilikinya.
Dari ilustrasi tersebut, memberikan bagaimana gambaran seseorang menyikapi suatu masalah atau tidak punya sikap sama sekali. Biasanya masalh muncul pada saat atau situasi yang tidak diharapkan atau muncul karena akibat-akibat kita melakukan suatu pekerjaan, atau jika merencanakan suatu kagiatan kita akan menemukan berbagai permasalahan yang muncul. Munculnya permasalahan tersebut dapat dikatakan atau dijadikan sebagai masalah jika kita mau menerimanya sebagai tantangan berarti masalah tersebut menjadi bukan masalah yang terselesaikan.

D. Pengartian Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu proses yang melibatkan pengukuran, dan pengukuran dilakukan melalui testing dan bahwa pengukuran melengkapi untuk dapat terjadinya evaluasi atau penilaian. Pengukuran tidak merupakan keputusan dan bahkan penilaian.
Pengukuran atau measurement, berwujud kuantifikasi , yang memperkirakan tingkat akurasi untuk berbagai penggunaan, yang merujuk kepada tingkat pengukuran, yang secara umum disebut skala. Terdapat empat skala dalam pengukuran, yaitu nominal, ordinal, interval dan ratio.
Mengingat pentingnya penilaian dalam kegiatan dalam pengajaran di sekolah, pengetahuan keterampilan untuk melakukan penilaian sudah seharusnya dimiliki oleh para guru. Ini merupakan salah satu kompetensi yang dimiliki oleh guru. Kompetensi yang dalam bidang penilaian ini sekurang-kurangnya mencakup kemampuan untuk mengambangkan instrumen penelitian, khususnya mengadministrasikan tes atau instrumen yang lainnya dan mengolah serta menafsirkan data hasil belajar.

E. Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP)

Jenjang pendidikan : Sekolah Dasar
Mata pelajaran : Matematika
Pokok bahasan : Pemecahan masalah panjang, berat dan waktu
Sub pokok bahasan : Soal cerita berkaitan dengan waktu
Kelas/semester : IV/I
Alokasi waktu : 1X35 menit

I. Standar kompetensi
Menentukan hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan berat.

II. Kompetensi dasar
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan waktu, panjang,dan berat

III. Indicator
Siswa mampu menyelisaikansoal dengan benar

IV. Tujuan
• Siswa mampu menelaah soalcerita yang berkaitan dengan satuan waktu
• Siswa dapat menyelesaikan soal-soal dengan langkah-langkah yang benar

V. Kegiatan belajar mengajar (KBM)
1. Kegiatan awal (5 menit)
• Mengucapkan salam
• Membaca do’a
• Mengabsen siswa
• Apersepsi
2. Kegiatan inti (25 menit)
• Guru menjelaskan pengertian waktu
• Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang waktu
• Guru memberikan soal ceritayang berkaitan dengan satuan waktu dan guru menjelaskan soal cerita temtang satuan waktu
• Guru memberikan contoh bagaimana cara menyelesaikan soal cerita dengan sistematis
• Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai soal cerita
• Guru membagi siswa kedalam 4 kelompok
• Guru membagikan soal cerita yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok
• Salah satu perwakilan masing-masing kelompok untuk menyelesaikan soal cerita di papan tulis
• Guru bersama siswa mengevaluasi hasil masing-masing kelompok
• Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran

3. Kegiatan akhir (5 menit)
• Guru memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah (PR)
• Guru menutup pembelajaran
• Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a
• Guru mengucapkan salam

VI. Pendekatan, metode, media dan sumber
Pendekatan : pemecahan masalah
Metode :Tanya jawab dan diskusi
Media :
Sumber : buku pelajaran matematika kelas 4 sekolah dasar
KTSP

VII. Evaluasi
Alat tes : LKS
Bentuk tes :tes tulisan
Prosedur tes :tes akhir dan proses

Penilaian

NO NAMA ASPEK YANG DINIALAI
KEAKTIPAN KEKOMPAKAN KELOMPOK HASIL

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masalah dalam matematika sering disebut juga soal-soal yang harus di jawab dan dipecahkan oleh siswa, dalam permasalahan matematika beberapa bentuk diantaranya soal rutin dengan soal non rutin.
Disamping permasalahan rutin yang sering dimunculkan dalam pemecahan masalah matematika, ada juga permasalahan non rutin dalam arti soal yang tidak sering dimunculkan dalam soal-soal matematika.
Dalam kahidupan sehari-hari kita sering dihadapkan kepada masalah-masalah, yang menuntut kita untuk menyelisesaikannya. Kata “masalah” mengandung arti yang konprehensif.
Evaluasi merupakan suatu proses yang melibatkan pengukuran, dan pengukuran dilakukan melalui testing dan bahwa pengukuran melengkapi untuk dapat terjadinya evaluasi atau penilaian. Pengukuran tidak merupakan keputusan dan bahkan penilaian.

B. Saran
Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya kami sebagai penyusun. Dan diharapkan pembaca dapat menganalisis lebih jelas lagi mengenai pemecahan masalah rutin dan non rutin dengan cara mencari leteratur-literatur lain yang dapat menambah wawasan pembaca dalam menganalisis materi tersebut.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s