pendekatan Cooperative Learning TIPE STAD


1. Pengertian Cooperative Learning
Pembelajaran cooperative merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama menurut Eggen and Kauchak (dalam Trianto, 2007:42)
Sunal and Hans(dalam Basrowi,2002:182) menyatakan bahwa model cooperative learning adalah suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama berlangsungnya proses pembelajaran.
Pembelajaran Cooperative disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dalam pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.jadi dalam pembelajaran cooperative siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa maupun sebagai guru.
Struktur tujuan cooperative terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan mereka hanya jika siswa lain dengan siapa mereka bekerja sama mencapai tujuan tersebut. Tujuan-tujuan pembelajaran ini mencakup tiga jenis tujuan penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan siswa menurut Slavin (Trianto, 2007:44)
Apabila diperhatikan secara seksama, maka pembelajaran cooperative ini mempunyai ciri-ciri tertentu dibandingkan dengan model lainnya. Arends (Trianto,2007:47) menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan pembelajaran cooperative memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Siswa bekerja dengan kelompok secara cooperative untuk menuntaskan materi belajar
b. Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
c. Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam
Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu
2. Unsur-unsur dan karakteristik Cooperative Learning
Menurut Lungren (Trianto, 2007:47) menyebutkan bahwa unsur-unsur dasar yang perlu untuk ditanamkan kepada siswa agar pembelajaran cooperative dapat berjalan lebih efektif lagi adalah :
a. Para siswa harus memiliki persepsi sama bahwa mereka “tenggelam” atau “berenang” bersama;
b. para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi;
c. para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama;
d. para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara para anggota kelompok;
e. para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok;
f. para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keteramoilan bekerjasama selama belajar;dan
g. para siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok cooperative.
Salvin (dalan Yunus Abidin, 2009:45) menyatakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif siswa akan lebih muda menentukan dan memahami konsep-konsep yang apabila mereka dapat mendiskusikan maslah-masalah tersebut dengan temanya. Sejalan dengan itu Kagan (Yunus Abidin 2009 : 46) menyatakan empat prinsip dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
a. Saling ketergantungan positif
b. Pengakuan terhadap individu
c. Partisivasi yang sama
d. Interaksi belajar mengajar yang simultan
Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
a. Tujuan yang sama.
b. Kebersamaan dalam bekerja.
c. Kepemimpinan bersama.
d. Tanggung jawab secara individu pada kerja kelompok.
e. Tanggung jawab bersama.
f. Evaluasi atau penghargaan terhadap kelompok mempengaruhi evaluasi individu
g. Kepemimpinan bersama
Nur Asma (2006: 22) mengemukakan beberapa karakteristik pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
a. Kelas dibagi atas kelompok-kelompok kecil, dengan anggota kelompok yang terdiri atas beberapa orang siswa yang memiliki kemampuan akademis yang bervariasi serta memperhatikan jenis kelamin dan etnis.
b. Siswa belajar dalam kelompoknya dengan bekerja sama untuk menguasai materi pelajaran dengan saling membantu.
c. Sistem penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu
3. Cooperatif Learning Model STAD (Student Teams Achievement Devision)
Slavin (dalam Nur, A 2006: 26) menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut pada saat itu mereka tidak diperbolehkan saling membantu.
Seperti halnya pembelajaran lainnya, pembelajaran cooperative model STAD ini juga membutuhkan persiapan yang sangat matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a. Perangkat pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat pembelajarannya, yang meliputi Rencana Pembelajaran (RP), Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beserta lembar jawabannya.
b. Membentuk kelompok cooperative
Membentuk anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen.
c. Menentukan skor awal
Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas cooperative adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat dirubah setelah ada kuis.
d. Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk dalam cooperative perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.
e. Kerja kelompok
Untuk mencega adanya hambatan pada pembelajaran cooperative model STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerjasama kelompok. Hal itu bertujuan untuk lebih jauh mengenalkan masing-masing individu alam kelompok.
Langkah-langkah pembelajaran Cooperative model STAD ini didasarkan pada langkah-langkah Cooperative yang terdiri atas enam langkah menurut Slavin (dalam Trianto, 2007:42) dalam pembelajaran ini antara lain:
a. Menyampikan tujuan dan memotivasi siswa,
b. Menyajikan atau menyampikan informasi,
c. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar,
d. Evaluasi
e. Memberikan penghargaan

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s