METODE BELAJAR: “Kerja Kelompok”


a) Pengertian Metode Kerja Kelompok
Modjiono (199/1992) : 61) mengemukakan metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai format belajar-mengajar yang menitikberatpan kepada aianteraksi anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelopk guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama.
Robert L. Cilstrap (dalam Roestiyah N.K (1998 : 15) menyatakan bahwa akerja kelompok meruakan suatu kegiatan kelompok siswa yang baiasanya berjumlah kecil untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas.
Roestiyah N.K (1998 : 17 menyebutkan berapa keuntungan dan kelemahan metode kerja kelompok. Keuntungannya ialah :
1. Dapat memberikan kesempatan para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah
2. Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasus atau masalah.
3. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampailan berdiskusi.
4. Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhannya belajar.
5. Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka, dan mereka lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi.
6. Dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk megembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain, hal mana mereka telah saling membantu kelompok dalam usahanya mencapai tujuan bersama.
Sedangkan kelemahannya ialah :
1. Kerja kelompok sering-sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
2. strategi ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda-beda pula
3. Keberhasilan strategi kerja kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.

b) Jenis-jenis Pengelompokkan
Ada beberapa faktor yang sangat berperan dalam menentukan efektifitas suatu metode mengajar, diantaranya adalah faktor guru, faktor siswa, dan faktor situasi atau lingkungan tempat berlangsungnya belajar.
Metode kerja kelompok adalah suatu format belajar mengajar yang menitikberatkan pada terjadinya interaksi antara anggota yang satu dengan anggota yang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama.
Penerapan kerja kelompok menurut Muedjiono (1992) bertujuan : (1) memupuk kemauan dan kemampuan kerja sama diantara peserta didik, (b) meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektual para peserta didik dalam proses belajar mengajar yang disediakannya dan (c) meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari proses belajar mengajar secara seimbang.
Bentuk-bentuk kerja kelompok yang bisa dilaksanakan ialah : (a) kerja kelompok berjangka pendek, (b) kerja kelompok berjangka panjang, (c) kerja kelompok campuran. Yang sesuai dengan metode kerja kelompok yang akan diterapkan ialah metode kerja kelompok campuran yang mana siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa.
Secara singkat metode kerja kelompok pada dasarnya memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan metode kerja kelompok salah satunya adalah dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah. Bagi guru kelebihannya yaitu dapat memungkinkan untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhan belajar. Sedangkan kelemahannya yaitu strategi ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dengan gaya yang berbeda-beda pula.
Dalam menerapkan metode kerja kelompok seorang guru dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengelompokkan tugas-tugas yang hendak diselesaikan oleh siswa. Nana Sudjana (2002:82) mengemukakan bahwa kelompok dibuat berdasarkan a) perbedaan individual dalam kemampuan belajar, b) perbedaan minat belajar, c) pengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kita berikan, d) pengelompokkan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa, e) pengelompokkan secara random atau dilotre, f) pengelompokkan atas dasar jenis kelamin.
Adapun pengelompokkan itu didasarkan pada :
a) Adanya alat pelajaran yang tidak mencukupi jumlahnya
Agar penggunaan alat peraga dapat dimanfaatkan adan dipergunakan dengan sebaik-baiknya maka siswa perlu dijadikan kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil itu dibagi berdasarkan jumah fasilitas yang tersedia.
b) Pengelompokan berdasarkan kemampuan belajar
Pengelompokkan ini juga diperlukan terutama pada waktu guru menghadapi komposisi keanggotaan kelompok yang sangat heterogen kecakapannya. Cara pengelompokkan ini akan menghasilkan kelompok yang homogen kecakapannya atau kelompok yang heterogen kecakapannya.
c) Pengelompokkan berdasarkan minat individu
Pengelompokkan ini perlu diperhatikan mengingat bahwa setiap individu siswa memiliki minat yang bisa jadi berbeda satu sama lain, sehingga memungkinkan dibentuknya kelompok-kelompok tersebut untuk dapat adikembagkan minat-minat tersebut.
d) Memperbesar partisipasi siswa
Dalam hal ini partisipasi siswa dalam memecahkan masalah kelompok sangat dibutuhkan sekali, maka dari itu setiap kelompok diberi tugas yang sama sehingga dimungkinkan dengan pembagian tugas ini akan memperbesar partispasi siswa untuk melaksanakan dan memecahkannya secara bersama-sama.
Selain pemberian tugas yang sama pada setiap kelompok kecil (3-4 orang sehingga dapat dipastikan siswa akan terlibat dalam melaksanakan kerja kelompok.

e) Pemberian tugas atau pekerjaan
Pengelompokkan dilaksanakan karena adanya tugas atau pekerjaan yang akan adiselesaikan oleh siswa. Setiap kelompok harus bertangguang jawab terhadap tugasnya masing-masing. Namun demikian guru harus dapat amemilih tugas yang sesuai dengan kemamuan dan kebutuhan siswa.
f) Kerja efektif
Kerja merupakan hal yang utama dalam menjawab tugas-tugas yang hendak diselesaikan. Setiap siswa harus dapat menyesuaikan diri dengan kelompoknya, ia harus dapat menyeimbangkan pikiran atau pendapat atau tenaga untuk kepentingan bersama dapat dicapai tujuan yang sama pula.
Dari uraian di atas peneliti menentukan kelompok berdasarkan partisipasi siswa agar siswa dapat memecahkan masalah bersama-sama dengan anggota kelompoknya dan peneliti juga menjadikan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang dengan jumlah 3-4 orang agar siswa terlibat aktif dalam memecahkan masalahnya.
Kerja kelompok dibagi menjadi 3 macam yaitu :
a) Kerja kelompok berjangka pendek
Kerja kelompok berjangka pendek bisanya disebut dengan rapat kilat karena hanya mengambil waktu + 15 menit, dengan bertujuan untuk memecahkan persoalan yang sifatnya khusus yang terdapat pada suatu masalah.
b) Kerja kelompok berjangka panjang
Kerja kelompok jangka panjang adalah pekerjaan yang memakan waktu yang cukup panjang danlama misalnya 2 hari, satu minggu, satu bulan atau bahkan lebih tergantung pada luas dan banyakanya pekerjaan yang harus diselesaikan siswa. Apabila kelompok siswa yang satu sudah menyelesaikan tugasnya, maka kelompok siswa itu dapat membantu kelompok yang lain berdasarkan dengan minat siswa tersebut.
Kerja kelompok jangka panjang ini dapat dilaksanakan dengan tujuan :
1) Membahas masalah yang benar-benar ada dalam masyarakat. Seperti masalah koperasi, lingkungan sehat, pembuangan sampah, dan lain sebagainya.
2) Memotivasi siswa ke arah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, misalnya : penerapan tentang makanan sehat, kegiatan posyandu, dan lain sebagainya.
3) Dengan melaksanakan kerja kelompok memberi pengalaman kepada siswa untuk mengenal kepemimpinan/leadership, seperti : membuat rencana sebelum melakukan sesuatu pekerjaan, membagi pekejaan, memecahkan masalah secara bersama-sama.
4) Dengan bekerja sama siswa dapat mengumpulkan bahan-bahan informasia atau data lebih banyak tentang berbagai jensi aspek suatu masalah di dalam waktu relatif singkat.
c) Kerja kelompok campuran
Kerja kelompok campuran dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa. Dalam kelompok ini siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan kemampuan masing-masing kelompok. Agar kerja kerja kelompok ini dapat mencapai sasaran, guru harus memperhatikan hal-hal yaitu menyediakan tugas atau kegiatan belajar yang sesuai dengan kemampuan belajar setiap kelompok, kemudian setiap tugas disusun sehingga setiap kelompok dapat megerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain atau guru.
Bentuk kerja kelompok yang diambil oleh peneliti adalah kerja kelompok berjangka pendek karena waktu yang diambil untuk melakukan kerja kelompok itu hanya 90 menit dan persoalan yang hendak dipecahkan hanya bersifat khusus mengenai pokok bahasan tertentu.
d) Prosedur Pemakaian Kerja Kelompok
Raka Joni dan Unen (Moedjiono, 1991/1992:64) mengajukan sejumlah rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar dan menerapkan metode kerja kelompok yaitu :
1. Pesan terpenting dari metode kerja kelompok adalah pemecahan masalah melalui proses kelompok.
2. Penyeragaman kemampuan kelompok diusahakan semaksimal mungkin. Hal ini dapat dilaksanakan dan pengelompokkan secara acak atau pun pengelompokkan secara diatur.
3. Sasaran penilaian dalam kerja kelompok adalah aspek produk kelompok serta peningkatan kemampuan kelompok dalam menangani tugas-tugas kelompok.
4. Terdapat tiga ciri penting kegiatan kerja kelompok yakni :
– Adanya pembagian tugas
– Adanya kerjasama
– Pemberian perhatian seimbang terhadap prduktivitas dana kekompakan kelompok
5. Terdapat tiga tahapan pelaksanaan kerja kelompok yakni :
– Tahapan penjajagan
– Tahapan pemahaman
– Tahapan penunaian tugas
6. Baik guru maupun siswa dituntut kesediannya dalam belajar tentang bagaimana kerja kelompok
7. Adanya masalah yang potensial baik bersumber dari anggota maupun berasal dari proses kelompok itu sendiri.
Moedjiono (1991/1992:66) mengemukakan prosedur pemakaian metode kerja kelompok sebagai berikut :
1. Pemilihan topik atau tugas kerja kelompok
Pemilihan topik merupakan langkah awal pemakaian metode kerja kelompok dapat dilaksanakan oleh guru dengan jalan :
– Memilih dan menetapkan sendiri
– Memilih dan menetapkan bersama dengan siswa
2. Pembentukan kelompok sesuai tujuan
Tahap ini merupakan kewajiban guru untuk membagi kelas menjadi kelompok-kelompok sesuai tujuan yang ingin dicapai melalui kerja kelompok.
3. Pembagian topik atau tugas yang harus dikerjakan oleh kelompok
Tahap ini meminta kepada guru untuk memberitahukan topik atau tugas untuk tiap-tiap kelompok, dimana topik atau tugas yang diberitahukan harus jelas bagi kelompok agar kerja kelompok berjalan dengan lancar.
4. Proses kerja kelompok
Pada tahap ini setiap kelompok melaksanakan :
– Penjajagan terhadap tugas atau topic yang diberikan oleh guru
– Pemahaman terhadap tugas atau topic kelompok
– Penyelesaian tugas
5. Pelaporan hasil kerja kelompok
Setelah siswa menyelesaikan tugasnya, maka mereka berkewajiban untuk melaporkan hasil kerja mereka. Laporan ini dapat dilakukan secara tertulis atau pun lisan.
6. Penilaian pemakaian kerja kelompok
Guru perlu melakukan penilaian untuk menentukan keberhasilan pemakaian metode kerja kelompok.
Menurut Roestiyah N.K (1998 : 19 – 20) menyebutkan bahwa ada 6 langkah agar kerja kelompok dapat berhasil yaitu :
a) Menjelaskan tugas kepada siswa
b) Menjelaskan apa tujuan kerja kelompok
c) Membagi kelas menjadi beberapa kelompok
d) Setiap kelompok menunjuk seorang pencatat yang akan membuat laporan tentang kemajuan dan hasil kerja kelompok tersebut
e) Guru berkeliling selama kerja kelompok itu berlangsung, bila perlu memberi saran/pertanyaan
f) Guru membantu menyimpulkan kemajuan dan menerima hasil kerja kelompok.
Keenam langkah di atas pelu diterapkan oleh peneliti agar siswa dalam melakukan kerja kelompok yang dilakukan pada saat penelitian dapat menghasilkan tujuan yang diharapkan yaitu siswa dapat memecahkan masalah dengan baik.
Selanjutnya Nana Sudjana (2002 : 83) mengemukakan tentang petunjuk pelakanaan bekerja dalam kelompok untuk mencapai hasil yang baik yaitu :
a) Perlu adanya motif (dorongan) yang kuat untuk bekerja pada setiap anggota
b) Pemecahan masalah dapat dipandang, sebagai satu unit dipecahkan bersama-sama atau masalah dibagi-bagi untuk dikerjakan masing-masing secara individual, hal ini bergantung kepada kompleks tidaknya masalah yang akan dipecahkan.
c) Persaingan yang sehat antar kelompok bisanya mendorong anak untuk belajar
d) Situasi yang menyenangkan antara anggota banyak menentukan berhasil tidaknya kerja kelompok.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s