Berpikir Kritis


Salah satu kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan adalah keterampilan berpikir. Kemampuan seseorang untuk dapat berhasil dalam kehidupannya antara lain ditentukan oleh ketrampilan berpikirnya, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. Kurangnya pendidikan berpikir kritis dapat mengarahkan anak-anak pada kebiasaan melakukan berbagai kegiatan tanpa mengetahui tujuan dan mengapa mereka melakukannya. Kebiasaannya ini sudah sering terlihat pada anak-anak yang kurang bahkan tidak mendapatkan pendidikan berpikir kritis. Padahal menurut Dewey (Jhonson, 2007:187) ‘sekolah harus mengajarkan cara berpikir yang benar pada anak-anak’. Keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik yang dianggap penting oleh sekolah pada setiap jenjangnya, meskipun keterampilan berpikir seperti ini jarang diajarkan oleh guru di kelas. Anak harus memiliki kesadaran akan diri dan lingkungannya. Karena itu pendidikan di sekolah haruslah mampu membangun kesadaran kritis anak didik.

Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit dan memadukannya dengan materi pembelajaran dapat membantu para siswa untuk menjadi pemikir yang kritis. Keterampilan berpikir kritis adalah potensi intelektual yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Setiap manusia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi pemikir yang kritis karena sesungguhnya kegiatan berpikir memiliki hubungan dengan pola pengelolaan diri (self organization) yang ada pada setiap mahluk di alam termasuk manusia sendiri.

Menurut Ruggiero (Jhonson, 2007:187) mengartikan berpikir sebagai ’segala aktivitas mental yang membantu merumuskan atau memecahkan masalah, membuat keputusan, atau memenuhi keinginan untuk memahami, berpikir adalah sebuah pencarian jawaban dan pencapaian makna’. Menurut Nickerson berpikir kritis adalah berpikir secara reflektif dan evaluatif, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber. Untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak, ada beberapa cara yang dikemukakan oleh Sternber (Desmita, 2007: 162) diantaranya:

  1. Mangajarkan anak menggunakan proses-proses berpikir yang benar

  2. Mengembangkan strategi-strategi pemecahan masalah

  3. Meningkatkan gambaran mental meraka

  4. Memperluas landasan pengetahuan mereka

  5. Memotivasi anak untuk menggunakan keterampilan berpikir yang baru saja dipelajari.

Menurut Santrock (Desmita, 2007: 162), untuk mampu berpikir secara kritis anak harus mengambil peran aktif dalam proses belajar ini berarti anak perlu mengembangkan berbagai proses berpikir aktif seperti:

  1. Mendengarkan secara seksama

  2. Mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan

  3. Mengorganisasikan pemikiran mereka

  4. Memperhatikan persamaan dan perbedaan

  5. Melakukan deduksi

  6. Membedakan kesimpulan yang masuk akal dan tidak masuk akal

Menurut Jhonson (2007:192) ada beberapa langkah agar keterampilan berpikir kritis dapat menyatu dalam diri kita diantaranya:

  1. Ungkapkan dengan jelas isu, masalah, keputusan atau kegiatan yang sedang dipertimbangkan

  2. Lihat sudut pandangnya

  3. Lihat alasan yang diajukan

  4. Asumsi-asumsi apa yang dibuat

  5. Apakah bahasanya jelas

  6. Apakah alasan didasarkan pada bukti-bukti yang mayakinkan

  7. Kesimpulan apa yang ditawarkan

Salah satu komponen berpikir kritis yang perlu dikembangkan adalah keterampilan intelektual. Keterampilan intelektual merupakan seperangkat ketrampilan yang mengatur proses yang terjadi dalam benak seseorang. Berbagai jenis ketrampilan dapat dimasukkan sebagai ketrampilan intelektual yang menjadi kompetensi yang akan dicapai pada pogram pengajaran. Bloom (http://www.fk.undip.ac.id/pengembangan-pendidikan/77-pembelajaran-kemampuan-berpikir-kritis.html) mengelompokkan ketrampilan intelektual dari  ketrampilan yang sederhana sampai yang kompleks antara lain ‘pengetahuan atau pengenalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi’. Ketrampilan menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom merupakan ketrampilan pada tingkat yang lebih tinggi.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s