Perubahan Lingkungan Alam


Lingkungan fisik atau lingkungan alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah seperti sumberdaya alam air, hutan, tanah, batuan, tumbuhan, hewan, sungai, iklim, suhu dan sebagainya. Lingkungan alam sifatnya menetap oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dipelajari dan dikenal oleh anak. Sesuai dengan kemampuannya anak dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari- hari, termasuk juga proses terjadinya.
Dalam mempelajari lingkungan alam ini anak diharapkan akan lebih memahami gelaja-gejala alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, lebih dari itu anak juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan mungkin juga anak bisa turut berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam.
Permukaan bumi beraneka ragam, ada lembah, gunung dan daratan. Dari aneka ragam permukaan itu semua bersifat tidak tetap bahkan selalu mengalami perubahan. Permukaan bumi yang berubah, lebih dikenal dengan perubahan lingkungan fisik. Perubahan lingkungan fisik adalah perubahan pada kenampakan bumi yang disebabkan oleh adanya aktivitas bumi baik secara alami maupun buatan. Perubahan lingkungan fisik ini meliputi perubahan daratan yang diakibatkan oleh hujan, cahaya matahari, gelombang laut dan bencana alam.
1.Konsep Angin
Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari daerah yang memiliki suhu rendah ke wilayah bersuhu tinggi. Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerah yang terkena banyak paparan sinar matahari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.
Pada malam hari suhu di daratan lebih cepat turun daripada di laut.oleh karena itu tekanan udara diatas permukaan laut lebih rendah daripada di daratan. Akibatnya, terjadilah hembusan angin dari darat ke laut yag disebut angin darat. Angin darat mulai terjadi pada malam hari sekitar pukul 21:00. Hembusan angin darat paling kuat terjadi pada waktu matahari mulai terbit. Pada siang hari, suhu udara di daratan lebih cepat naik daripada suhu di laut. Tekanan udara di daratan lebih rendah daripada tekanan udara di lautan. Akibatnya, terjadiah angin yang berhembus dari laut ke daratn yang disebut angin laut.
Angin darat dan angin laut dimanfaatkan oleh para nelayan untuk berlayar mencari ikan di laut. Pada malam hari para nelayan berlayar menggunakan perahunya ke tengah laut. Mereka memanfaatkan angin darat untuk mendorong perahu layar mereka ke tengahh laut. Pada siang hari mereka kembali ke darat dengan memanfaatkan angin laut. Angin dimanfaatkan untuk menggerakan kincir angin. Putaran kincir angin akan memutar turbin pada generator. Generator yang bekerja akan menghasilkan listrik.
Angin yang amat kencang daan terus menerus dapat mengikis permukaan tanah. Pengikisan tanah oleh angin disebut korasi. Korasi mengikis kesuburan tanah karena mengikis lapisan tanah atas yang paling subur. Angin yang amat kencang dapat menumbangkan bangunan dan pepohonan, akibatnya korban manusia dan hewan berjatuhan. Angin yang amat kencang disebut angin topan.
2.Konsep Hujan
Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap air melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak bebas. Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awan saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfer bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara.
Hujan memberi keuntungan bagi tanaman pertanian yang butuh banyak air, misalnya padi yang baru ditanam. Hujan membuat udara menjadi lebih segar. Air hujan dapat melarutkan kotoran di udara menjadi lebih bersih. Hujan deras yang terus-menerus dapat mendatangkan bencana. Bancana alam yang terjadi akibat hujan adalah banjir, tanah longsor dan erosi. Erosi adalah pengikisan tanah akibat terjangan air. Erosi tanah paling mudah terjadi di lereng-lereng bukit. Air hujan mengalir menuruni lereng-lereng dengan deras dan menghanyutkan banyak tanah. Erosi dapat pula terjadi pada tanah terbuka yang datar. Hujan lebat dapat menghanyutkan dengan cepat lapisan tanah dengan cepat tanah lapisan atas yang paling subur dari dataran terbuka. Erosi merupakan salah satu penyebab berkurangnya kesuburan tanah. Dengan terjadinya erosi ini lapisan tanah yang subur hanyut terbawa arus dan lama-kelamaan tanah menjadi tandus.
Curah hujan dapat diukur menurut banyaknya air yang jatuh pada salah satu tempat. Pengukuran dilakukan dengan piranti pengukur curah hujan, piranti itu sebagian dipendam di dalam tanah jauh dari gedung dan pepohonan. Alat ukur ini berupa corong yang terdapat di sebuah silinder. Corong tersebut dihubungkan dengan sebuah botol penampung. Setiap hari jumlah air hujan yang terkumpul dituangkan ke dalam gelas ukur dan diukur dalam skala millimeter.
3.Konsep tentang Gelombang Laut
Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air laut. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan menyebabkan riak-riak, bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang. Gelombang yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung pada penyebab terjadinya. Terjadinya gelombang laut dapat disebabkan oleh angin, gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari, gempa di dasar laut, ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal. Gelombang dapat membentuk dan merusak pantai dan berpengaruh pada bangunan-bangunan di pantai.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s