Arsip Kategori: MAKALAH

Semarang lagi Semarang lagi.


setelah hampir satu tahun lamanya saya tak pernah menginjakkan kaki di kota lumpia setelah kegiatan Pra jabatan di diklat srondol,kali ini beda ceritannya.

kali ini saya mendapat tugas untuk mengikuti kegiatan TOT TIK yang diselenggarahkan oleh BPTIK dinas pendidikan prov. jateng,,tepatnya di gedung museum PKK ungaran kab.semarang. saya berangkat dari kota pekalongan sekitar jam 3 pagi naik bus. nyampe lah diterminal mangkal,nyampe situ saya bingung untuk mencapai gedung PKK naik opo meneh ikih,,wis yang penting intie daerah ungaran,,nah pas banget ada mobil damri jurusan mangkang-ungaran.naiklah saya mobil damri itu (dalam hati berkata ikih nyasar opo ora yoo..) alhamdulilae ora pas saya tanya sama sopirnya ( iya mas ini bener jurusan ungaran) ntar mas turun aja di persimpangan. nyampe lah dipersimpangan naik ojek menuju gedung PKK ungaran. alahmdulilah akhirnya nyampe tujuan dengan selamat.

setelah regestrasi dan sebagainya saya masuk kamar,,satu kamar dengan abang-abang dari demak dan semarang. pembukaan pun dimulai oleh pejabat dari BPTIK,,setelah itu materi kelas maya pun dimulai (belajar dari internet). atau pembelajaran melalui internet (e-learning).

ini cara mendaftar di rumah belajar kemendikbud yang saya terima ilmunya dari TOT TIK.

silakan klik link dibawah ini:

Tutorial Akses Situs Rumah Belajar

“ANTARA BATIK DAN SUNGAI”


PEKALONGAN memang terkenal dengan kota batik. daerah pekalongan memang menjadi produsen terbesar batik yang ada di indonesia. banyak mulai dati pedagang kaki lima hingga toko-tokoh besar menjual batik.terhampar dari wira desa hingga setono. tak hayal pekalongan menamankan dirinya word city of batik.

dari segi ekonomi batik memang menjadi pendapatan baik bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

permasalahanya, limbah dari proses pembuatan batik ini mau di kemanakan?

bagi masyarakat dan pabrik pabrik yang tidak mau ambil pusing mereka membuang limbah pembuatan batik ini ke sungai.

tak hayal jika sungai di pekalongan ini menjadi berwarna karena limbah masyarakat dan pabrik penghasil batik.

mari kawan sudah saatnya kita tak mencemari lingkungan.

sungai juga butuk kehidupan.

kehidupan juga butuh sungai.

selamatkan lingkungan unutuk anak cucu kita.

SEJAUH MANA CIREBON-PEKALONGAN?


bersyukur kepada allah yang telah memberikan nikmat dan karunianya kepada saya dan keluargaku.

Tak terasa hampir 3 tahun saya berada di kota pekalongan. awalnya saya tidak kepikiran akan hidup dan tinggal di kota ini. suatu hari saya dan temen teman sering kumpul sewaktu ada pembukaan CPNSD tak lain dan tak bukan untuk mencari informasi dan saling bertukar informasi. sebut saja OPANK ( terima kasih banyak mas sofyan sanjaya telah membukaakan pintu rejeki saya) salah satu teman yang paling berjasah dalam hidup saya selain orang tua dan keluarga saya. ya, saya dan teman teman saya akhirnya daftar CPNSD tahun 2010 di kota pekalongan. suatu hari saya dan teman teman saya pergi untuk mengikuti tes CPNSD di pekalongan. kami pergi naik sepeda motor, tepat sampai di kota tegal kami kenah tilang (spion nya satu soalnya).gila dalam hati baru pertama ini saya kenah tilang.kami pun pergi melanjutkan perjalanan ke pekalongan, sambil dalam hati memikirkan STNK motor saya yang di bawah polisi.

akhirnya kami sampai di kota pekalongan setelah sebelumnya harus melewati brebes,tegal dan pemalang.

hingga akhirnya kami mencari tempat untuk kami mengikuti tes.

paginya kami mengikuti tes seleksi CPNSD kota pekalongan.

suatu hari tibalah waktu yang dinanti yaitu pengumuman hasil seleksi cpnsd.

alhamdulilah kami semua lulus.

memang rejeki tidak kemana pada waktu itu mas opank keterima juga di cirebon.

mau tidak mau mas opank akhirya memilih di cirebon.

akhirya kami melanjutkan hidup kami di pekalongan walau tanpa mas opank.

indonesia itu luas kawan tak hanya cirebon dan bandung saja. jika kalian hanya berdiam diri saja,kalian tidak bisa menikmati hidup ini.

ayolah janganlah seperti burung dalam sangkarnya.

INDONESIA MEMBUTUHKAN KALIAN SEMUA.

SATU INDONESIA SATU,TAK ADA RASISIME TAK ADA SUKUISME.

WISATA RELIGI CIREBON


 A. Makam sunan gunung jati

makam_sunan_gunungjatiLokasi gerbang Makam Sunan Gunung Jati ini berjarak sekitar 100 meter dari tepi Jl. Raya Sunan Gunung Jati, arah ke utara dari Kota Cirebon Di kompleks Makam Sunan Gunung Jati ini terdapat sembilan lapis pintu, yaitu Lawang Gapura, Lawang Krapyak, Lawang Pasujuduan, Lawang Ratnakomala, Lawang Jinem, Lawang Rararoga, Lawang Kaca, Lawang Bacem dan Lawang Teratai. Sayangnya pengunjung biasa hanya bisa masuk sampai pintu ke-empat di serambi muka Pesambangan. Makam Sunan Gunung Jati sendiri terletak di perbukitan Gunung Sembung, dan karena alasan keamanan maka Makam Sunan Gunung Jati hanya boleh dikunjungi oleh keluarga Keraton dan keturunannya, serta para tamu kehormatan mereka.

Tidak ada tarif sumbangan tertentu, namun Anda akan melihat lembaran ratusan atau lima puluh ribu bergeletakan di sana. Keramik Cina terlihat bertebaran di tembok pendopo, undakan dan sebagian dinding. Dua buah ornamen udang terlihat menempel pada dinding diantara hiasan kaligrafi pada logam bulat berwarna kuning keemasan.Makam sunan gunung jati pada dinding tinggi bercat putih yang permukaannya nyaris penuh berhiaskan keramik Cina asli dengan hiasan batu beraneka warna bertebaran di sana sini. Sangat indah.
Makam sunan gunung jati dengan keramik piring dan bentuk bulatan lebih kecil yang mengelilinginya, yang konon dibawa oleh Putri Ong Tien, istri Sunan Gunung Djati yang berasal dari Negeri Cina. Makam sunan gunung jati pada keramik dan hiasannya yang telah berusia ratusan tahun, dan warnanya belum juga pudar dan terlihat cukup terawat dengan baik. Makam sunan gunung jati di tempat dimana para peziarah biasanya berkumpul dalam kelompok-kelompok dan bersama-sama berzikir dan memanjatkan doa, entah untuk menghormati Sunan Gunung Jati sebagai salah satu Wali Songo yang berpengaruh, atau karena mereka memiliki keinginan tertentu dan berharap mendapat berkah dari sang wali. Makam sunan gunung jati pada sebuah bangunan kayu di kompleks Makam yang disebut Playonan, atau bangunan pelepasan bagi keluarga Sunan Gunung Jati yang meninggal dunia.
Makam sunan gunung jati pada Gentong Puter Giling yang letaknya berada di dekat Playonan. Menurut kepercayaan, gentong ini bisa membantu memanggil kerabat yang telah lama tidak diketahui kabar beritanya. Makam sunan gunung jati pada ornamen indah pada beberapa batu nisan di kompleks Makam yang dikerjakan oleh tangan yang halus. Di bagian ini terdapat makam keturunan Sunan Gunung Jati yang memiliki gelar Pangeran, Elang, Raden, atau pun Ratu.
Sunan Gunung Jati yang aslinya bernama Syarif Hidayatullah lahir sekitar tahun 1450 dari ayah bernama Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, seorang Muballigh dan Musafir besar dari Gujarat, India, yang dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar oleh kaum Sufi, dan ibu bernama Nyai Rara Santang, putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang, dan merupakan adik Pangeran Walangsungsang yang bergelar Cakrabuwana atau Mbah Kuwu Cirebon Girang.
B. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid ini masih merupakan bagian dari Keraton Kasepuhan, letaknya di sebelah barat alun-alun Sangkalabuwana luas arealnya + 4.750 m2, menurut historisnya masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan pada tahun 1422 tahun Saka atau 1500 Masehi.yang pelaksanaan pembangunannya di pimpin oleh Sunan Kalijaga. Nama Masjid Sang Cipta Rasa sendiri mempunyai Makna Filosofi Sang berarti Agung, Cipta berarti Bangunan sedang rasa berarti manfaat, sehingga arti kata Sang Cpta Rasa maksudnya berarti Bangunan yang memilki Manfaat yang Agung/besar yang dikaitkan dengan kegiatan syiar agama islam dan agama di tanah cirebon. Keunikan Masjid ini yaitu dengan diadakannya adzan Pitu (tujuh Muadzin) pada setiap sholat jum’at
C.     Makam Syekh Maulana Maghribi Cirebon
 Tempat Wisata Cirebon di Jl. Astanagarib, yang penunjuknya terlihat dalam perjalanan ke Keraton Kacirebonan.
D.     Masjid At-Taqwa Cirebon
Tempat Wisata Cirebon di Jl. Siliwangi yang terlihat sangat megah dengan menara menjulang ketika saya melintasinya.
E.      Masjid Merah Panjunan Cirebon
 Tempat Wisata Cirebon di Desa Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, didirikan pada 1480 oleh Syarif Abdurrahman
F.      Makam Keramat Megu Cirebon
 Tempat Wisata Cirebon di Desa Megu, Plered, berupa makam seorang tokoh penyebar agama Islam di wilayah cirebon yang berada di tengah tengah sebuah masjid, 20 menit dari Kota Cirebon.
G.     Makam Keramat Talun
 Tempat Wisata Cirebon di berada di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, dengan peninggalan sebuah masjid dan Makam Embah Kuwu Sangkan.
H.     Makam Nyi Mas Gandasari Cirebon

Tempat Wisata Cirebon di Desa Pangurangan, Kec Panguragan, berupa makam murid Sunan Gunung Jati yang terkenal dengan kemampuan ilmunya yang tinggi.

I.        Makam Syekh Magelung Sakti Cirebon
 Obyek Wisata Cirebon di Desa Karang Kendal, Kec Kapetakan, berupa makam mubaligh yang disegani dan salah seorang pendekar yang mampu mengalahkan kesaktian Nyi Mas Gandasari.
J.       Situs Batu Tulis Huludayueh Cirebon
Obyek Wisata Cirebon di Desa Cikalahang, Kec Dukuh Puntang, di belakang Kolam Renang Hegar, di tengah tengah persawahan, berupa batu bertulis peninggalan Kerajaan Sunda.
K.     Makam Keramat Ki Buyut Trusmi
Makam Keramat Ki Buyut Trusmi terletak di Cirebon tepatnya di Kampung Dalem, Desa Trusmi Wetan, Weru, yang letaknya tidak seberapa jauh dari Toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi.
L.      Makam Ki Gede Gamel
Makam Ki Gede Gamel terletak di Desa Gamel, Plered, yang terlewati dalam perjalanan dari Makam Sunan Gunung Jati menuju daerah sentra Batik Trusmi.
M.    Situs Lawang Gede Cirebon

Obyek Wisata Cirebon di Desa Mertasinga, Kec Gunungjati, berupa pintu kayu berukuran cukup besar bekas pintu gerbang kerajaan. Ada tempat air kuno tidak jauh dari tempat ini.

SEJARAH DESA WERU PLERED


Sejarah Ki Gede Weru atau Ki Gede Plered menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Plered dan keturunannya. Segala sifat, tingkah laku, sampai titah amanat Ki Gede Plered pada masa lalu, hingga kini terus dipegang dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Di masa hidupnya, Ki Gede Plered adalah tokoh yang telah mencapai derajat auliya. Disebutkan bahwa dirinya pernah berguru kepada beberapa Waliyullah Kamil, seperti: Kanjeng Sunan Syekh Siti Jenar, Eyang Embah Cakra Buana, Kanjeng Sunan Kali Jaga, dan yang terakhir kepada Kanjeng Sunan Gunung Jati. Menurut sejumlah sumber cerita, Ki Gede Plered dikaruniai seorang putra tampan bernama Pangeran Anom Weru, yang makamnya berada di Dusun Kaliandul. Namun, tak diperoleh keterangan siapakah sesungguhnya ibunda dari Pangeran Anom Weru ini. Sementara itu, ada suatu kisah asmara menarik yang di alami oleh Ki Gede Weru alias Ki Gede Plered semasa mudanya. Disebutkan, suatu ketika dia pernah jatuh cinta pada seorang dara cantik jelita asal Dusun Kaliandul. Dara jelita itu bernama Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning. Sang gadis tidak hanya ayu rupawan, namun sekaligus juga sakti mandraguna. Namun karena kecantikannya dia menjadi rebutan kaum Adam. Banyak pangeran dan kaum bangsawan berlomba mendapatkan cinta Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning. Tak terkecuali Ki Gede Weru sendiri tergila-gila dibuatnya. Beruntunglah Ki Gede Weru. Dari sekian banyak pria yang berusaha menyunting Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning, hanya dialah yang diterima cintanya. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sebelum terjalin hubungan cinta yang syah sebagai suami istri, Rara Kemuning berpulang ke pangkuan Illahi. Dia meninggal dunia karena sakit. Atas permohonan dan besarnya cinta Ki Gede Weru, akhirnya Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning dimakamkan di daerah asal Ki Gede Plered alias Ki Gede Weru, yaitu di Desa Weru. Hingga kini makamnya masih terawat rapih dan sangat dihormati oleh semua masyarakat Desa Weru. Diceritakan pula, sebelum Ki Gede Weru dipanggil ke rahmatulloh, dirinya sempat menikah dan mempunyai seorang putra yang bernama Pangeran Anom Weru. Ki Gede weru sendiri dimakamkan di areal pekuburan para Ki Gede lainnya, yaitu di Gunung Sembung, tak jauh dari makam Sunan Gunung Jati. Selepas kemangkatan ayahandanya, Pangeran Anom Weru akhirnya menggantikan kedudukan Ki Gede Weru menjadi panggeden atau pengayom rakyat Plered. Sang Pangeran juga rupanya tahu tentang kisah perjalanan cinta ayahandanya yang sangat mencintai Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning. Konon karena itulah, sebelum meninggal dunia, Pangeran Anom Weru berpesan pada seluruh rakyat Plered, dengan bunyi pesan kira-kira seperti ini, “Jikalau aku meninggal nanti, kuburkanlah aku di daerah Kaliandul”. Berkaitan dengan kisah percintaan Ki Gede Pelered dan Nyai Mas Ratu Ayu Rara Kemuning, juga dengan pesan Pangeran Anom Weru tersebut, hingga kini masyarakat tetap merawatnya sebagai adat atau tradisi yang tidak bisa dihilangkan. Kedua belah pihak, khususnya laki-laki dari Desa Weru dan perempuan dari Kaliandul tidak boleh saling mengikat cinta atau menjalin sebuah mahligai rumah tangga.

Marhaban Ya Ramadhan 1434H


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulilah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi besar kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam. Saat ini kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1434H. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan.
Di bulan Ramadhan ini kita akan menjalankan perintah Allah dengan berpuasa sebulan penuh. Betapa beruntungnya bagi kita yang masih dipertemukan dengan Ramadhan ini. Jadi jangan lewatkan Ramadhan ini dengan kesia-siaan tanpa hal yang bermanfaat.

Melalui Ramadhan mari kita berhijrah dari kegelapan menuju cahaya Ilahi. Kita tingkatkan amal ibadah kita demi mencapai tujuan akhir dalam hidup kita, yaitu mendapatkan surganya Allah.

Sahabat nikmatilah detik demi detik Ramadhan ini. Janganlah kita ingin mempercepatnya berlalu begitu saja. Bulan Ramadhan bukanlah bulan menunggu adzan maghrib. Dan ini yang sering kita lakukan setiap hari ketika kita sedang berpuasa. Hingga akhirnya Ramadhan terasa cepat berlalu karena kita sendiri yang ingin mempercepatnya dengan ingin sekali cepat datangnya adzan maghrib setiap harinya.

Semua akan ada waktunya kapan datangnya dan kita tak perlu ingin mempercepatnya. Yang kita perlu lakukan hanyalah mengisi Ramadhan ini dengan hal yang bermanfaat. Melalui Ramadhan kita lewati berbagai ujian agar kita menjadi pemenang dan sebenar-benarnya pemenang.

Dan melalui Ramadhan ini pula saya selaku admin ingin mengucapkan, selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf apabila ada postingan-postingan yang secara tidak sengaja menyakiti sahabat, semua kesalahan datangnya dari saya, dan semua kebenaran datangnya hanya dari Allah.

Indahnya Persahabatan


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujuraat (49) : 13)