Arsip Tag: metode belajar diskusi

pembelajaran: Metode Diskusi


1. Pengertian Diskusi adalah percakapan ilmiah yang responsif berisikan pertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan-pertanyaan problematik pemunculan ide-ide dan pengujian ide-ide ataupun pedapat dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalah dan untuk mencari kebenaran (Syaiful Sagala 2003:208).
2. Karakteristik Diskusi
Dalam diskusi selalu ada suatu pokok yang dibicarakan. Dalam percakapan itu diharapkan para pembicara tidak menyimpang dari pokok pembicaraan. Mereka harus selalu senantiasa kembali kepada pokok masalahnya. Pada hakikatnya diskusi berbeda dengan percakapan, situasi lebih santai kadang diselingi dengan humor. Dalam diskusi, semua anggota turut berpikir dan diperlukan disiplin yang ketat.
3. Kelebihan Diskusi
1) peserta didik memperoleh kesempatan untuk berpikir,
2) peserta didik mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap dan aspirasinya secara bebas,
3) peserta didik belajar bersikap toleran terhadap teman-temannya,
4) diskusi dapat menumbuhkan partisipasi aktif dikalangan peserta didik,
5) diskusi dapat mengembangkan sikap demokratif, dapat menghargai pendapat orang lain, dan
6) dengan diskusi, pelajaran menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Diskusi selalu dipakai dalam pergaulan sehari-hari, dan karenanya merupakan sebagian dan kehidupan sehari-hari.
4. Kekuarangan Diskusi
1) diskusi terlampau menyerap waktu. Kadang-kadang diskusi berlarut-larut dengan keasikannya dan dapat mengganggu pelajaran lain,
2) pada umumnya peserta didik tidak berlatih untuk melakukan diskusi dan menggunakan waktu diskusi dengan baik, maka kecenderungannya mereka tidak sanggup berdiskusi,
3) kadang-kadang guru tidak memahami cara-cara melaksanakan diskusi, maka kecenderungannya diskusi menjadi Tanya jawab.
Kelemahan ini menunjukkan bersumber dari guru yang kurang menguasai penggunaan dan manfaat metode diskusi dalam membahas materi pelajaran. Kelemahan juga datang dari peserta didik yaitu kurang mampu melaksanakan diskusi dengan baik, karena terjebak dengan Tanya jawab atau debat kusir, sehingga makna diskusi sebagai suatu teknik untuk memahami materi pelajaran tidak terpenuhi dengan baik.
Metode diskusi telah lama dikenal dalam pengajaran IPS dan ilmu-ilmu sosial. Yang menjadi permasalahannya mengenai strategi ini adalah nama sering berbeda dengan pelaksanaan dalam kenyataannya di kelas. Sebagian besar guru berpendapat bahwa diskusi telah berjalan jika kelas menjadi ramai atau jika telah terjadi Tanya jawab antara guru dengan siswa, padahal apa yang dikemukakan itu bukan ciri diskusi atau mungkin sebagian dari ciri-ciri sebuah diskusi belum diterapkan dengan baik dan dengan persiapan yang sungguh-sungguh baik dari pihak guru, sekolah maupun masyarakat. Oleh karena diskusi yang sebanarnya adalah salah satu diantara teknik mengajar yang paling mujarab dan sekaligus paling sulit. Oleh karena itu belajar menggunakannya sejak dini sebisa siswa amatlah baik, terutama kegunaanya dalam pengajaran IPS.
Dilihat dari sejarahnya diskusi sebagai salah satu cara mengajar formal pada jaman Yunani dan Romawi dan terletak di dalam dan tugas guru adalah seperti bidang yang tugasnya adalah membentuk lahirnya gagasan dari pikiran siswa. Pada jaman modern diskusi telah dianggap sebagai salah satu ciri penting sebuah kelas yang demokratis, yang didefinisikan sebagai suatu kegiatan dimana orang-orang berbicara bersama untuk berbagai dan saling tukar informasi tentang sebuah topik atau masalah atau mencari pemecahan terhadap suatu masalah berdasarkan bukti-bukti yang ada. Penggunaan teknik diskusi nampaknya tidak dapat berdiri sendiri, sebab diskusi sebagai metode mengajar adalah alat untuk membentuk siswa belajar. Biasanya sebelum kegiatan terlebih dahulu diawali dengan perencanaan apakah pemecahan masalah, terbuka ataukah diagnostic kependidikan. Atau juga penyediaan batu loncatan sebagai dasar untuk diskusi misalnya mengadakan kunjungan lapangan, tugas membaca atau perhatian yang sama. Diskusi yang dilakukan dengan benar merupakan salah satu metode yang efektif dan ketepatgunaannya akan sangat berguna dalam pengajaran IPS.
5. Manfaat Diskusi
Kegunaan diskusi sebagai salah satu strategi mengajar dalam IPS dengan demikian amat luas kalau tidak dapat dikatakan mampu memperkembangkan berbagai aspek belajar siswa. Namun ketercapaian tujuan itu amat banyak ditentukan oleh kesiapan semua pihak (guru, siswa, fasilitas pendukung dan suasana keterbukaan) dan hal itu menyebabkan diskusi sebagai salah satu metode yang sulit penggunannya, kecuali jika guru melaksanakan sekedar Tanya jawab atau asal kelas menjadi ramai. Selain kegunaan manfaat dan kelemahan terkadung pula dalam metode diskusi. Beberapa diantara keuntungan dengan menggunakan metode diskusi adalah : siswa akan terlibat langsung dalam proses belajar baik sebagai partisipan maupuan sebagai ketua kelompok. Dimana setiap siswa dimungkinkan untuk berpartisipasi khususnya dalam kelompok kecil guna mengembangkan proses intelektualnya, serta menumbuhkan pandangan.
Melalui diskusi juga ditumbuhkan prasaan yang pada kenyataanya benar-benar dapat mengubah sikap dan perilaku yang oleh teknik atau metode lain sulit untuk dipengaruhinya. Oleh karena diskusi atau metode lain sulit untuk mempengaruhinya. Oleh karena itu diskusi melibatkan sebanyak mungkin siswa dalam proses belajar maka akan membantu menghangatkan suasana kelas. Namun disamping keuntungan-keuntungan teknik diskusi juga mengandung kelemahan-kelemahan diantaranya, setrategi diskusi walaupun diorganisasi secara baik belum menjamin dilaksanakan kesepakatan menjadi tanpa tujuan atau “free-for all” terutama jika ketua diskusi tidak produktif, akibatnya diskusi dengan mudah menjadi pembicaraan tidak berujung pangkal atau tidak terarah dan menjadi tempat bersatunya kebodohan.