Results tagged ‘ Penjaskes ’

Penjaskes : “Hubungan Kebugaran&Daya Pikir Siswa”


A. Kebugaran Jasmani
1. kekuatan daya tahan fisik
Didalam usaha manusia agar selalu berada dalam keadaan tubuh yang segar dan bugar untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Penulis telah menguraikan dalam latar belakang masalah bahwa kekuatan daya tahan fisik merupakan suatu kontribusi kepada kesegaran dn kebugaran jasmani manusia.
Menurut Sail (1974:86) tentang kesegaran dan kebugaran jasmani manusia terbagi dalam tiga hal utama, yaitu:
a. berkaitan denga suatu oekerjaan manusia yang harus dikerjakan
b. kemampuan (potensi) melakukan kerja fisik.
c. hubungan kesegaran jasmani dengan kesegaran diri dalam arti keseluruhan.
Sedangkan menurut Sudjatmo (1976:3) mengatakan :
Kesegaran jasmani (physical fitness) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugasnya sehari-hari tanpa merasa kelelahan yang lebih dan masih menyimpan tenaga untuk mengikuti kegiatan berikutnya.
Menurut ilmu paal kesegaran jasamni adalah kemampuan menyesuaikan fungsi-fungsi alat-alat tubuh dalam batas-batas phsicologisnya terhadap keadaan lingkungan kerja fisik dengan cara yang cukup efisien tanpa lelah yang berlebihan , sehingga masih dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berikutnya.
Menyimak tentang uraian diatas tadi tentang kebugaran jasmani, mangandung arti sifatnya perorangan. Jadi kebugaran jasmani seseorang memiliki tingkat kebugaran yang berbeda, sesuai dengan kemampuan tubuhnya dalam melakukan aktivitas jasmani tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Maka dengan demikian, kesegaran jasmani seseorang akan mempermudah untuk melakukan tugasnya walau dalam keadaan yang sulit sekalipun. Begitu pula sebaliknya bila seseorang kurang memiliki kebugaran jasmani, maka akan mengalami kesulitan untuk melakukan tugasnya dengan baik. Jadi jelas bahwa faktor kesegaran jasmani sangat mempengaruhi terhadap aktivitas seseorang. Batasan kebugaran jasmani dibagi 3 (tiga) menurut Soetrisno, yaitu sebagai berikut :
1) Static Fitnes (kesegaran Jasmani Statis), istilahnya tidak ada cacat atau penyakit, berarti sehat. Oleh karena itu berarti adanya keharmonisan yang sempurna dari segi fisik, mental dan sosial.
2) Dynamic Fitnes (Kesegaran Jasmani Dinamis), ialah kemampuan untuk melakukan aktivitas yang berat dan tidak memerlukan ketangkasan istimewa.
3) Motor Skill Fitnes (Kesegaran Motorik Skill) ialah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu yang dikoordinasikan dan memerlukan ketangkasan khusus. Misalnya berenang, bermain tennis, tenis meja dan sebagainya.
Tentang kesegaran jasmani ada pula yang mengatakan kebugaran jasmani, sebetulnya istilah kedua perkataan ini mempunyai istilah yang sama, sebagaimana dikatakan oleh James Wilson, Mac Donald dan Colin Ferguson (1991:5) bahwa yang dimaksud kebugaran adalah sebagai berikut :
Secara harfiah kebugaran jasmani berarti kemampuan untuk berolahraga. Ini berarti meningkatkan otot/ efisiensi alat serta system cardiovascular untuk memenuhi kebutuhan secara tenaga dan fisik.
Menyimak pengertian diatas berarti kesegaran jasmani maupun kebugaran jasmani. Keduanya mempunyai makna yang sama dalam mempersiapkan tubuh untuk menghadapi tugas/ aktivitas beban kerja yang dibebankan kepada tubuh atau fisik. Jadi setiap manusia akan memiliki tungkat kesegaran jasmani sesuai dengan kemampuan untuk melakukan aktivitas atau gerak dalam kegiatan sehari-hari.
2. Faktor-faktor kekuatan daya tahan fisik
Peningkatan kemampuan organ tubuh kita harus dilaksanakan atau dilatih secara teratur, continue, dan berkesinambungan. Ini dimaksudkan agar semua organ tubuh berada dalam kondisi yang baik, seperti latihan penguatan otot-otot, jantung dan paru-paru bahkan fleksibilitas persendian. Ini bila pembinaan dilakukan secara seksama dengan baik maka akan terbentuk kekuatan daya tahan fisik yang baik.
Kekuatan daya tahan diatas merupakan suatu proses pembentukan terhadap kebugaran jasmani yang diinginkan oleh semua orang agar didalam melaksanakan kegiatannya tidak mengalami hambatan atau kekakuan gerak. Kekuatan ini tentu perlu dikembangkan agar tetap terpelihara, sebab bila tidak dikembangkan akan menimbulkan kondisi kekuatan tubuh yang menurun kembali. Bahkan makin akan timbul suatu gejala terjadinya stress organ tubuh sehingga akan mudah terserang oleh suatu penyakit tertentu.
Pengembangan kekuatan ini perlu disesuaikan dengan keadaan dan keperluan yang dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan gerak yang mengakibatkan fatal bila melakukan aktivitas.
Komponen-komponen yang terkandung dalam kebugaran jamani menurut pendapat Eddy Suparman dan Gunarno (1996:8) adalah sebagai berikut :
a. Kekuatan (strength) adalah kemampuan kondisi fisik tentang kemampuan seseorang dalam penggunaan otot untuk memeriksa kelelahan sewaktu belajar.
b. Kecepatan (speed) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan suatu gerak dalam waktu tertentu.
c. Daya tahan (endurance).
1. daya tahan umum (general endurance) adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung dan paru-paru, serta peredaran darah secara efektif dan efisien.
2. Daya tahan otot local (local endurance) adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan otot-ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama beban tertentu.
3. Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan kemampuanj maksimum dapat diselesaikan dalam tempo yang singkat.
4. Daya ledak (muscular power) adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan kemampuan maksimum dapat diselesaikan dalam tempo yang singkat.
5. Kelenturan (fleksibelitas) adalah efektifitas dan penyesuaian diri untu segala aktivitas dengan pengalaman tubuh yang luas.
Memperhatikan dan menyimak komponen-komponen diatas, ini merupakan pembentukan yang berdampak positif terhadap tingkat kebugaran jasmani dalam arti yang sebenarnya.
Dengan demikian akan tercapai manusia yang sehat dan segar, sehingga akan mendapatkan kebugaran jasmani yang baik dan dapat melakukan aktivitas sesuai dengan tujuannya. Sedangkan kondisi fisik seseorang akan mempengaruhi terhadap kebugaran jasmani siswa, oleh karena itu kondisi fisik ii akan menentukan hasil yang ingin dicapai.

B. Pengaruh Kebugaran Jasmani Terhadap Semangat Belajar
Seperti penulis telah kemukakan diatas bahwa factor-faktor yang dapat mempengaruhi terhadap semangat belajar siswa baiksecara factor internal maupun fktor eksternal merupakan bagian yang memberikan sumbangan terhadap hasil belajar siswa dalam pendidikan jasmani yaitu perhatian dan dukungan orang tua. Orang tua yang bertanggung jawab dan paham terhadap kesehatan dan kebugaran maka hal itu orang tua tidak akan memanjakan anaknya dengan cara memberikan kemudahan-kemudahan dalam melayani anaknya. Sebagai contoh : setiap kali anak berangkat atau pulang sekolah selalu diantar jemput padahal jarak sekolah dengan rumahnya tidak terlalu jauh. Orang tua yang mengerti tentang kesehatan dan kebugaran akan membiarkan anaknya untuk jalan kaki sendiri, sebab dengan berjalan kaki kemampuan dan kekuatan fisik anak akan meningkat secara tidak langsung mendidik terhadap kemampuan fisik anak.
Bermacam-macam kegiatan atau pekerjaan pasti akan meningkatkan produktivitas kemampua tubuhnya, sehingga memiliki tingkat kebugaran jasmani yang layak dan sesuai dengan kondisi tubuhnya. Begitu pula bagi usia anak sekolah yang rat-rata usianya masih muda, bila memliki perkembangan dan pertumbuhan yang positif sangat menunjang kebugaran jasmani sehinga berpengaruh pada semangat belajar siswa.
Jelaslah bahwa semangat belajar siswa dipengaruhi oleh keadaan kondisi tubuh yang sehat, sehingga didalam jiwanya tertanam hal-hal yang positif. Dengan demikian semangat belajar siswa dalam semua pelajaran sangat ditentukan oleh faktor-faktor pendukung antara lain kebugaran jasamani, motivasi minat, intelegensi serta kemampuan daya pikir siswa.
Selain minat yang dapat mempengaruhi proses pendidikan jasmani adalah intelegensi. Intelegensi adalah kemampuan berfikir seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Intelegensi merupakan faktor bawaan dari orang tua atau gen, tetapi tidak semua orang tuanya memiliki intelegensi yang diturunkan namun paling tidak anaknya akan memiliki. Peran lain yang membrikan sumbangan terhadap keberhasialn pendidikan adalah motivasi. Bentuk-bentuk motivasi dibagi menjadi dua bagian, ialah :
1. motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dan tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Bentuknya seperti suatu hasrat dan keinginan. Timbulnya motivasi intrinsic diakibatkan karena elah mengalami suatu kegagalan.
2. motivasi eksternal yaitu dorongan dari luar. Bentuk-bentuk motivasinya seperti pujian, hadiah dan seterusnya.
Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa segala sesuatu tidak ditunjang oleh kondisi fisik yang baik tidak akan tercapai suatu tujuan. Maka prinsip-prinsip kebugaran jasmani sangat menunjang pada semangat belajar siswa untuk keberhasialn didalam proses pendidikan baik besifat formal maupun non formal.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.