makalah sosial budaya


MAKALAH

INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN: MODIFIKASI LINGKUNGAN, PENCEMARAN LINGKUNGAN, BUDAYA, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi

Disusun Oleh :

krisiyanto

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS CIBIRU

BANDUNG

2009


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah mamberikan kenikmatan iman islam serta kesehatan lahit dan batin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Kepada para keluarga ,sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku umat yang selalu mengikuti ajarannya.

Alhamdulillah, itulah kata pertama yang kami ucapkan karena telah dapat menyelesaikan salah satu tugasmata kuliah � Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)� . Dimana dalam penulisan makalah tentang � Interaksi Manusia dengan Lingkungan : Modifikasi Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Budaya dan Pola Kesehatan Lingkungan� ini kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itukritik dan saran yang bersifat membangun dari rekan � rekan sekalian selalu saya harapkan demi perbaikan � perbaikan.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umum nya bagi pembaca.

Bandung, 24 februari 2009

Penulis

DAFTAR ISI

.

KATA PENGANTAR������������������������������ i

DAFTAR ISI �����������������������������������..ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar belakang�����������������������������..1

  1. Runusan Masalah ���������������������������..2

C. Tujuan Penulisan ����������������������������3

D. Manfaat Penulisan ��������������������������3

E. Sistematika Penulisan Makalah ��������������������3

BAB II� PEMBAHASAN

A. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam ��������������5

  1. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan ����������9

C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya �������������.12

D.� Kesehatan Lingkungan Hidup�������������������. 18

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan �����������������������������22

  1. Saran �������������������������������..23

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A . Latar� Belakang

Dalam materi yang akan kami jelaskan yang terdapat dalam makalah ini yaitu tentang Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Kegiatan atau aktivitas manusia berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Dalam materi makalah ini akan dijelaskan Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang diantaranya mengenai Modifikasi Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Budaya dan Pola Kesehatan Lingkungan.

Indikasi dan cara identifikasi terhadap modifikasi lingkungan alam, baik melalui survei permukaan terhadap gejala atau kenampakan yang sekarang masih dapat dikenali di permukaan tanah , maupun melalui penginderaan jauh. Kedudukan manusia dalam lingkungan hidup dan dinamika interaksi dengan lingkungan hidup merupakan hubungan sosial yang dinamis.

Aktivitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan pengaruh pada alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Selain itu juga manusiaadlah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk bilogis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau �Homo Sapiens�, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang system kehidupan.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup secara individu. Mereka selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya daya manusia dan perilakunya yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, aktivitas atau kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya, karena lingkungan merupakan tempat yang paling dekat dengan manusia.

B .� Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang terdiri dari modifikasi lingkungan , pencemaran lingkungan budaya dan pola kesehatan lingkungan. Kami mengidentifikasi masalah tersebuty sebagai berikut :

  1. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam ?
  2. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan ?
  3. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya?
  4. Pola Kesehatan Lingkungan Hidup ?

C . Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini secara formal ialah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah �Pendidikan Lingkungan Sosial, budaya, dan Tekhnologi (PLSBT)�.

Tujuan yang lainnya yaitu untuk mengetahui sejauh mana interaksi manusia dan pengaruh manusia dengan lingkungan sekitarnya.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan yang dapat diambil dalam penulisan makalah ini adalah kita sebagai calon guru dapat mengetahui sejauh mana pengaruh manusia dengan dengan lingkungan hidup serta menambah wawasan kita dalam mata kuliah ini.

E . Sistematika Penulisan Makalah

DAFTAR ISI


BAB I�� Pendahuluan

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penulisan
  4. Manfaat Penulisan
  5. System Pembahasan

BAB II� Pembahasan

  1. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam
  2. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan
  3. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya
  4. Kesehatan Lingkungan Hidup

BAB III Penutup

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam.

Aktivitas manusia tidak hanya bergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam mata pelajaran ini, yang dimaksud dengan modifikasi sebagai akibat aktivitas manusia bukanlah perubahan suhu atau punahnya flora-fauna tertentu (Bradsawdan Weaver 1993:488-489). Melainkan semua perubahan bentuk relief bumi atau permukaan tanah, baik sebagai akibat adanya konstruksi maupun ada gejala atau kenampakan fisik lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, gajala atau kenampakan akibat aktivitas manusia tersebut kadang-kadang tidak disadari kehadirannya. Lebih-lebih bila� tidak terkonsentrasi pada situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, gejala tersebut menjadi pokok bahasan salah satu cabang dalam arkeologi.

Dalam hal ini, pengetahuan, pengalaman , dan kecermatan sangat diperlukan untuk dapat melakukan identifikasi segala kenampakan di permukaan tanah. Melalui pengamatan yang seksama gejala atau kenampakan yang terbentuk sacara alamiah yang biasa dipelajari dalam geomorfologi (Bradsaw dan Weaver 1993: 264)

Bekas aktivitas di suatu lahan kadang tidak diketahui keberadaannya, karena telah tertimbun tanah dalam kurun waktu lama atau tertutup tanaman yang rimbun dan tidak diketahui oleh pengguna lahan yang baru. Dalam kasus seperti ini hasil interpretasi terhadap foto udara membantu mengungkap keberadaan bekas aktivitas tersebut.

1 . Indikasi Modifikasi

Pengetahuan mengenai indikasi-indikasi adanya modifikasi yang telah dilakukan manusia terhadap lingkungan alamanya sangat membantu dalam melakukan survey arkeologis.

Dalam bidang ilmu arkeologi, indikasi-indikasi tersebut merupakan bentuk-bentuk data arkeologo, yang dapat dikategorikan sebagai artefak, fitur atau ekofak. Agar indikasi tersebut dapat dijelaskan makna dan fungsinya, maka dilakukan beberapa kegiatan yaitu :

  • Perekaman, meliputi pengukuran, penggambaran, pemotrtan, dan pemetaan
  • Interpretasi yang didasarkan pada hasil perekaman data, sumber tertulis, gambar, foto, dan peta lama atau wawancara dengan penduduk sekitar.

Kombinasi dua atau lebih indikasi mengenal adanya aktivitas manusia kadang-kadang ditemukan di lokasi yang sama dan membentuk suatu situs arkeologi baru yang semula belum diketahui keberadaannya. Temuan atau situs baru yang berhasil diidentifikasi dan batas-batas distribusinya harus dicatat dengan baik dan diplotkan pada peta yang sudah ada untuk keperluan analisis selanjutnya. Berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa indikasi-indikasi yang telah disebutkan diatas, ada yang merupakan lubang bekas tiang suatu gubuk, pondasi rumah, bekas aktivitas penambangan.

Ada dua contoh hasil survey permukaan dan interpretasi terhadap indikasi bekas aktivitas manusia yang terdapat di Ari Zona dan Maryiand Amerika Serikat. Survey peretama yang berskala besar silakukan oleh Suzanio Fish, Paul Fish, dan tim di dekat Tucson, Ari Zona, di bagian barat daya Amerika Serikat. Survey tersebut telah menghasilkan temuan berupa timbunan batu kerakal sebanyak 42.000 buah, masing-masing timbunan tingginya kurang dari 1meter, dan diameternya kurang dari 1,50 meter.

Penelitian kedua dilakukan oleh suatu tim yang dipimpin oleh Mark Leone di tiga buah kebun dari abad XVIII di Annapollis Maryland, di bagian timur Amerika Serikat. Kegiatan penelitian arkeologi Lansekap tersebut menghasilkan dua buah pernis, yaitu :

  • Ruang-ruang diantara bangunan-bangunan dan fitur-fitur lainnya sama pentingnya denagn fitur itu sendiri.
    • Ruang-ruang tersebut mencerminkan makna sosial dan ideology ynag penting bagi pembuatnaya

2 . Distribusi Artefak

Selain contoh-contoh yang telah dikemukakan, banyak situs arkeologi yang dapat diidentifikasi keberadaannya melalui adanya konsentrasi temuan artefaktual di permukaan tanah, seperti fragmen-fragmen gerabah atau serpih-serpih batu beserta calon-calon beliung.

Sebagaimana gejala-gejala lainnya, himpunan artefak di suatu lokasi dapat mengubah relief permukaan tanah� sebagai contoh keberadaan timbunan-timbunan tata batu pada areal seluas kurang lebih 6.000 hektar, yang dikenal sebagai bengkel pembuatan beliung persegi dan mata panah di wilayah gunung, kabupaten pacitan, Jawa timur.

Dalam hal ini aktivitas alam, seperti aliran tidak dipungkiri ikut andil sebagai factor penyebab terjadinya transformasi atau akumulasi data arkeologi. Namun melalui pengamatan terhadap serpihan-serpihan batu limbah produksi beliung dan artefak yang ada, dapat dipastikan bahwa timbunan-tinbunan batu tersebut bukan sekedar hasil aktivitas alam, melainkan bekas aktivitas komunitas manusia ynag pernah tinggal di wilayah yang sekarang lebih dikenal sebagai wilayah yang tandus tersebut.

3 . Bangunan Monumental

Keberadaan konstruksi bangunan, baik masih dalam kondisi utuh maupun reruntuhan, paling mudah diketahui kehadirannya bila dibandingkan dengan jenis data arkeologis lainnya. Jenis data arkeologis ini, yang memang bentuknya sangat menonjol bila dibandingkan dengan gejala lainnya. Benar-benar mengubah relief permukaan �permukaan tanah yang terbentuk secara alamiah. Namun demikian, aktivitas alam yang tidak henti-hentinya, seperti meletusnya gunung berapi, banjir-banjir lahar, juga berpengaruh terhadap tersembunyi atau terkuaknya tinggalan arkeologis berupa bangunan monumental.

Kalau sekarang kita dapat menyaksikan kemegahan candi-candi di sekitar Yogaykarta dan Jawa Tengah , seperti candi Prambanan, dan Borobudur, sebenarnya tidak demikian halnya dengan candi-candi tersebut puluhan tahun yang lalu.

B. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan.

Penyebab terjadinya pencemara lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Beberapa jenis dari pencemaran lingkungan diantaany pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, danau, laut, air, tanah, dan sebaainya.

Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam mempunyai kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian tanah, pasir, bebatuan, dan mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah penxemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Pencemaran ada yang berlangsung terasa dampaknya misalnya, berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) atau yang akan dirasakan setelah jangka waktu tertyentu (penyekit kronis). Sebenarnya alam mempunyai kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (Self Recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu telampaui, maka pencemaran akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan, dan ekosistem.

1. Pencemaran Tanah

Keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah linhgkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, pengguna pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke lapisan sub permukaan.

Air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industry yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah diantaranya yaitu limbah padat berbentuk sampah anorganik atau sampah kering yaitu sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup. Jenis sampah ini tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme.

2. Pencemaran Udara

Pencemaan udara adalah kehadiran suatu auatu lebih substansi fisik kimia atau biologi di atmosfir dalam jumlah yang dapat membahayakan keswehatan manusia, hewan dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan atau merusak property.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumbar alam maupun keiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas radiasi, atau polusi cahaya. Dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional maupun global.

Pencemaran udara dibedakan menjadi pencemaran primer dan pencemaran sekunder. Pencemaran primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah salah satu contoh dari pencemaran primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Contoh lainnya yaitu asap. Asap merupakan partikel kecil dari karbon yang mengambang di udarayang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Efek yang dapat ditimbulkan dari asap tersebut ialah dapat menyababkan sesak nafas dan kerusakan pada lapisan epitel alveoli, bahkan dapat menyebabkan bronitish dan juga dapat mengurangi intensitas cahaya sehingga menyebabkan berkurangnya proses fotosintesis, sehingga dapat mematikan tumbuhan.

Pencemaran sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar primer di atmosfir. Pembentuksn ozo adalam smog fotokimia adalah salah satu contoh dari pencemaran udara sekunder.

3 . Pencemaran Air

Pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia maupun fenomena alam ynag mengakibatkan perubahan yang besra terhadap kualitas air.

Salah satu sumber dari pencemaran air yaitu limbah pemukiman. Limbsh pemukiman ini mengandung limbah domestic berupa sampah organic dan sampah an organic serta ditergen. Sampah organic adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri, contoh nya sisa sayuran, buah-buahan dan daun-daunan. Sedangkan sampah an organic seperti karet, plastic, atau kaca.

Sampah organic yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakanbakteri untuk proses pembusukannya.

Detergen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hamper setiap rumsh tangga menggunakan detergen padahal limbah detergen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.

C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya.

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk manusia �Homo Sapiens�, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang system kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari system sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya.

Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis pengikut Darwin menyatakan bahwa manusiaberasal dari kerayang berevolusi selam ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yangmenyanggah teork evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah SWT.

1.����� Perubahan secara lambat dan Perubahan secara cepat (dilihat dari waktu)

Perubahan secara lambat = evolusi, yaitu prubahan yang memerlukan waktu lama. Cirinya : memerlukan waktu lama, perubahannya kecil, perubahan tidak disadari oleh masyarakat, tidak diikuti oleh konflik atau tidak menimbulkan kekerasan. Ex: perubahan mata pencaharian masyarakat.

Perubahan secara cepat = revolusi, yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Ciri-cirinya membutuhkan waktu singkat, perubahannya besar karena menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan, perubahan disadari/direncanakan, seringkali diikuti oleh kekerasan atau menimbulkan konflik. Ex: revolusi Indonesia tahun 1945, reformasi Indonesia tahun 1998, revolusi industri Perancis dan Inggris.

2.����� Perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya� besar.

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang tidak membawa pengaruh langsung bagi kehidupan masyarakat. Ex; perubahan mode pakaian, gaya potongan rambut, dsb.

Perubahan yang membawa pengaruh besar adalah perubahan yang membawa pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat karena perubahan yang terjadi pada unsure-unsur social budaya masyarakat. Ex: Industrialisasi membawa pengaruh pada hubungan kerja, lembaga kemasyarakatan, system pemilikan tanah, pelapisan social, hubungan kekerabatan, dll.

3.����� Perubahan yang dikehendaki/direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki/tidak ayang dikehendaki/direncanakan= pembangunan adalah perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu yang ada dalam masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Biasanya perubahan tidak dihendaki muncul sebagai dampak dari perubahan yang direncanakan.

Secara garis besar perubahan social menyangkut perubahan dalam:

  1. kelompok social.
  2. stratifikasi social.
  3. lembaga-lembaga social.
  4. interaksi social.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial:

  1. Menurut Alvin Betrand: awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.
  2. Menurut David Mc Clelland: dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat.
  3. Prof. Soerjono Soekanto: Perubahan social disebabkan oleh factor intern dalam masyarakat itu� dan factor ekstern.

Faktor Intern antara lain:

1)����� Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi).

2)����� Adanya Penemuan Baru:

-�������� Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada.

-�������� Invention : penyempurnaan penemuan baru.

-�������� Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada.

Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.

3)����� �Konflik yang terjadii dalam masyarakat.

4)����� Pemberontakan atau revolusi.

Faktor ekstern antara lain:

1)����� perubahan alam.

2)����� peperangan.

3)����� pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).

Jadi menurut Soerjono Soekanto� factor pendorong perubahan social adalah:

1)����� sikap menghargai hasil karya orang lain.

2)����� keinginan untuk maju.

3)����� system pendidikan yang maju.

4)����� toleransi terhadap perubahan.

5)����� system pelapisan yang terbuka.

6)����� penduduk yang heterogen.

7)����� ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu.

8)����� orientasi ke masa depan.

9)����� sikap mudah menerima hal baru.

Ciri perubahan social adalah :

1)����� setiap masyarakat pasti� mengalami perubahan, baik lambat maupun cepat.

2)����� perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga social lainnya.

3)����� perubahan social yang cepat biasanya menimbulkan disintegrasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri.

Macam-macam Proses Perubahan Sosial Budaya:

a)����� Akulturasi.

b)����� Asimilasi.

c)����� Difusi.

d)����� Discovery.

e)����� Invention.

f)������� Inovasi.

g)����� Modernisasi: adalah proses perubahan tradisi, sikap, dan system nilai dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain, sehingga suatu bangsa dapat bertahan secara wajar di tengah-tengah tekanan berbagai masalah hidup di dunia dewasa ini.

h)����� Globalisasi: adalah suatu system atau tatanan yang menyebabkan seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi dunia. Atau suatu kondisi dimana tidak ada lagi batas-batas antara satu Negara dengan Negara lain dalam hal teknologi komunikasi.

Dampak perubahan social budaya :

  • Dampak Negatif Modernisasi.

a.��� sikap materialistic : orang lebih mengejar kekayaan materi dibanding dengan kualitas diri.

b.��� sikap individualistic: memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri dibanding menolong orang lain.

c.������ sikap konsumerisme: sikap hidup yang boros / konsumtif.

d.����� kesenjangan social ekonomi : timbulnya pelapisan social yang kuat ant yang kaya dengan yang miskin.

e.������ pencemaran / kerusakan lingkungan alam.

f.������� kriminalitas.

g.������ kenakalan remaja.

Tantangan baru bangsa Indonesia� akibat globalisasi yang dapat mengancam eksistensi jati diri Bangsa Indonesia:

  1. Guncangan budaya (cultural shock).

Ketidaksesuaian unsure-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan social yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Budaya yang masuk ke suatu masyarakat tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, kondisi seperti inipun juga dapat menimbulkan keguncangan budaya.

  1. Ketertinggalan budaya (cultural lag).

Perumbuhan atau perubahan unsure kebudayaan yang mengalami perubahan tidak sama cepatnya misalnya perubahan pada budaya material akan lebih cepat berubah dibanding budaya immaterial. Ketidak seimbangan perubahan antara budaya material dan immaterial itulah yang disebut dengan ketertinggalan budaya.

Antisipasi memudarnya jati diri bangsa karena globalisasi:

a)����� mamperkuat ideology dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan misalnya;upacara bendera.

b)����� pengimbangan kemajuan ilmu pengetahuan dengan iman.

c)����� mencegah meluasnya narkoba, pornoaksi melalui teknologi, miras dll.

d)����� mencintai produk dalam negeri.

e)����� meningkatkan persatuan dan kesatuan.

f)������� menjaga kelestarian lingkungan hidup.

g)����� orangtua semakin aktif dalam mendidik anak.

h)����� selektif terhadap budaya aasing yang masuk.

D. �Kesehatan Lingkungan Hidup

Keadaan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Didalam lingkungan yang sesusai penyebab penyakit dapat dipelihara dan ditularkan dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dari hewan ke hewan atau dari manusia ke hewan.

Didalam alam yang ditempati manusia dan hewan, selalu ada penyebab penyakit manusia dan hewan, karena pada setiap saat ada manusia atau hewan yang sakit dan mengeluarkan penyebab penyakit dari padanya. Penyebab penyakit yang dapat berupa bahan fisik maupun kimia dan berbagai macam organisme seperti virus dan lain-lain. Dapat ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara udara, air, tanah dan benda-benda lain, hewan atau tumbuh-tumbuhan.

1. penularan penyakit melalui air.

Air adalah mutlak untuk kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak diperhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat-zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan. Bila terdapat pencemaran dengan berbagai bahan kimia yang dapat berasal dari berbagai sumber alam maupun sumber buatan manusia. Hamper semua jenis orgasnisme penyebab penyakit dapat ditemukan dalam air.

Banyak penyakit menular bersumber pada air (water borne diseases). Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering didapat setelah berenang dikolam renang yang kurang pemeliharaannya. Contoh klasik penyakit bakteri yang bersumber pada air (water borne desiases) ialah typhoid, disentri dan kolera. Air yang tercemar oleh eks-kreta fikus dapat menularkan penyakit jamur melalui air dan cacing-cacing perut dapat ditemukan dalam air pula.

Tumbuhan didalam dan skeet air juga penting dalam penyebaran penyakit. Ada tumbuhan air yang melekat pada tumbuhan, bentuk-bentuk infektif dari parasit dan penularan terjadi karena makan tumbuhan tersebut sebagai sayuran mentah, contohnya salada air, kangkung air yang dapat mengandung larva dari cacing hati yang banyak menginfeksi api.

2. penularan penyakit melalui udara.

Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup udara dan itu dapat mnyebabkan penyakit dalam pernapasan. Penyakit influenza adalah contoh-contoh infeksi melalui udara. Penyakit yang disebabkan oleh jamur juga dapat ditularkan melalui udara.

Pencemaran dengan partikel-partikel kecil (debu) seperti jelaga, debu batu bara atau debu lainnya menyebabkan kerusakan paru-paru dan juga memudahkan masuknya infeksi lainnya.

3. penularan penyakit melalui tanah.

Air tanah banyak mengandung penyakit. Terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik sengaja seperti sengaja memakai kotoran sebagai pupuk kebun maupun secara tidak sengaja dengan buang air di kebun atau membuang kotoran anak-anak di kebun. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, terutama jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia. Di dalam tanah juga banyak ditemukan bentuk-bentuk infektif sebagai parasit. Cacing-cacing perut yang penyebarannya melalui tanah, terutama dikeluarkan melalui tinja. Itu dapat menyebabkan berbagai penyakit.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dan uraian tadi, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Aktifitas manusia sangat berpengaru terhadap lingkungan.

2. Aktifitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

3. Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.

4. Selain itu juga manusia juga mempengaruhi lingkungan budaya, karena manuia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial.

5. Keadaan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Di dalam lingkungan yang sesuai. Penyebab penyakit dapat dipelihara dan ditularkan dari manusia ke� manusia, dari hewan ke hewan, atau dari manusia ke hewan.

B. Saran

Ada beberapa saran yang ingin kami sampaikan pada penulisan ini yaitu:

1. Jaga dan peliharalah lingkungan ini dengan sebaik-baiknya.

2. Tidak merusak lingkungan yang ada disekitar kita.

3. Memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya dan sewajarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arya Wisnu. (2005). Dampak pencemaran. Jakarta : Bumi Aksara.

Ridwan. (2006). Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya dan Teknologi. Bandung :UPI PRESS.

Hans. J Daeng. (2006). Manusia Kebudayaan dan Lingkungan. Jakarta : PT Pustaka Pelajar.

Soerjani Moh. (2008). Lingkungan Sumber Daya Alam, Kependudukan dan Pembangunan. Bandung : UPI PRESS.

Administrator Tim. (2008). Dampak Pencemaran Lingkungan. Bandung : Seksi Penyehatan Lingkungan.

Admin. (2007). Menjaga Bumi. [online]. Tersedia: http://www.menjaga bumi.Com//. [24 Februari 2009].

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s