BATIK INDONESIA


BATIK INDONESIA

BATIK INDONESIA

Iklan

Pendekatan Inkuiri


Dalam kamus bahasa Inggris (Meindar Fm dan Siti Nurhayati, 1992: 126) bahwa “Inquiry berarti pertanyaan, pemeriksaan atau penyelidikan”. Inkuiri sebagai suatu proses untuk mencari atau memahami informasi. Inkuiri merupakan cara mempelajari fenomena alam dan mencari penjelasan berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari hasil kerja. Inkuiri dalam proses pembelajaran merupakan aktivitas dalam mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang ide-ide ilmiah serta memahami dan mempelajari fenomena alam.
David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak bahwa “Inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu”. (Sutrisno, 2008)
Dengan kata lain, “Inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu”. (Sutrisno, 2008)
Menurut Sagala (2006:196) bahwa “Pendekatan inkuiri sebenarnya bertolak dari pandangan bahwa siswa sebagai subjek dan objek dalam belajar, mempunyai kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya”.
Proses pembelajaran harus dipandang sebagai stimulus yang dapat menantang siswa untuk melakukan kegiatan belajar atau percobaan. Pendekatan inkuiri juga merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah, pendekatan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, dan mampu mengembangkan kekreatifan dalam memecahkan masalah. Dasar dari pemecahan masalah adalah kemampuan untuk belajar dalam situasi proses berpikir. Sebagaimana dikemukakan Downey (Trianto, 2007:134) mengatakan bahwa “The core of good thinking is the ability to solve problems. The essence of problem solving in the ability to learn in puzzling situations”.
Salah satu model pemrosesan informasi adalah model pembelajaran inkuiri. Menurut Gulo (Trianto, 2007:135) mengatakan bahwa.
Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, krisis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Dalam proses inkuiri, tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada pada diri siswa, termasuk pengembangan emosional dan keterampilan inkuiri. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri menurut Gulo (Trianto, 2007:138) mengatakan bahwa “Pembelajaran inkuiri merupakan suatu proses yang bermula dari mengajukan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan”.
Pembelajaran dengan inkuiri pada intinya menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada siswa. Sebagaimana dikemukakan Suchman (Trianto, 2007:139) bahwa.
Pembelajaran inkuiri dimulai mengajak siswa membayangkan seakan-akan dalam kondisi yang sebenarnya, mengidentifikasi komponen-komponen yang berada disekeliling kondisi tersebut, merumuskan permasalahan dan membuat hipotesis pada kondisi tersebut, memperoleh data dari kondisi tersebut dengan membuat pertanyaan dan jawaban “ya” atau “tidak” dan membuat kesimpulan dari data-data yang diperolehnya.