PEMAHAMAN KONSEPTUAL


Menurut Bloom (Yunus, 2009: 85), pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman merupakan hasil proses belajar mengajar yang mempunyai indikator individuda menjelaskan atau mendefinisikan suatu uniy informasi dengan kata-kata sendiri. Dari pernyataan ini, siswa dituntut tidak sebatas mengingat kembali pelajaran, namun lebih dari itu siswa mampu mendefinisikannya.hal ini menunjukan siswa telah memahami materi pelajaran walau dalam bentuk susunan kalimat berbeda tetapi kandungan maknanya tidak berubah. Pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan kedalam bentuk yang lebih dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengaplikasikannya.
Pemahaman merupakan kemampuan untuk menerangkan dan menginterprestasikan sesuatu. Pemahaman bukan sekedar mengetahui, yang biasanya hanya sebatas mengingat kembali pengalaman dan memproduksi apa yang pernah dipelajari. Pemahaman lebih dari sekedar mengetahui, karena pemahaman melibatkan proses mental yang dinamis. Pemahaman merupakan suatu proses bertahap yang mempunyai kemampuan tersendiri seperti menerjemahkan, menginterprestasi, eksplorasi, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Menurut Rosser (Yunus, 2009: 86) konsep adalah suatu yang abstrak mewakili satu objek-obyek kejadian, kegiatan-kegiatan atau hubungan-hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama. Oleh karena itu, orang mengalami stimulus berbede-beda, orang membentuk konsep sesuai dengan pengelompokan stimulus dengan cara tertentu. Karena konsep itu adalah abstraksi berdasarkan pengalaman dan karena tidak ada dua orang yang memiliki pengalaman yang sama persis, konsep yang di bentuk orang berbeda juga. Walau berbeda tetapi cukup untuk berkomunikasi menggunakan nama-nama yang diberikan pada konsep itu yang telah diterima bersamanya.

Berdasarkan sifatnya konsep dibagi menjadi dua jenis yaitu konsep konkret dan konsep abstrak, konsep konkret yaitu konsep yang sifat-sifatnya dapat diamati secara langsung. Konsep abstrak yaitu konsep yang memiliki sifat abstrak sehingga tidak dapat diamati dari pengalaman langsung.
Klausmeier ( Dahar, 1988 : 88 ) menghipotesiskan bahwa ada empat tingkatan pencapaian konsep. Empat tingkat pencapaian pencapaian menurut klausmeier adalah tingkat konkrit, tingkat identitas, tingkat klasifikatori, dan tingkat formal.
Klausmeier menerapkan tingkatan-tingkatan itu hanya pada konsep-konsep yang mempunyai lebih dari satu contoh, yang mempunyai contoh-contoh yang dapat diamati, atau wakil-wakil (representation) dari contoh-contoh dan atribut-atribut. Konsep-konsep relasional dan konsep-konsep lain mungkin hanya mempunyai sebagian dari kualitas-kualitas ini. Jadi konsep-konsep itu mempunyai pencapain yang berbeda.

Iklan

2 thoughts on “PEMAHAMAN KONSEPTUAL

    • iya kang,,,
      pemahaman anak tentang materi yang dipelajari jg dipengruhi bagaimana cara guru melaksanakan proses belajar mengajar,apakah dalam PBM menggunakan pendekatan,metode,media atau hanya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional.itu mempengaruhi

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s