TATA SURYA


1.MATAHARI SEBAGAI TATA SURYA
Matahari adalah proses tata surya yang dikelilingi oleh sembilan planet beserta benda lainnya.
Matahari merupakan salah satu bintang. Dikatakan bintang karena matahari dapat memancarkan cahaya sendiri.
Tata surya adalah susunan matahari dan benda-benda langit yang mengelilinginya
Matahari mempunyai gaya gravitasi yang besar karena sesuai dengan massanya yang juga besar dibandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Itulah sebabnya matahari sebagai pusat dan benda-benda langit lainnya beredar mengelilingi matahari.

2.PLANET
Planet adalah benda langit yang mengeliling matahari dan tidak memancarkan cahaya sendiri. Planet ada 9 macam yaitu:
1. Merkurius 2. Mars 3. Uranus
2. Venus 5. Jupiter 8. Neptunus
3. Bumi 6. Saturnus 9. Pluto
klasifikasi planet:
1.Berdasarkan bumi sebagai pembatas
a.Planet dalam: Merkurius dan Venus
b.Planet luar: Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto
2.Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
a.Planet terestrial
Karena ukuran dan komposisi penyusunnya sejenis yaitu batu-batuan (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars)
b.Planet Raksasa (Jovian)
Karena ukurannya besar dan komposisi penyusunnya sebagian besar es dan gas hidrogen (Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus)

BENTUK GARIS EDAR (ORBIT) PLANET
Planet-planet beredar mengelilingi matahari berbentuk elips

Titik perihelium adalah : Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling dekat dengan matahari
Titik Aphelium adalah : Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling jauh dengan matahari
Gerak peredaran benda-benda langit mengelilingi matahari disebut Revolusi., sedangkan gerak berputar pada porosnya sendiri disebut Rotasi
Periode Revolusi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk satu kali beredar mengelilingi matahari.
Periode Rotasi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk bergerak satu kali mengitari porosnya sendiri.
Arah revolusi dan rotasi benda-benda langit berlawanan dengan arah jarum jam atau dari arah barat ke timur.

Nama
Massa
(x massa bumi)
Garis tengah (km)
Jarak thd matahari
Periode Revolusi
Periode Rotasi
Juml
satelit
Massa jenis
(Ton / m3)
Kec grafitasi (m/s2)
Matahari
333.400
1.500.000


25 hari



Merkurius
0,053
4.897
58 juta km
88 hari
59 hari

5.4
3,6
Venus
0,007
12.104
108 juta km
224,7 hari
249 hari

5,25
0,87
Bumi
1
12.743
150 juta km
365,3 hari
24 jam
1
5,51
9,8
Mars
0,106
6.787
228 juta km
687 hari
24,6 jam
2
3,95
3,7
Jupiter
318
141.700
778 juta km
11,9 thn
9,9 jam
16
1,34
25,9
Saturnus
94,1
120.000
1.426 juta km
29,5 thn
10,4 jam
19
0,7
11,3
Uranus
14,4
50.800
2.872 juta km
84 thn
10,8 jam
5
1,58
10,4
Neptunus
17,1
48.000
4.490 juta km
164,8 thn
15,7 jam
2
2,3
14
Pluto
0,9
4.500
5.910 juta km
284,4 thn
6,4 hari
1
2

3.SATELIT
Satelit adalah benda kecil yang mengitari planet sebagai pengiringnya.
Satelit ada dua macam: 1. Satelit Alamiah, 2. Satelit buatan
Satelit alamiah adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya kita.
Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia.

4.ASTEROID (PLANELOID)
Asteroid adalah benda-benda angkasa yang menyerupai planet yang terdapat dalam daerah orbit antara Mars dan Jupiter.
Contoh asteroid:
a.Ceres, merupakan asteroid yang terbesar dengan diameter  750 km.
b.Icarus, adalah ateroid yang pernah mendekati bumi
c.Pallas, Juno, dan Vesta, merupakan asteroid besar dengan diameter antara 200 km s/d 700 km.

5.KOMET (BINTANG BEREKOR)
Komet adalah benda yang bergerak mengelilingi matahari dengan garis edar yang sangat lonjong dan miring terhadap edar bumi (Ekliptika)
Bagian-bagian komet: – Inti (nukleus) – awan hidrogen
– koma – ekor
Inti Komet terdiri atas gumpalan benda padat (es) yang terdiri atas air (H2O), Karbondioksida (CO2), amoniak (NH3) metana (CH4) dan debu.
Koma adalah daerah kabut yang mengelilingi inti.
Koma terdiri atas gas dan debu.
Inti dan koma bergabung membentuk kepala komet.
Ekor komet terbentuk karena partikel-partikel gas dan debu terdorong oleh radiasi matahari.
Ekor komet selalu menjauh dari matahari karena di halau tekanan dan radiasi matahari.
Ekor komet terpanjang terjadi ketika dekat dengan matahari (titik perihelium) dan kemudian menghilang ketika berada sangat jauh dari matahari.
Ada dua sebab ekor komet tampak oleh kita.
1.gas-gas dan debu dapat memantulkan cahaya.
2.Sebagian gas-gas debu menyerap sinar ultraviolet dan mengeluarkannya dalam bentuk cahaya tampak
Bentuk lintasan komet:
a.elips
b.parabola
c.hiperbola.

Contoh komet: – Komet Halley (periode revolusi 76 tahun)
– Komet kohoutek (tampak dari bumi setiap 75000 th sekali

6.METEOR
Meteoroid adalah benda-benda ruang angkasa yang orbitnya tidak teratur dan terletak di dekat bumi. Karena pengaruh gaya gravitasi meteorid kadang-kadang jatuh masuk ke atmosfir bumi. Karena gerak jatuhnya cepat, meteorid bisanya habis terbakar selama bergesekan dengan atmosfis. Terbakarnya meteorit tampak seperti lintasan cahaya yang disebut meteor.
Meteor adalah lintasan cahaya yang ditimbulkan oleh meteoroid karena masuk ke atmosfir bumi.
Meteorid adalah meteoroid yang jatuh sampai di permukaan bumi. Meteorid dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Meteorid besi dan meteorid batu.

7.MATAHARI SEBAGAI BINTANG
Matahari dan bintang mempunyai kesamaan yaitu masing-masing memancarkan cahaya sendiri. Matahari termasuk bintang yang besar dan mempunyai kecahayaan yang terang dalam galaksi bimasakti.
Kecahayaan bintang (tingkat terang) dinyatakan dalam magnitudo.
Magnitudo dibagi menjadi 2 yaitu:
– Magnitudo semu: banyaknya cahaya yang sampai ke mata.
– Magnitudo absolut (mutlak): banyaknya cahaya yang dipancarkan bintang.
a.Energi Pancaran Matahari
Pancaran energi magnetodo berupa gelombang elektromagnetik. Masing-masing gelombang elektromagnetik mempunyai tingkat energi tertentu. Gelombang elektromagnetik yang dipancarkan matahari berupa spektrum, yaitu suatu gelombang yang terdiri dari bermacam-macam gelombang.
Tabel Spektrum Cahaya Matahari
Jenis gelombang
Panjang gelombang (oA)
% dari seluruh
energi matahari
Sinar gama
Sinar X
Sinar ultraviolet
10 -10 – 10 -2
10 -4 – 100
100 – 4000
9 %
Cahaya tampak Violet
Biru
Hijau
Kuning
Jingga
Merah
4000 – 4300
4300 – 4900
7900 – 5300
5300 – 5800
5800 – 6300
6300 – 7000
41 %
Sinar inframerah
Gelombang radio, mikro
7000 – 107
107 <
50%
Unsur penyusun matahari: 70 % gas Hidrogen, 25 % gas Helium, 5 % unsur lain (gas oksigen, Karbon, Neon, Besi, Nitrogen, Magnesium, Nikel, dan Belerang.
Energi matahari berasal dari radiasi fusi, yang berlangsung pada suhu yang sangat tinggi.
Reaksi fusi adalah: reaksi penggabungan inti-inti ringan (hidrogen) membentuk inti-inti berat (Helium)
Data fisik matahari:
a.Diameter : 1.400.000 km f. Suhu dipermukaan : 6000 oC
b.Luas permukaan : 6,15 . 1012 km2 g. Suhu di inti : 15 juta K
c.Volume : 1,44 . 1027 m3 h. Penyusun matahari : 70% Hidrogen
d.Massa : 2 . 1030 kg 25% Helium
e.Massa jenis : 1400 kg / m3 5% Unsur lain
Energi yang dipancarkan matahari: 3,88 . 1029 joule/sekon
b.Lapisan (Susunan) Matahari
Susunan lapisan matahari ada 4 yaitu: inti, fotosfer, kromosfer, dan korona.
1.Inti.
Merupakan bagian dalam bumi. Dalam inti terjadi reaksi fusi. Energi hasil reaksi fusi dipancarkan ke luar secara radiasi suhu di bagian pusat (inti) kurang lebih 15.000.000 K.
2.Fotosfer (lapisan cahaya)
Fotosfer merupakan lapisan atas matahari yang terlihat dari bumi sebagai pemancar cahaya. Suhu lapisan ini kurang lebihnya 6000 oC.
3.Kromosfer
Kromosfer merupakan lapisan gas di atas yang tebalnya sekitar 12.000 km. Kromosfer (lapisan atmosfer matahari) hanya dapat dilihat pada waktu gerhana matahari total, kromosfer tampak seperti gelang/cincin berwarna merah. Pada lapisan paling atas , diperkirakan suhunya 10.000 oK.
4.Korona
Korona merupakan lapisan matahari yang paling luar. Lapisan ini sering disebut lapisan atmosfir matahari. Suhu pada lapisan ini diperkirakan 1.000.000 K s/d 2.000.000 K. Korona dapat dilihat pada saat gerhana matahari. Korona dapat diamati dengan teleskop disebut dengan koronagraf
c.Aktifitas (Kegiatan) Matahari
Ada 3 macam kegiatan di permukaan matahari yaitu gumpalan matahari, bintik matahari dan lidah api matahari
1.Gumpalan matahari (Granula)
yaitu gumpalan-gumpalan pada permukaan fotosfer yang disebabkan oleh aliran gas yang sangat panas dari inti matahari ke atmosfer.
2.Bintik Matahari (Noda Hitam)
Yaitu daerah gelap pada fotosfer. Daerah gelap ini timbul karena suhu pada daerah tersebut lebih rendah dari pada daerah disekitarnya. Perbedaan suhu disebabkan oleh terhalangnya gumpalan gas panas dari inti matahari.
3.Lidah api matahari (Prominensa)
Yaitu pancaran gas yang memijar dan muncul dari sekitar bintik matahari. Bahannya terdiri dari proton dan elektron dari atom hidrogen. Akibatnya banyak gas hidrogen pada lapisan tersebut terionisasi menjadi proton dan elektron. Partikel-partikel terebut terpancar dengan kecepatan tinggi sehingga sampai diatmosfer bumi. Akibatnya sinar radio dan TV bisa terganggu

8.BUMI SEBAGAI PLANET
a.Bentuk dan ukuran bumi
a. garis tengah butub
b. garis tegah katulistiwa

Bumi adalah benda yang beredar mengelilingi matahari dengan bentuk bulat pepat
Data ukuran bumi
Garis tengah katulistiwa : 12.757 km
Garis tengah kutub. : 12.714 km
Jari-jari katulistiwa : 6.738,5 km
Jari-jari kutub : 6357 km
Keliling katulistiwa : 40.077 km
Keliling bumi kutub : 40.009 km
Luas bumi : 510.100 . 933,5 km2
Massa bumi : 6 x 1024 kg
Suhu permukaan bumi rata-rata : 14 oC
Suhu inti bumi : 6.000 oC
Volume bumi : 1012 km3 = 1021 m3
Massa jenis bumi : 5,5 103 kg/cm3 = 5,5 gr/cm3
Jarak bumi – matahari rata-rata : 150 juta km
Jarak bumi – bulan rata-rata : 384.000 km
b.Grafitasi (gaya tarik menarik)
Yaitu kemampuan bumi menarik benda. Besarnya gaya grafitasi bumi tergantung pada massa dan jarak benda tersebut dari permukaan bumi. Makin tinggi suatu benda makin kecil gaya tarik bumi. Makin besar massa benda, makin besar pula gaya grafitasinya.
Akibat adanya gaya grafitasi
atmosfer selalu menyelubungi bumi
satelit dapat beredar tepat pada orbitnya.
Benda yang dilepaskan dari ketinggian tertentu selalu jatuh ke bawah.
c.Rotasi Bumi
Periode rotasi bumi = 23 jam 56 menit (24 jam = 1 hari)
Arah rotasi bumi dari barat ke timur
Akibat dari rotasi bumi adalah :
1.Gerak semu harian benda langit
perputaran bumi pada porosnya menyebabkan benda-benda di langit tampak bergerak dari timur ke barat

2.Adanya perbedaan waktu
satu kali rotasi membentuk sudut 360o dan periode rotasi 24 jam. Sehingga setiap 1 jam mempunyai beda bujur 360o/24 = 15o.
3.Adanya pergantian siang dan malam
permukaan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang hari dan permukaan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam hari
4.Adanya perubahan/pembelokan arah angin di sekitar katulistiwa
5.Penggembungan katulistiwa bumi dan pemepatan kutup-kutub bumi.
d.Revolusi bumi
Periode revolusi bumi = 365,25 hari (1 tahun). Arah gerak revolusi bumi berlawanan dengan arah jarum jam. Dalam geraknya sumbu bumi miring dengan arah yang sama, kemiringan itu besarnya 66,5o terhadap ekliptika dan 23,5o terhadap garis yang lurus terhadap ekliptika. Ekliptika adalah bidang edar bumi mengililingi matahari. Selama berevolusi arah kemiringan bumi tetap. Karena kemiringan bumi , seolah-olah selama setengah tahun matahari bergerak ke utara dan setengah tahun bergerak ke selatan . Akibat-akibat dari revolusi bumi adalah
1.terjadinya pergantian musim

Gb. Pergeseran semu matahari.
Pergantian musim hanya terjadi di daerah
yang terletak 23,5o LU/LS – 66,5o LU/LS

No
Tanggal
Posisi Bumi
Belahan Bumi Utara
Belahan Bumi Selatan
1
21 Maret s/d 21 Juni
Kutub Utara makin miring ke arah matahari
Siang hari lebih panjang dari malam hari
– Musim semi
Malam hari lebih panjang dari siang hari
Musim gugur
2
21 Juni s/d 23 September
Kutub Selatan makin condong ke arah matahari
Siang hari lebih panjang dari malam hari
– Musim panas
Malam hari lebih panjang dari siang hari
Musim dingin
3
23 Sept s/d 22 Desember
Kutub Selatan makin condong ke arah matahari
Malam hari lebih panjang dari siang hari
Musim gugur
Siang hari lebih panjang dari malam hari
Musim semi
4
22 Des s/d 21 maret
Kutub Utara makin condong ke arah matahari
Malam hari lebih panjang dari siang hari
Musim dingin
Siang hari lebih panjang dari malam hari
Musim panas

2.Adanya perubahan lamanya siang dan malam
Akibat kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika, panjang siang hari tidak selalu sama dengan malam hari
3.Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda dari bulan ke bulan.
Rasi bintang adalah kumpulan bintang-bintang yang membentuk pola tertentu, misal: Rasi Skorpio, Rasi Leo, dll

e.Tahun Masehi / Tahun Syamsiyah
Perhitungan Tahun Masehi didasarkan atas periode revolusi bumi. Sekali periode revolusi bumi : 365,25 hari. Satu tahun dibulatkan menjadi 365 hari, dan kelebihan 0,25 hari tersebut setelah 4 tahun menjadi 1 hari, sehingga tahun keempat berjumlah 366 hari yang disebut tahun kabisat. Tahun Kabisat adalah angka tahun yang habis dibagi empat. Satu tahun kabisat terdiri atas 366 hari. Bulan Februari dalam tahun kabisat terdiri dari 29 hari.

9.BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI
Bulan adalah benda-benda langit berbentuk bulat (bola) yang beredar mengelilingi bumi.
Massa bulan : 1/18 massa bumi
Diameter bulan : ¼ diameter bumi
Gaya gravitasi bulan : 1/6 gravitasi bumi
Jarak bulan terhadap bumi : 384.403 km
Masa jenis bulan : 3,5 gr/cm3
Lintasan bulan mempunyai kemiringan terhadap ekliptika sebesar 5o
a.Rupa bulan
Rupa bulan dibagi menjadi 5 macam
1.Laut/Maria
Yaitu deretan yang kering dan halus permukaannya dan agak gelap
2.Pegunungan
3.Kawah
4.Sinar
5.Lembah
b.Bulan tidak memiliki atmosfer
Gravitasi bulan yang sangat kecil, yaitu 1/6 kali gravitasi bumi menyebabkan gaya tarik tidak mampu mengikat atmosvir.
Tidak adanya atmosfer dibulan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1.Suhu dipermukaan bulan berubah dengan cepat
Suhu bagian yang terkena sinar matahari mencapai 110 oC
Suhu bagian yang tidak terkena sinar matahari mencapai -173 oC
2.Bunyi tidak dapat merambat dibulan, dan dibulan tidak ada zat perantara sehingga bunyi dibulan tidak terdengar
3.Langit dibulan tampak hitam
Di bulan tidak ada atmosfir sehingga tidak terjadi penyebaran cahaya yang menyebabkan langit tampak hitam
4.Di bulan tidak ada siklus air
Atmosfir berfungsi mengatur siklus air, karena di bulan tidak ada atmosfir sehingga dibulan tidak ada siklus air
c.Gerak bulan
Bulan melakukan tiga geraka yaitu:
1.Rotasi, yaitu gerak bulan mengitari porosnya sendiri
2.Revolusi, yaitu gerak bulan mengitari bumi
3.Gerak bulan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari
Periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya yaitu 29,5 hari (1 bulan) yang menyebabkan muka bulan yang menghadap ke bumi tetap (sama), artinya muka bulan yang tampak dari bumi hanya sebagian dan sebagian lagi tidak pernah nampak ke bumi.
Periode peredaran bulan ada 2 jenis yaitu:
1.Periode Sideris
Yaitu waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi satu kali revolusi sebesar 360o. periode bulan sideris besarnya 27 1/3 hari
2.Periode Sinodis
Yaitu waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi dari bulan baru sampai kembali ke bulan baru lagi
Periode bulan sinodis : 29 ½ hari

d.Fase / Bentuk Bulan
Karena revolusi bulan separoh bulan yang menghadap ke bumi dan terkena sinar matahari berbeda-beda, akibatnya kita dibumi melihat bentuk bulan yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang berbeda-beda dari bulan yang kita lihat disebut fase bulan.
Ada 4 fase bulan, yaitu:
1.Bulan baru / bulan mati
Bulan diantara matahari dan bumi
2.Kuartir pertama (bulan separoh)
Bulan telah beredar ke arah perempatan yang pertama
3.Bulan Purnama (kuartir kedua)
Bulan berada di belakang bumi. Kedudukan matahari – bumi – bulan segaris
4.Kuartir ketiga
Peredaran bulan sampai pada perempatan ketiga

e.Tahun Hijriah / Tahun Komariah
Perhitungan tahun ini didasarkan atas periode sinodis bulan, yaitu yang terdiri atas 29,5 x 12 = 354 hari. Jadi dengan tahun Masehi terdapat selisih 365 – 354 = 11 hari dalam satu tahun
Bulan-bulan pada tahun Komariah
No
Nama bulan
Umur bulan

No
Nama bulan
Umur bulan
1
Muharam
29 hari

7
Rajab
29 hari
2
Safar
30 hari

8
Sya’Ban
30 hari
3
Robiul awal
29 hari

9
Ramahdan
29 hari
4
Robiul akhir
30 hari

10
Syawal
30 hari
5
Jumadi awal
29 hari

11
Zulkaidah
29 hari
6
Jumadi akhir
30 hari

12
Zulhijah
30 hari
f.Gerhana
Gerhana ada 2 macam yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari
1.Gerhana Bulan

Gerhana bulan ada dua macam yaitu
a.Gerhana bulan total
Gerhana bulan total terjadi bila bulan masuk seluruhnya dalam bayangan umbro bumi
b.Gerhana bulan sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi bila bulan berada dalam penumbra bumi.
Umbra (bayangan inti) adalah daerah gelap di belakang benda yang sama sekali tidak terkena cahaya.
Penumbra (bayangan kabur/bayangan tambahan) adalah daerah gelap disekitar umbra yang masih terkena cahaya.
2.Gerhana matahari

Gerhana matahari ada 3 macam yaitu:
a.Gerhana matahari total
Terjadi jika bagian bumi berada dalam umbra bulan
b.Gerhana matahari sebagian (parsial)
Terjadi jika bagian bumi berada dalam penumbra bulan
c.Gerhana matahari cincin/gelang
Hal ini terjadi jika yang menutupi bumi adalah perpanjangan umbra bulan

PASANG SURUT AIR LAUT
Pasang adalah peristiwa naik turunnya permukaan air laut. Pasang ada 2 macam, yaitu:
2.Pasang naik, bila air laut permukaan naik
3.Pasang surut, jika air laut permukaannya turun/surut.
Penyebab terjadinya pasang surut adalah karena gaya grafitasi bulan dan gaya grafitasi matahari terhadap bumi.
Pasang naik terjadi pada saat bulan purnama dan bulan baru
Pasang surut terjadi pada saat kuartir pertama dan kuartir ke tiga

PENERBANGAN ANGKASA LUAR
Angkasa luar adalah tempat-tempat pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi di mana gaya grafitasi bumi sama dengan nol. Daerah tersebut berada pada ketinggian 3000 km dari permukaan bumi.
Tujuan penelitian:
1.Pengembangan ilmu pengetahuan
2.Komunikasi
3.Peluncuran satelit cuaca
4.Kepentingan militer
Peluncuran satelit luar angkasa
1.Spuntik I, tahun 1957 (UniSovyet)
2.Explorer (Amerika Serikat)
3.Vostok I (berhasol mengorbit bumi)
4.Apollo XI (tahun 1969) oleh Amerika Serikat)
Pendaratan manusia ke bulan
Pada tanggal 16 Juli 1969 dengan menggunakan Apollo 11 Amerika Serikat berhasil mendaratkan 3 orang Astronot di bulan untuk pertama kalinya (Neil Amstrong Edwin E, Aldrin, dan Michael Collins) kemudian dilanjutkan dengan Apollo 12 (18 Nopember 1969) Apollo 14 (5 Februari 1971), Apollo 15 (30 Juli 1971), Apollo 16 (20 April 1972), Apollo 17 (11 Desember 1972)
Pesawat Ulang Alik.
Pesawat Ulang Alik adalah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan beberapa kali untuk penerbangan ke ruang angkasa.
Komponen pesawat ulang alik:
1.Orbit ialah pesawat yang mengorbit bumi, memiliki 3 mesin utama dan berbagai roket
2.Dua buster (roket peluncur) yaitu bagian yang meluncurkan orbiter ke ruang angkasa
3.Tangkai luar berfungsi mendorong orbiter ke ruang angkasa.
Contoh pesawat ulang alik: Discovery, Columbia, Atlantis, dan Chalenger
Satelit Komunikasi Palapa
Satelit Komunikasi adalah alat yang diluncurkan ke angkasa luar dan berfungsi untuk mempermuda komunikasi jarak jauh melalui radio, televisi dan telepon. Satelit Komunikasi Indonesia disebut Satelit Palapa. Satelit Palapa termasuk jenis satelit Geostasioner. Artinya kecepatan orbit satelit tersebut sama dengan kecepatan rotasi bumi. Akibatnya satelit tersebut selalu mengarah ke tempat yang sama dipermukaan bumi. Satelit Palapa diluncurkan dalam beberapa generasi.
Satelit generasi pertama:
Palapa A1 diluncurkan pada 8 juli 1976
Palapa A2 diluncurkan pada 10 Maret 1977
Satelit generasi kedua:
Palapa B1 diluncurkan pada 19 Juni 1983
Palapa B2 diluncurkan pada 6 Februari 1984
Palapa B-2P diluncurka pada 20 Maret 1990
Palapa B-2R diluncurkan pada 20 Maret 1990
Palapa B4 diluncurkan pada 7 Mei 1992
Satelit generasi ketiga
Palapa C1 diluncurkan pada tahun 1995
Palapa C2 diluncurkan pada tahun 1996

Iklan

Rumah Adat di Indonesia


1.Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Rumah Adat Tradisional : Rumoh aceh

2.Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Rumah Adat Tradisional : Rumah balai batak toba

3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Rumah Adat Tradisional : Rumah gadang

4. Provinsi Riau
Rumah Adat Tradisional : Rumah melayu selaso jatuh kembar

5. Provinsi Jambi
Rumah Adat Tradisional : Rumah panggung

6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel
Rumah Adat Tradisional : Rumah limas

7. Provinsi Lampung
Rumah Adat Tradisional : Nuwo sesat

8. Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Tradisional : Rumah bubungan lima

9. Provinsi DKI Jakarta
Rumah Adat Tradisional : Rumah kebaya

10. Provinsi Jawa Barat / Jabar
Rumah Adat Tradisional : Kesepuhan

11. Provinsi Jawa Tengah / DI Yogyakarta / Jawa Timur
Rumah Adat Tradisional : Rumah joglo

12. Provinsi Bali
Rumah Adat Tradisional : Gapura candi bentar
13. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB
Rumah Adat Tradisional : Dalam loka samawa

14. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT
Rumah Adat Tradisional : Sao ata mosa lakitana

15. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Rumah Adat Tradisional : Rumah panjang

16. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Rumah Adat Tradisional : Rumah betang

17. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Rumah Adat Tradisional : Rumah banjar

18. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Rumah Adat Tradisional : Rumah lamin

19. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut
Rumah Adat Tradisional : Rumah bolaang mongondow

20. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng
Rumah Adat Tradisional : Souraja / Rumah besar

21. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra
Rumah Adat Tradisional : Laikas

22. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel
Rumah Adat Tradisional : Tongkonan

23. Provinsi Maluku
Rumah Adat Tradisional : Baileo

24. Provinsi Irian Jaya / Papua
Rumah Adat Tradisional : Rumah honai

List Nama Rumah Adat Di Indonesia :
Propinsi Ibu Kota Rumah adat
——
Aceh Banda Aceh Rumoh aceh
Sumatera Utara Medan Rumah balai batak toba
Sumatera Barat Padang Rumah gadang
Riau Pekanbaru Rumah melayu selaso jatuh kembar
Jambi Jambi Rumah panggung
Sumatera Selatan Palembang Rumah limas
Bengkulu Bengkulu Rumah bubungan lima
Lampung Bandar Lampung Nuwo sesat
Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang –
Kepulauan Riau Tanjung Pinang –
Jakarta Jakarta Rumah kebaya
Yogyakarta Yogyakarta Rumah joglo
Jawa Barat Bandung Kesepuhan
Jawa Tengah Semarang Rumah joglo
Jawa Timur Surabaya Rumah joglo
Banten Serang –
Bali Denpasar Gapura candi bentar
Nusa Tenggara Timur Kupang Sao ata mosa lakitana
Nusa Tenggara Barat Mataram Dalam loka samawa
Kalimantan Barat Pontianak Rumah panjang
Kalimantan Tengah Palangka Raya Rumah betang
Kalimantan Selatan Banjarmasin Rumah banjar
Kalimantan Timur Samarinda Rumah lamin
Sulawesi Utara Manado Rumah bolaang mongondow
Sulawesi Tengah Palu Souraja / Rumah besar
Sulawesi Selatan Makassar Tongkonan
Sulawesi Tenggara Kendari Laikas
Sulawesi Barat Mamuju –
Gorontalo Gorontalo –
Maluku Ambon Baileo
Maluku Utara Ternate –
Papua Jayapura Rumah honai
Papua Barat Manokwari –

Lagu Daerah Di Indonesia


Berikut ini adalah daftar lagu daerah di Indonesia yang telah disusun menurut abjad.
Ambon Manise (Maluku)
Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
Anju Ahu (Sumatera Utara)
Apuse (Papua)
Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
Ayo Mama (Maluku)
Bapak Pucung (Jawa Tengah)
Barek Solok (Sumatera Barat)
Batanghari (Jambi)
Batti’batti (Sulawesi Selatan)
Bolelebo (Nusa Tenggara Barat)
Bubuy Bulan (Jawa Barat)
Buka Pintu (Maluku)
Bungong Jeumpa (Aceh)
Burung Kakatua (Maluku)
Burung Tantina (Maluku)
Butet (Sumatera Utara)
Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)
Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)
Cing Cangkeling (Jawa Barat)
Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)
Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)
Dayung Palinggam (Sumatera Barat)
Dayung Sampan (Banten)
Dek Sangke (Sumatera Selatan)
Desaku (Nusa Tenggara Timur)
Dewa Ayu (Bali)
Es Lilin (Jawa Barat)
Esa Mokan (Sulawesi Utara)
Gai Bintang (Jawa Timur)
Gambang Suling (Jawa Tengah)
Ganrang Pakarena (Sulawesi Selatan)
Gek Kepriye (Jawa Tengah)
Goro-Gorone (Maluku)
Gundul Pacul (Jawa Tengah)
Gunung Salahatu (Maluku)
Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)
Huhatee (Maluku)
Ilir-Ilir (Jawa Tengah)
Indung-Indung (Kalimantan Timur)
Injit-Injit Semut (Jambi)
Jali-Jali (Jakarta)
Jamuran (Jawa Tengah)
Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)
Kabile-Bile (Sumatera Selatan)
Kalayar (Kalimantan Tengah)
Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)
Kembang Malathe (Jawa Timur)
Keraban Sape (Jawa Timur)
Keroncong Kemayoran (Jakarta)
Kicir-Kicir (Jakarta)
Kole-Kole (Maluku)
Kutang Barendo (Riau)
Lalan Belek (Bengkulu)
Lancang Kuning (Riau)
Lembah Alas (Aceh)
Lembe-lembe (Maluku)
Lenggang Kangkong (Riau)
Lerang Wutun (Nusa Tenggara Timur)
Lisoi (Sumatera Utara)
Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
Macepet Cepetan (Bali)
Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)
Mak Inang (Sumatera Barat)
Malam Baiko (Sumatera Barat)
Mande-Mande (Maluku)
Manuk Dadali (Jawa Barat)
Mariam Tomong (Sumatera Utara)
Mejangeran (Bali)
Meyong-Meyong (Bali)
Moree (Nusa Tenggara Barat)
Naik-Naik Ke Puncak Gunung (Maluku)
Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)
Nuusak Asik (Bali)
O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)
O Ulate (Maluku)
Ole Sioh (Maluku)
Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)
Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)
Pakarena (Sulawesi Selatan)
Paku Gelang (Sumatera Barat)
Panon Hideung (Jawa Barat)
Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)
Pileuleuyan (Jawa Barat)
Pinang Muda (Jambi)
Piso Surit (Sumatera Utara(Karo))
Pitik Tukung (Yogyakarta)
Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)
Rambadia (Sumatera Utara)
Rang Talu (Sumatera Barat)
Rasa Sayang-Sayange (Maluku)
Ratu Anom (Bali)
Ronggeng (Jakarta)
Sajojo (Papua)
Sapu Nyere Pegat Simpai (Jawa Barat)
Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)
Sarinande (Maluku)
Saule (Maluku)
Sayang Kene (Maluku)
Selendang Mayang (Jambi)
Sengko-Sengko (Sumatera Utara)
Si Patokaan (Sulawesi Utara)
Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
Sing Sing So (Sumatera Utara)
Sinom (Yogyakarta)
Sitara Tillo (Sulawesi Utara)
Soleram (Riau)
Sudah Berlayar (Maluku)
Sungai Suci (Bengkulu)
Surilang (Jakarta)
Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)
Tahanusangkara (Sulawesi Utara)
Tan Mahurang (Sulawesi Utara)
Tana Wolio (Sulawesi Tenggara)
Tanase (Maluku)
Tanduk Majeng (Jawa Timur)
Tari Tanggai (Sumatera Selatan)
Te Kate Dipanah (Yogyakarta)
Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)
Timang-Timang Anakku Sayang (Jambi)
Tokecang (Jawa Barat)
Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
Tope Gugu (Sulawesi Tengah)
Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)
Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)
Umang-umang (Bengkulu))
Waktu Hujan Sore-Sore (Maluku)
Yamko Rambe Yamko (Papua)
Zapin Laksmana Raja di Laut (Riau)
Zapin Pantai Solop (Riau)

Senjata Tradisional Indonesia


Daftar Senjata Tradisional Indonesia
Berikut ini nama – nama senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu meskipun mungkin ada dari beberapa propinsi yang kurang lengkap dan sebagainya, sumber – sumber literatur sedang di gali lagi sehingga lebih lengkap.
Nama Senjata Tradisional Khas Daerah Adat Budaya Nasional – Kebudayaan Nusantara Indonesia
Tue, 30/05/2006 – 9:28pm — godam64
1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Senjata Tradisional : Rencong
2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Senjata Tradisional : Piso Surit, Piso Gaja Dompak
3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Senjata Tradisional : Karih, Ruduih, Piarit
4. Provinsi Riau
Senjata Tradisional : Pedang JenaWi, Badik Tumbuk Lado
5. Provinsi Jambi
Senjata Tradisional : Badik Tumbuk Lada
6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel
Senjata Tradisional : Tombak Trisula
7. Provinsi Lampung
Senjata Tradisional : Terapang, Pehduk Payan
8. Provinsi Bengkulu
Senjata Tradisional : Kuduk, Badik, Rudus
9. Provinsi DKI Jakarta
Senjata Tradisional : Badik, Parang, Golok
10. Provinsi Jawa Barat / Jabar
Senjata Tradisional : Kujang
11. Provinsi Jawa Tengah / Jateng
Senjata Tradisional : Keris
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta
Senjata Tradisional : Keris Jogja
13. Provinsi Jawa Timur / Jatim
Senjata Tradisional : Clurit
14. Provinsi Bali
Senjata Tradisional : Keris
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB
Senjata Tradisional : Keris, Sampari, Sondi
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT
Senjata Tradisional : Sundu
17. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Senjata Tradisional : Mandau
18. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Senjata Tradisional : Mandau, Lunjuk Sumpit Randu
19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Senjata Tradisional : Keris, Bujak Beliung
20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Senjata Tradisional : Mandau
21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut
Senjata Tradisional : Keris, Peda, Sabel
22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng
Senjata Tradisional : Pasatimpo
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra
Senjata Tradisional : Keris
24. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel
Senjata Tradisional : Badik
25. Provinsi Maluku
Senjata Tradisional : Parang Salawaki / Salawaku, Kalawai
26. Provinsi Irian Jaya / Papua
Senjata Tradisional : Pisau Belati
27. Provinsi Timor-Timur / Timtim
Senjata Tradisional : Parang

Perubahan Lingkungan Alam


Lingkungan fisik atau lingkungan alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah seperti sumberdaya alam air, hutan, tanah, batuan, tumbuhan, hewan, sungai, iklim, suhu dan sebagainya. Lingkungan alam sifatnya menetap oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dipelajari dan dikenal oleh anak. Sesuai dengan kemampuannya anak dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari- hari, termasuk juga proses terjadinya.
Dalam mempelajari lingkungan alam ini anak diharapkan akan lebih memahami gelaja-gejala alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, lebih dari itu anak juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan mungkin juga anak bisa turut berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam.
Permukaan bumi beraneka ragam, ada lembah, gunung dan daratan. Dari aneka ragam permukaan itu semua bersifat tidak tetap bahkan selalu mengalami perubahan. Permukaan bumi yang berubah, lebih dikenal dengan perubahan lingkungan fisik. Perubahan lingkungan fisik adalah perubahan pada kenampakan bumi yang disebabkan oleh adanya aktivitas bumi baik secara alami maupun buatan. Perubahan lingkungan fisik ini meliputi perubahan daratan yang diakibatkan oleh hujan, cahaya matahari, gelombang laut dan bencana alam.
1.Konsep Angin
Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari daerah yang memiliki suhu rendah ke wilayah bersuhu tinggi. Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerah yang terkena banyak paparan sinar matahari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.
Pada malam hari suhu di daratan lebih cepat turun daripada di laut.oleh karena itu tekanan udara diatas permukaan laut lebih rendah daripada di daratan. Akibatnya, terjadilah hembusan angin dari darat ke laut yag disebut angin darat. Angin darat mulai terjadi pada malam hari sekitar pukul 21:00. Hembusan angin darat paling kuat terjadi pada waktu matahari mulai terbit. Pada siang hari, suhu udara di daratan lebih cepat naik daripada suhu di laut. Tekanan udara di daratan lebih rendah daripada tekanan udara di lautan. Akibatnya, terjadiah angin yang berhembus dari laut ke daratn yang disebut angin laut.
Angin darat dan angin laut dimanfaatkan oleh para nelayan untuk berlayar mencari ikan di laut. Pada malam hari para nelayan berlayar menggunakan perahunya ke tengah laut. Mereka memanfaatkan angin darat untuk mendorong perahu layar mereka ke tengahh laut. Pada siang hari mereka kembali ke darat dengan memanfaatkan angin laut. Angin dimanfaatkan untuk menggerakan kincir angin. Putaran kincir angin akan memutar turbin pada generator. Generator yang bekerja akan menghasilkan listrik.
Angin yang amat kencang daan terus menerus dapat mengikis permukaan tanah. Pengikisan tanah oleh angin disebut korasi. Korasi mengikis kesuburan tanah karena mengikis lapisan tanah atas yang paling subur. Angin yang amat kencang dapat menumbangkan bangunan dan pepohonan, akibatnya korban manusia dan hewan berjatuhan. Angin yang amat kencang disebut angin topan.
2.Konsep Hujan
Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap air melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak bebas. Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awan saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfer bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara.
Hujan memberi keuntungan bagi tanaman pertanian yang butuh banyak air, misalnya padi yang baru ditanam. Hujan membuat udara menjadi lebih segar. Air hujan dapat melarutkan kotoran di udara menjadi lebih bersih. Hujan deras yang terus-menerus dapat mendatangkan bencana. Bancana alam yang terjadi akibat hujan adalah banjir, tanah longsor dan erosi. Erosi adalah pengikisan tanah akibat terjangan air. Erosi tanah paling mudah terjadi di lereng-lereng bukit. Air hujan mengalir menuruni lereng-lereng dengan deras dan menghanyutkan banyak tanah. Erosi dapat pula terjadi pada tanah terbuka yang datar. Hujan lebat dapat menghanyutkan dengan cepat lapisan tanah dengan cepat tanah lapisan atas yang paling subur dari dataran terbuka. Erosi merupakan salah satu penyebab berkurangnya kesuburan tanah. Dengan terjadinya erosi ini lapisan tanah yang subur hanyut terbawa arus dan lama-kelamaan tanah menjadi tandus.
Curah hujan dapat diukur menurut banyaknya air yang jatuh pada salah satu tempat. Pengukuran dilakukan dengan piranti pengukur curah hujan, piranti itu sebagian dipendam di dalam tanah jauh dari gedung dan pepohonan. Alat ukur ini berupa corong yang terdapat di sebuah silinder. Corong tersebut dihubungkan dengan sebuah botol penampung. Setiap hari jumlah air hujan yang terkumpul dituangkan ke dalam gelas ukur dan diukur dalam skala millimeter.
3.Konsep tentang Gelombang Laut
Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air laut. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan menyebabkan riak-riak, bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang. Gelombang yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung pada penyebab terjadinya. Terjadinya gelombang laut dapat disebabkan oleh angin, gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari, gempa di dasar laut, ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal. Gelombang dapat membentuk dan merusak pantai dan berpengaruh pada bangunan-bangunan di pantai.

Berpikir Kritis


Salah satu kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan adalah keterampilan berpikir. Kemampuan seseorang untuk dapat berhasil dalam kehidupannya antara lain ditentukan oleh ketrampilan berpikirnya, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. Kurangnya pendidikan berpikir kritis dapat mengarahkan anak-anak pada kebiasaan melakukan berbagai kegiatan tanpa mengetahui tujuan dan mengapa mereka melakukannya. Kebiasaannya ini sudah sering terlihat pada anak-anak yang kurang bahkan tidak mendapatkan pendidikan berpikir kritis. Padahal menurut Dewey (Jhonson, 2007:187) ‘sekolah harus mengajarkan cara berpikir yang benar pada anak-anak’. Keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik yang dianggap penting oleh sekolah pada setiap jenjangnya, meskipun keterampilan berpikir seperti ini jarang diajarkan oleh guru di kelas. Anak harus memiliki kesadaran akan diri dan lingkungannya. Karena itu pendidikan di sekolah haruslah mampu membangun kesadaran kritis anak didik.

Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit dan memadukannya dengan materi pembelajaran dapat membantu para siswa untuk menjadi pemikir yang kritis. Keterampilan berpikir kritis adalah potensi intelektual yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Setiap manusia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi pemikir yang kritis karena sesungguhnya kegiatan berpikir memiliki hubungan dengan pola pengelolaan diri (self organization) yang ada pada setiap mahluk di alam termasuk manusia sendiri.

Menurut Ruggiero (Jhonson, 2007:187) mengartikan berpikir sebagai ’segala aktivitas mental yang membantu merumuskan atau memecahkan masalah, membuat keputusan, atau memenuhi keinginan untuk memahami, berpikir adalah sebuah pencarian jawaban dan pencapaian makna’. Menurut Nickerson berpikir kritis adalah berpikir secara reflektif dan evaluatif, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber. Untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak, ada beberapa cara yang dikemukakan oleh Sternber (Desmita, 2007: 162) diantaranya:

  1. Mangajarkan anak menggunakan proses-proses berpikir yang benar

  2. Mengembangkan strategi-strategi pemecahan masalah

  3. Meningkatkan gambaran mental meraka

  4. Memperluas landasan pengetahuan mereka

  5. Memotivasi anak untuk menggunakan keterampilan berpikir yang baru saja dipelajari.

Menurut Santrock (Desmita, 2007: 162), untuk mampu berpikir secara kritis anak harus mengambil peran aktif dalam proses belajar ini berarti anak perlu mengembangkan berbagai proses berpikir aktif seperti:

  1. Mendengarkan secara seksama

  2. Mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan

  3. Mengorganisasikan pemikiran mereka

  4. Memperhatikan persamaan dan perbedaan

  5. Melakukan deduksi

  6. Membedakan kesimpulan yang masuk akal dan tidak masuk akal

Menurut Jhonson (2007:192) ada beberapa langkah agar keterampilan berpikir kritis dapat menyatu dalam diri kita diantaranya:

  1. Ungkapkan dengan jelas isu, masalah, keputusan atau kegiatan yang sedang dipertimbangkan

  2. Lihat sudut pandangnya

  3. Lihat alasan yang diajukan

  4. Asumsi-asumsi apa yang dibuat

  5. Apakah bahasanya jelas

  6. Apakah alasan didasarkan pada bukti-bukti yang mayakinkan

  7. Kesimpulan apa yang ditawarkan

Salah satu komponen berpikir kritis yang perlu dikembangkan adalah keterampilan intelektual. Keterampilan intelektual merupakan seperangkat ketrampilan yang mengatur proses yang terjadi dalam benak seseorang. Berbagai jenis ketrampilan dapat dimasukkan sebagai ketrampilan intelektual yang menjadi kompetensi yang akan dicapai pada pogram pengajaran. Bloom (http://www.fk.undip.ac.id/pengembangan-pendidikan/77-pembelajaran-kemampuan-berpikir-kritis.html) mengelompokkan ketrampilan intelektual dari  ketrampilan yang sederhana sampai yang kompleks antara lain ‘pengetahuan atau pengenalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi’. Ketrampilan menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom merupakan ketrampilan pada tingkat yang lebih tinggi.

Pembelajaran Contexstual Teaching Learning


Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan yang nyata sehingga mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka. Proses belajar dalam pembelajaran kontekstual tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Pembelajaran kontekstual juga mendorong siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, dimana siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar disekolah dengan kehidupan nyata di masyarakat. Berdasarkan pengertian pembelajaran kontekstual, terdapat lima karakteristik penting dalam menggunakan proses pembelajaran yaitu:

  1. Dalam CTL kegiatan pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada

  2. Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru yang diperoleh dengan cara deduktif

  3. Pemahaman pengetahuan, artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini.

  4. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut

  5. Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan (Saefudin. 2006).

Menurut Jhonson (2007:65) terdapat beberapa komponen dalam pendekatan CTL yaitu:

  1. Membuat keterkaitan yang bermakna

  2. Melakukan pekerjaan yang berarti

  3. Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri

  4. Bekerjasama

  5. Berfikir kritis dan kreatif

  6. Membuat individu untuk tumbuh dan berkembang

  7. Mencapai standar yang tinggi

  8. Menggunakan penilaian yang autentik.

Di dalam kelas yang menggunakan pendekatan CTL, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi peserta didik. Dalam proses pembelajaran kontekstual, setiap guru harus memahami tipe belajar dalam dunia siswa, artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar terhadap gaya belajar siswa. Tujuan utama diterapkannya pendekatan CTL dalam pembelajaran IPA adalah agar peserta didik dapat menghubungkan pelajaran yang mereka pelajari dengan kondisi nyata mereka sehari-hari. Siswa dengan sadar akan mengerti makna dari belajar tersebut, mereka akan sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi kehidupan nanti. Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya, bukan semata-mata mengetahuinya saja.

Dalam pembelajaran kontextual, peran guru yang sebelumnya sebagai transformator harus diubah menjadi seorang fasilitator, yaitu sebagai pencipta kesempatan peluang bagi siswa untuk dapat mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki siswa dalam bentuk kegiatan belajar yang bermakna bagi siswa serta berperan dalam membantu siswa menemukan fakta, konsep, prisip, bagi diri siswa dengan membangun pengetahuan dalam benaknya sendiri. Dalam pendekatan CTL kegiatan pembelajaran terpusat pada siswa sebagai individu aktif yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuannya sendiri. Apabila guru memberikan informasi pada siswa maka guru harus bisa memberikan kesempatan bagi siswa dalam menggali informasi itu agar lebih bermakna bagi kehidupan mereka. Proses belajar berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa.

Menurut Jhonson (Saefudin,2006:130) terdapat tiga prinsip pembelajaran kontekstual yang sering digunakan yaitu ‘saling ketergantungan, diferensiasi, dan pengorganisasian’.

Prinsip pertama adalah saling ketergantungan, menurut hasil kajian para ilmuwan segala yang ada di dunia ini adalah saling berhubungan dan ketergantungan. Dalam pembelajaran siswa berhubungan dengan bahan ajar, sumber belajar, media, sarana dan prasarana belajar, iklim sekolah dan lingkungan. Prinsip saling ketergantungan menurut hasil kajian para ilmuan adalah saling berhubungan dan bergantung, maksudnya segala yang ada baik manusia maupun mahluk hidup lainnnya selalu saling berhubungan satu sama lainnya membentuk pola jaringan sistem hubungan yang kokoh dan teratur. Begitu pula dalam pendidikan dan pembelajaran. Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang menekankan hubungan antara bahan pelajaran dengan bahan lainnya seperti sumber belajar, media, sarana dan prasarana belajar, iklim sekolah dan lingkungan, antara praktek dengan teori, antara bahan yang bersifat konsep dengan penerapan dalam kehidupan nyata.

Prinsip yang kedua adalah diferensiasi yang menunjukan kepada sifat alam yang secara terus menerus menimbulkan perbedaan, keseragaman, keunikan. Prinsip diferensiasi menunjukan kreatifitas yang luar biasa dari alam semesta, dimana bukan hanya menunjukan perubahan dan kemajuan tanpa batas akan tetapi juga kesatuan-kesatuan yang berbeda tersebut berhubungan, saling ketergantungan dalam keterpaduan yang bersifat simbiosis atau saling menguntungkan. Prinsip diferensiasi ini bukan hanya berlaku bagi alam semesta akan tetapi berlaku juga bagi sistem pendidikan dimana para pendidik dituntut untuk mendidik, mengajar, dan melatih serta membimbing sejalan dengan prinsip diferensiasi dan harmoni alam semesta. Proses pendidikan dan pembelajaran hendaknya menekankan kreativitas, keunikan, variasi dan kolaborasi. Hal tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran menggunakan pendekatan CTL yang menekankan aktivitas dan kreativitas siswa. Siswa berkolaborasi dengan teman-temannya untuk melakukan pengamatan, menghimpun dan mencatat fakta-fakta dan informasi, menemukan prinsip-prinsip dan pemecahan masalah.

Prinsip yang ketiga adalah prinsip pengorganisasian diri, setiap individu atau kesatuan dalam alam semesta ini mempunyai potensi yang melekat, yaitu kesadaran sebagai kesatuan utuh yang berbeda dari yang lain. Prinsip ini menuntut para pendidik di sekolah agar mendorong tiap siswanya untuk memahami dan merealisasikan semua potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin. Pendekatan CTL diarahkan untuk membantu para siswa mencapai keunggulan akademik, penguasaan keterampian standar, pengembangan sikap dan moral sesuai dengan harapan masyarakat.

Dalam pembelajaran kontekstual ada beberapa asas-asas antara lain, konstruktivis, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian nyata. Ketujuh prinsip tersebut akan dijelaskan dibawah ini:

  1. Konstruktivis

Konstruktivis merupakan landasan berpikir atau filosofi model pembelajaran kontekstual, yaitu pengetahuan yang sudah dibangun oleh anak sedikit demi sedikit serta bertahap, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas sehingga memiliki kekhususan dan tidak secara tiba-tiba terbentuk sebuah pengetahuan. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap diambil dan diingat. Pembelajaran kontekstual pada dasarnya mendorong siswa dapat menimbulkan minat belajar dalam diri siswa.

  1. Inkuiri

Inkuiri merupakan pengetahuan dan keterampilan yang didapat siswa bukan dari hasil mengingat dan menghapal fakta-fakta melainkan dari hasil menemukan sendiri melalui kegiatan observasi, bertanya, mengajukan dugaan, pengumpulan data dan membuat kesimpulan.

  1. Bertanya

Pengetahuan yang dimiliki siswa bermula dari bertanya baik terhadap guru, teman maupun orang lain. Sehingga dari yang tidak tahu atau paham menjadi tahu dan paham.

  1. Masyarakat belajar

Melalui masyarakat belajar dalam hal ini siswa belajar secara berkelompok maka siswa memperoleh pengetahuannya melalui tukar pendapat dengan teman, antara kelompok, antara yang tahu dan belum tahu bahkan dengan masyarakat belajar yang berbeda kelas.

  1. Pemodelan

Pemodelan ini merupakan sebuah pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilah tertentu lewat model yang bisa ditiru oleh siswa. Guru dituntut menjadi model yang baik dalam memberikan contoh cara balajar dan bekerja yang baik. Untuk menjadi model tidak selalu guru tetapi siswapun dapat dijadikan model yang baik atau dengan mendatangkan orang sesuai dengan keahliannya.

  1. Refleksi

Melihat kembali atau merespon suatu kejadian, aktivitas kegiatan dan pengalaman belajar siswa dengan tujuan menyelidiki hal yang sudah diketahui dan yang belum diketahui agar dapat dilakukan tindakan penyempurna.

  1. Penilaian otentik

Penilaian sebenarnya merupakan proses dalam pengumpulan data dan informasi tentang kemampuan belajar siswa secara nyata sehingga guru dapat mengidentifikasi segala kemacetan belajarnya.

Penelitian yang dilakukan kali ini lebih ditekankan pada asas inkuiri karena guru perlu membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui strategi, dan metode pembelajaran yang mendukung siswa untuk belajar secara aktif. Inkuiri yang dipadukan dengan pendekatan CTL merupakan salah satu cara untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan inkuiri, siswa dapat belajar secara aktif untuk merumuskan masalah, melakukan penyelidikan, menganalisis dan menginterpretasikan data, serta mengambil keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Perpaduan kegiatan inkuiri dengan pendekatan CTL dapat melatih siswa untuk mampu berpikir kritis terhadap apa yang sedang dipelajari dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Menurut Saefudin (2006: 135) dalam melaksanakan pembelajaran kontekstual ada beberapa tahapan pembelajaran yaitu invitasi, eksplorasi, penjelasan dan solusi dan pengambilan tindakan. Pada tahap invitasi siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengetahuan awalnya tentang konsep yang dibahas. Tahap eksplorasi siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, penginterpretasian data dalam sebuah kegiatan yang telah dirancang guru. Tahap penjelasan dan solusi, saat siswa memberikan penjelasan-penjelasan solusi berdasarkan pada hasil observasinya ditambah dengan penguatan guru, maka siswa dapat menyampaikan gagasan, membuat model, membuat rangkuman dan ringkasan. Pada tahap pengambilan tindakan, siswa dapat membuat keputusan, menggunakan pengetahuan dan keterampilan, berbagai informasi dan gagasan, mengajukan pertanyaan lanjutan mengajukan saran baik secara individu maupun kelompok untuk memecahkan masalah.

Pembelajaran IPA di SD


IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai Obyek, menggunakan metode Ilmiah sehingga perlu diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Menurut Carin (Yuliariatiningsih dan Irianto, 2008:6) menyebutkan bahwa “pengajaran IPA di SD seharusnya yaitu dengan menanamkan kedalam diri siswa keingintahuan akan alam sekitar”. Pendidikan IPA di SD juga harus diterapkan secara konsisten dan berorientasi pada pengembangan keterampilan proses, pengembangan konsep, aplikasi dan isu sosial yang berdasarkan pada IPA. Ada berbagai alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran itu dimasuk ke dalam kurikulum suatu sekolah. Menurut Samatowa (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_Pengetahuan_Alam) mengemukakan empat alasan IPA dimasukan dikurikulum Sekolah Dasar yaitu:

  1. IPA bermanfaat bagi suatu bangsa. Kesejahteraan materil suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu dalam bidang sains, sebab sains merupakan dasar teknologi.

  2. Bila diajarkan dengan cara yang tepat, maka IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis.

  3. Bila diajarkan melalui percobaan-percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak, maka IPA bukanlah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka.

  4. Mata pelajaran ini mempunyai nilai-nilai pendidikan yang dapat membentuk keprbadian anak secara keseluruhan.

IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi tempat bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk menemukan dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.