Wisata Hati


Wisata Bahari Lamongan 7 juni 2015

Tak ada yang tau bagaimana isi hatiku saat itu kecuali tuhan,ya waktu itu malam sekitar jam 8 malam saya meninggalkan kota pekalongan untuk menuju lamongan dalam rangka acara study tour anak kelas 6 di sdn kandang panjang 2 pekalongan. Bagaikan pertempuran hati yang sangat sulit bagi saya, mungkin bagi orang-orang pada waktu itu sangat menggembirakan karena bisa melepaskan sejenak penat kerjaan. Tapi bagiku ini bagai koin logam yang mempunyai dua sisi yang berbeda, tak lain karena saya harus meninggalkan keluarga kecil saya yaitu istri dan anak saya yang baru berumur 2 tahun.

Tak pernah terpikirkan untuk meninggalkan keluarga kecilku hanya berdua walau hanya beberapa hari. sulit rasa hati ini bisa menerima. Takut akan keresahan jiwa yang mungkin terjadi hal hal yang tak diingikan.

bus pun melaju seiring detak jantung ini menambah rasa gelisah meninggalkan anak istri sendiri dirumah. saya hanya bisa berdoa pada tuhan titip anak istri saya ya rob lindungi mereka dari mara bahaya Mu ya rob.

waktu perlahan berlalu, seiring laju bus yang meninggalkan pekalongan. Hati ini masih belum tenang memikirkan anak istri yang saya tinggalakn sendirian dirumah. memang saya tak mengajak anak dan istri saya waktu itu, yang dikarenakan menurut saya kondisi dan suasana pada saat itu kurang enak. dan saya memutuskan tidak megikutkan anak dan istri saya, dalam hati saya memang ada rencana saya juga tidak akan ikut namum tidak enak rasanya tidak menghargai, setiap pergi bersama guru guru saya tidak pernah ikut. memang bagi saya meninggalkan anak dan istri saya itu hal yang sangat sulit.

pertentangan hati yang sangat sulit. yang tak bisa dimengerti oleh orang lain.

Laju bus tak terasa sudah memasuki kota rembang, mata ini masih terjaga melihat lampu jalan bagai bintang berkelipan dilangit. Hati masih gelisah memikirkan anak istri.

laju bus semakin kencang sampai Tak terasa sudah memasuki perbatasan jawa tengah dan jawa timur tepatnya di kota tuban, laju bus sudah mulai tak karuan sampai menabrak sesuatu mungkin sang supir sudah mulai kelelahan. bus pun sudah memasuki gerbang kota lamongan dan beberapa saat lagi tiba di tanjung kodok (sekarang wisata bahari lamongan). tubuh ini menginjakkan kakinya di lamongan sekitar jam 4 an. Tibalah Rombongan BUS 2 di rumah makan Kurnia Jatim smabil menunggu BUS 1. saya membersihkan diri dan melaksanakan ibadah sholat subuh. sambil menikmati suasana pagi lamongan. selesai sarapan pagi rombongan pun masuk Wisata bahari Lamongan sekitar jam 9an.

wuiihhhh dalam hati kalo ngajak anak istri pasti seneng melihat banyak mainan sana sini. tapi apalah daya hati ini. waktu sudah menunjukkan jam 2. saatnya bergegas menuju lokasi masjid puser bumi. masjid yang ada di dalam tanah tepatnya gua karang di tuban. singkat waktu semua sudah selesai rombongan menuju pulang ke kota batik.

mata ini masih terjaga hati ini pun masih gelisah. Bus melaju tak terasa sudah memasuki kota lumpia semarang sekitar jam 12 lebih. Dalam benak tinggal beberapa jam lagi sampai di kota pekalongan.

Takdir Tuhan berkata lain,,

Bus rombongan 2 mengalami kecelakan tepatnya menabrak sepeda motor hati ini makin gelisah ada apa ini. kaca bus pun pecah akibat lemparan batu dari masyarakat yang tak terima suasana bus mulai mencekam.Bus pun berhenti tepat di depan polsek weleri kendal. sana sini sambil menunggu negoisasi apalah antara sopir dan polisi. perut ini mulai tak kompromi. Seakan akan ingin mengeluarkan Bom.

akhirnya bus pun diarahkan ke polres kendal. untuk ganti Bus dari polres kendal rombongan melanjutkan kembali perjalanan pulang ke pekalongan. tak ayal yang seharusnya sampai rumah sekitar jam 2an menjadi jam 6an.

perjalanan yang sangat menguras hati dan pikiran.

alhamdulilah sekitar jam 6an nyampe rumah.

alhamdulilah masih bisa berkumpul dengan keluarga kecil saya.

masih bisa melihat senyum anak istri.

SOAL BAHASA INDONESIA KELAS V


MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

NAMA : ……………………..
KELAS : ……………………..
1..Menulis laporan pengamatan harus berdasarkan ….
a. khayalan b.. fakta c. imajinasi d. mimpi
2.Kartu anggota diisi sesuai ….
a. data orang lain b. data keluarga c. data diri sendiri d. data orang tua
3.Tokoh utama cerpen adalah tokoh yang ….
a. jarang muncul b. sering muncul c. kadang muncul d. tidak pernah muncul
4.Kalimat anjuran menggunakan kata ….
a. supaya b. sesudah c. sebelum d. ketika
5.Pewawancara memperkenalkan diri merupakan tahap ….
a. inti b. pembukaan c. penutup d. penyusunan laporan
6.Penulisan nama tokoh dalam drama di awali dengan huruf ….
a.huruf besar b. huruf sedang c.huruf kecil d. huruf Romawi
7.Tokoh yang tidak baik dan tidak jahat disebut tokoh ….
a. antagonis b. tritagonis c. protagonist d. sampingan
8.Rima artinya ….
a. persamaan bunyi b. irama c. pertentangan bunyi d. larik
9.Tujuan laporan kunjungan adalah ….
a. Mengamati secara cermat b. Mengamati secara detail
c. Menambah pengetahuan tentang suatu tempat d. Menulis secara tidak rinci
10.Formulir yang berisi tentang data diri seseorang secara lengkap disebut ….
a. wesel posb c. kartu pos c. daftar riwayat hidup d. kartu anggota
11.Menyimpulkan secara induktif artinya ….
a. dari umum ke khusus c. dari umum ke umum
b. dari khusus ke umum d. dari khusus ke khusus
12.Rubrik khusus olahraga adalah ….
a. kuis b. kartun c. jejak petualang d. tenis
13.Ciri-ciri surat yang baik bahasanya ….
a. indah dan bersajak c. teratur dan bermakna konotatif
b. baku dan indah d. teratur dan mudah dimengerti
14.Berikut merupakan kalimat permintaan adalah ….
a. Anak-anak mulai berhamburan setelah pak guru menyuruh mereka keluar.
b. Kami mengharap belas kasihan dari para dermawan.
c. Apa pun yang dimintanya selalu dikabulkan ayahnya.
d. Diminta dengan hormat saudara meninggalkan ruangan ini.
15. Nenek sehat-sehat saja.
Kalimat tanya untuk kalimat jawaban di atas adalah ….
a. Mengapa nenekmu? b. Mengapa nenekmu sehat-sehat saja?
c. Dari mana nenekmu? d. Bagaimana keadaan nenekmu?
16.Berikut kalimat yang berisi anjuran adalah ….
a. Budi dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan hati.
b. Jika ingin mengambil hatinya, belahlah dulu dada ayam itu.
c. Penjual daging mengambil hati dan meletakkannya di atas timbangan.
d. Susi pandai sekali mengambil hati kedua orang tuanya.
17. Surakarta, 8 Desember 2004.
Bagian surat di atas disebut ….
a. alamat pembuat surat c. tempat surat ditulis
b. tempat dan tanggal pembuatan surat d. tanggal surat
18.Metode pidato ekstemporan dilakukan dengan ….
a. menghafal b. menggunakan naskah c. membuat kerangka d. tanpa naskah
19.Salah satu manfaat membaca intensif adalah ….
a. melatih kesabaran b. melatih kegemaran c. melatih kemalasan d. melatih kebaikan
20.Akting adalah ….
a. suasana pentas c. sikap atau watak pelaku
b. penampilan tokoh d. kata-kata akhir pertunjukan
21.Glosarium berisi tentang ….
a. kata-kata mudah c. buku yang dipakai untuk acuan
b. kata-kata sulit d. daftar isi
22.Ekspresi sedih dilakukan dengan ….
a. melambai-lambaikan tangan c. memegang kepala
b. menangis d. tertawaBahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas 6 132
23.Lafal adalah ….
a. tekanan suara b. tinggi rendah suara c. kejelasan suara d. keras lemah suara
24.Kata terang berantonim dengan kata ….
a. benderang b. gelap c. hidup d. jaga
25.Jangka waktu diisi ….
a. nama pemberi tugas c. nama sekolah
b. nama penerima tugas d. masa berlaku surat tugas

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat.
1. Tempat, waktu, suasana terjadinya cerita disebut ….
2. Tanggapan disampaikan secara ….
3. Mengkritik harus…..pendapat orang lain.
4. Informasi disampaikan dengan bahasa yang …, …, dan ….
5. Ciri-ciri berita antara lain …., …., ….
6. Contoh kalimat pengandaian adalah ….
7. Contoh kata benda konkret adalah ….
8. Sesudah mengerjakan PR, Rani makan kue. Kalimat tersebut berpola ….
9. Makna yang tersirat dari amanat cerpen Malin Kundang adalah ….
10. Membaca intensif adalah ….

puisi tentang indonesia


sebait jiwa indonesia


Indonesia….
Dari sabang sampai merauke
Dari batak, jawa, dayak hingga asmat
Kau tetap tanah airku

IndonesiaKu…
Merah putih kebanggaanku
Bhineka tunggal ika semboyanKu
Garuda pancasila semangatKu

Indonesia….
Kata orang negeri yang kaya
kata orang tanahnya subur
kata orang masyarakatnya ramah
kata orang negeri yang makmur

Indonesia…..
Budayanya sunggu menggodah
dari batik, tari saman,wayang, keris hingga reog
sungguh membuat iri dunia

Indonesia…
Negeri yang kaya
Tanahnya yang subur
Rakyatnya yang makmur
Pemimpinnya yang jujur-jujur
Indonesia
Itu yang ku dambahkan

pendekatan kontekstual (CTL)


Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran konstekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendoorn siswa membuat hubungna angara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka baik sebagai anggota keluarga maupuan naggota masyarakat. Dengan konsep ini diharapkan hasil belajar akan lebih bermakna bagisiswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiha dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Ini mengandung arti guru lebih mementingkan strategi pembelajaran daripada hasil belajar siwa. Pengetahuan juga bukan seperangkat fakta dan konsep yang siap diterima, tetapi sesuatu yang harus dikonstruktis sendiri oleh siswa (Depdiknas, 2002 : 2).
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa emperoleh pengetrahuan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedkiti demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai belak untuk memecahkan masalah dalam kehidaupnnya sebagai anggota masyarakat.
Pembelajaran kontekstual memliki tujuan komponen utama yaitu konstruktivisme (construktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modellin) dan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) (Depdikbud, 2002 : 10-20).
Kegiatan Konstruktivisme (construktivism) merupakan landasan berpikir dan filosofis model pembelajaran kontekstual, yaitu pengetahuan di bangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konsteks yang terbatas atau sempit dan tidak secara tiba-tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat, tetapi manusia haurs mengkonstruktsi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengna ide-ide yaitu siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.
Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan bagian inti dari kegiatna pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat fakta dan konsep, tetapi hasilnya menemukan sendiri. Hal ini bisa terjadi jika, guru selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan. Kegiatan ini merupakan sebuah siklus. Siklus tersebut adalah : ”(1) observasi (observation) ; (2) Bertanya (questioning) ; (3) mengajukan dugaan (Hipotesis) ’ (4) Pengumpulan data (data gathering( ; dan (5) Penyimpulan (conclusion)”. (Nurhadi, 2003 : 44). Adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah : (1) merumuskan masalah (2) melakukan observasi, (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, table, dan karya lainnya, dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru atau audien lainnya.
Kegiatan bertanya (questioning), mutlak diperlukan dalam pembelajaran pengetahuan sosial. Bertanya dapat dilakukan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan nara sumber. Aktivitas bertanya juga ditemukan ketika berdiskusi, bekerja dalam kelompok, menemui kesulitan, mengamati. Melalui bertanya, siswa akan memperoleh pengetahuan, sejalan dengan berkembanganya pengetahuan, akan berkembang pula keterampilan dan sikap. Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanyakarena bertanya merupakan strategi untama pembelajaran yang berbasiss kontekstual. Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuik (1) menggali informasi, baik administrasi maupuin akademik, (2) mengecek pemahaman siswa, (3) membangkitkan respon kepada siswa, (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa, (5) mengetahuai hal-hal yang sudah diketahui siswa, (6) memfokuskan perhatian siswa pada seseuatu yang dikehendaki guru, (7) untuk membangkitkan labih banyak lagi pertanyaan dari siswa, (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.
Masyarakat belajar (learning community) mengisyaratkan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Dalam kelas kontekstual guru diharapkan melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Belajar dalam kelompok, tetap lebih baikhasilnya dari pada belajar sendiri. Wujudmasyarakat belajar di dalam kelas adalah pembentukan kelompok, belajar berpasangan, mendatangkan nara sumber di kelas. Di dalam kelas yang menggunakan pembelajaran kontekstual, guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajarkan yang lemah, yang tahu memberi tahu yang belum tahu, yang cepat enangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera mengajukan usul, dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanat bervariasi bentuiknya, baik keanggotaan maupun jumlahnya, bahkan bisa melibatkan siswa kelas atasnya, atau guru melakukan kolaborasi dengan manusia sumber (resource person).
Kegiatan modelan (modeling) dapat berbentuk demonstrasi, bermain peran, pemberian conoth tentang konsep atau aktivitas belajar. Wujud modeling dalam pembelajaran pengetahuan sosial misalnya cara menggunakan globe, menunjukkan gambar, menunjukkan perilaku seseorang, menggunakan alat komunikasi kotekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa.
Kegiatan refeksi (reflection) merupakan bagian penting dalam pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Guru perlu menyisakan sedikit waktu pada akhir pembelajran, untuk mengadakan refelski. Realisasinya dapat berupa pernyataanlangsung dari guru, catatan atau jurnal di buku siswa, cara-cara lain yang ditempuh guru mengarahkan kepada pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari.
Penilaian sebenarnya (atuthentic assessment) perlu dilakukan guru dalam pembelajaran, baik peniliaian proses maupun hasil. Menurut Nurhadi (2003:52). Ciri-ciri penilaian autentik adalah sebagai berikut.
Harus mengukur aspek pembelajaran : 1 proses, kiberja dan produk, 2. dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung, 3. menggunakan data penilaian, 5. Tugas-tugas yang dibeirkan kepada siswa harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan siwa yang nyata setiap hari, mereka harus dapat menceritakan pengalman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari, 6. Penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian siswa, bukan keluasan (kuantitas).
Dari tujun komponen di atas dampaknya terhadap proses pembelajaran adalah 1) kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri menemukan sendiri dan mengkonstruktis sendiri pengetahuan yang baru diperolehnya, 2) laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, 3) kembangkan sifat ingin tahun siswa dengan banyak bertanya, 4) ciptakan masyarakat belajar dengan cara belajar dalam kelompok-kelompok kecil, 5) hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, 6) lakukan refleksi diakhir pertemuan, dan 7) lakukan penilaian selama proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan kondisi yang ada.
Pembelajaran yang berorientasi konstruktivisme menekankan pemahaman sendiri secara aktif, kreatif dan produktif melalui proses pembelajaran yang bermakna. Guru tidak ampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Oleh karena itu siswa dapat belajar dari teman melalui kerja kelompok ataupun diskusi. Pembelajaran dikatikan dengankehidupan nyata atua masalah yang disimuliasikan. Dengan demikian pengetahuan akan keterampilan akan didapat, perilaku akan terbentuk atas kesadaran sendiri.
Pada pembelajaran kontekstual siswa harus menghubungkan apa yang telah dimiliki dalam struktur yang berupa konsep IPS dengan permasalahan yang ia hadapi. Akan tetapi, siswa itu dapat juga hanya mencoba-coba menghapalkan informasi baru itu, tanpa menghubungkan pada konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kogntifinya; dalam hal ini terjadi hapalan (dahar, 1996 : 111).
Saat ini, peran guru sebagai tranformator harus diubah menjadi seorang fasilitator, yaitu menciptakan kesemaptan atau peluang agar siswa di sekkolah dasar dapat mengeksplorasi gagasan, mengajukan pertanyaan, dan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan arahan serta bimbingan aktif dari guru. Oleh karena itu kegiatan pembelajran di dalam kelas terpusat kepada siswa, guru berperan membantu sus wamenemukan fakta, atau prinsip bagi diri mereka sendiri, siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Proses ini dapat dibentuk oleh guru, melalui cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya guru melaksanakan pembelajaran di kelas dengan model kontekstual (contextual teaching and learning).
Pada hakikatnya model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong sisw amembuat atau hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Nurhadi, 2002). Balanchard (2001) berpendapat pembelajaran kontekstual merupakan suaut konspes yang membantu guru mengaitkan isi mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotigasi siwa membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam khdiupan merka sebagai anggota keluarga, warga Negara, dan tenaga kerja. Selanjutnya (Sanjaya, 2005), mengemukakan bahwa pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepad aprosesketerlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari danmenghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata, sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keunggulan dari model pembelajaran kontekstual adalah real world learning, mengutamakan pengaman nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa aktif, kritis, dan kreatif, pengetahuan bermakna dalam kehidupan, dekat dengan kehidupan nyata, adanya perubahan perilaku, pengetahuan diberi makna dan kegiatannya bukan mengajar tetapi belajar. Selain itu, keunggulan lain yakni kegiatannya lebih kepada pendidikan bukan pengajaran, sebagai pembentukan manusia, memecahkan masalah, siswa acting guru mengarahkan, danhasil belajar dikuru dengan berbagaialat ukur tikda hanya tes saja.
Kelemahanan model pembelajarn kontekstual antara lain. Bagi guru kelas, guru harus memiliki kemampuan untuk memahami secara mendalam dan komprehensif tentang (1) konsep pembelajaran kontekstual itu sendiri, (2) potensi perbedaan individual siwa di kelas, (3) beberap apendekatan pembelajran yang berorientasi kepada aktivitas siswa, dan (4) sarana, media, alat bantu serta kelengkapakn pembelajarna yang menunjang aktivitas siwa dalam belajar. Bagi siswa diperlukan antara lain (1) inisiatif dan kreativits dalam belajar, (2) memiliki wawasan pengeteahuan yang memadai dari setiap mata pelajaran, (3) adanya perubahan sikap dan dalam menghadapi persoalan, dan (4) memiliki tanggung jawab pribadi yang tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Karakteristik model pembelajaran di sekolah dasar, yaitu melakukan hubungan yang bermakna, memiliki kegiatan yang signifikan, belajar diatur sendiri, adanya kerjasama. Siswa berpikir kritis dan kreatif, mengasuh atau memelihara pribadi siswa, memiliki standar yang tinggi, dan menggunakan penilaian assessment authentic.

makalah plsbt ” transportasi darat”


MAKALAH

DAMPAK NEGATIF TRANSPORTASI DARAT DAN PENANGGULANGANNYA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi

Disusun Oleh :

Krisiyanto

0604373

Kelas : IPS Reguler

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS CIBIRU

BANDUNG

2009

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat sehat dan kesempatan serta rahmat dan hidayahnya yang senantiasa tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini. Sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin.

Saya menyampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah PLSBT, yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga saya dapat menyelesaikannya makalah ini dengan tepat waktu.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Bandung, April 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Metode dan Prosedur

1.5 Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Transportasi Darat

2.2 Dampak Yang di Timbulkan

2.3 Mengolah Masalah Transportasi Darat

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Transportasi merupakan urat nadi Pembangunan Nasioanal untuk melancarakan arus manusia barang maupu informasi sebagai penunjang tercapainya pengalokasian sumber-sumber perekonomian secara optimal untuk itu jasa transportasi harus cukup tersedia secara merata dan terjangkau daya beli masyarakat. Transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah sala satunya transportasi darat. Pertambahan penduduk dan luas kota menyebabkan jumlah lalu lintas juga meningkat. Sedangkan sistem lalu lintas mendekati jenuh, sehingga bertambahnya jumlah lalu lintas berpengaruh besar terhadap lingkungan.

Saat ini di indonesia sedang manghadapi masalah yang cukup rumit berkaitan dengan transportasi darat. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, dibarengi dengan meningkatnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor memicu meningkatnya jumlah kendaraan bermotor.

Sarana transportasi darat berkembang mengikuti fenomena yang timbul. Pemilihan sistem transportasi yang salah untuk wilayah perkotaan dapat mengakibatkan terjadinya permasalahan-permasalahan bagi masyarakat maupun linglungan., Perkembangan teknologi di bidang transportasi dapat menuntut adanya perkembangan teknologi prasarana transportasi darat berupa jaringan jalan. Sistem transportasi darat yang berkembang semakin cepat menuntut perubahan tata jaringan jalan yang dapat menampung kebutuhan lalu lintas yang berkembang tersebut. Perkembangan tata jaringan jalan baru akan membutuhkan ketersediaan lahan yang lebih luas. Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk sistem transportasi darat ini mempunyai pengaruh besar terhadap pola tata guna lahan, terutama di daerah perkotaan. Di sini masalah lingkungan perlu diperhatikan. Perubahan tata guna lahan akan berpengaruh terhadap kondisi fisik tanah, serta masalah sosial dan ekonomi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperoleh permasalahan antara lain:

  1. Bagaimana hakekat transportasi darat ?
  2. Bagaimana dampak negatif yang di timbulkan oleh transportasi darat ?
  3. Bagaimana mengolah masalah yang di timbulkan oleh transportasi darat ?

1.3 Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang dampak negatif berkembangnya transportasi darat.bagi lingkungan.

1.4 Metode dan Prosedur

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber buku dan browsing di internet.

1.5 Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara umum yaitu :

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan

1.4. Metode dan Prosedur

1.5. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Transportasi Darat

2.2 Dampak Negatif Yang di Timbulkan

2.3 Mengolah Masalah Transportasi Darat

BABA III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Hakekat Transportasi Darat

Transportasi atau perangkutan adalah perpindahandari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan.

Unsur-Unsur Dasar Transportasi

Ada lima unsur pokok transportasi, yaitu :

a) Manusia, yang membutuhkan transportasi

b) Barang, yang diperlukan manusia

c) Kendaraan, sebagai sarana transportasi

d) Jalan, sebagai prasarana transportasi

e) Organisasi, sebagai pengelola transportasi

Pada dasarnya, ke lima unsur di atas saling terkait untuk terlaksananya transportasi, yaitu terjaminnya penumpang atau barang yang diangkut akan sampai ke tempat tujuan dalam keadaan baik seperti pada saat awal diangkut. Dalam hal ini perlu diketahui terlebih dulu ciri penumpang dan barang, kondisi sarana dan konstruksi prasarana, serta pelaksanaan transportasi.

Transportasi darat atau perangkutan darat adalah pemindahan / pengangkutan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan melalui jalan darat, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin.

Transportasi darat di pilih berdasarkan faktor-faktor :

– Jenis dan spesifikasi kendaraan

– Jarak perjalanan

– Tujuan perjalanan

– Ketersediaan mode

– Ukuran kota dan kerapatan permukiman

– Faktor sosial-ekonomi

Adapun jenis jenis dari transportasi angkutan darat adalah :

1. Angkutan Jalan

Angkutan adalah pemindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2003 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan, maka Angkutan Jalan diklasifikasikan sebagai berikut:

a) Bus

Bus adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk empat duduk pengemudi, baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.

b) Taxi

Taxi Adalah angkutan umum yang menggunakan mobil untuk mengangkut penumpangnya. Taksi umumnya menggunakan mobil jenis sedan, namun di beberapa negara ada pula taksi jenis van yang dapat mengangkut lebih banyak penumpang atau muatan.

c) Mikrolet

Mikrolet adalah istilah yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yang mempunyai halte sebagai tempat perhentian yang sudah ditentukan, mikrolet dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja.

d) Bemo

Bemo adalah kendaraan bermotor beroda tiga yang mulai digunakan di Jakarta pada awal tahun 1960-an. Mulanya bemo diharapkan dapat menggantikan peranan becak yang dianggap tidak manusiawi karena memanfaatkan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Karena itu kendaraan angkutan yang aslinya di negara asalnya Jepang digunakan untuk mengangkut barang.

e) Becak

Becak (dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara dan tidak menyebabkan kebisingan. Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor.

f) Delman

Delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya. Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda.

2. Angkutan Rel

Adapun jenis transportasi rel adalah :

a) Kereta

Kereta adalah kendaraan beroda yang merupakan bagian dari sebuah rangkaian kereta api dan digunakan untuk mengangkut penumpang. Kereta umumnya dilengkapi dengan sistem listrik, sistem hiburan audio visual, dan toilet. Di daerah atau negara-negara tertentu kereta dilengkapi dengan tempat tidur untuk perjalanan malam hari. Pada awalnya kereta hanya diberi tempat duduk dan tidak diberi atap (untuk kelas ekonomi) atau diberi atap (untuk kelas khusus). kereta umumnya tertutup dan tidak dilengkapi dengan kabin / kamar tersendiri sebagaimana kereta yang umum dijumpai saat ini di Indonesia.

2.2 Dampak Negatif Yang di Timbulkan Oleh Transportasi Darat

Berkembangnya alat transportasi darat menyebabkan dampak yang negatif maupun dampak yang positif bagi manusia maupun bagi lingkungan. Adapun dampak negatif yang di timbulkan oleh berkembangnya transportasi darat adalah sebagai berikut :

1). Polusi Udara

Seiring dengan berkembangnya sistem transportasi darat, salah satu dampak yang di timbulkan adalah meningkatnya polusi udara. Secara umum definisi polusi udara adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Ada banyak sumber pencemaran udara yang salah satunya yang terbesar adalah dari sektor transportasi seperti :

a. Kualitas Bahan Bakar Minyak

Ketersediaan bensin tanpa timbal (unleaded gasoline) dan minyak solar dengan kandungan belerang rendah merupakan faktor kunci dalam penurunan emisi kendaraan, karena bahan bakar jenis tersebut merupakan prasyarat bagi penggunaan teknologi kendaraan yang mutakhir yang mampu mengurangi emisi kendaraan secara signifikan. Spesifikasi bahan bakar yang tersedia di Indonesia mengikuti spesifikasi bahan bakar yang berlaku saat ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas (Migas) No. 108. K/72/DDJM/1997 yang memperbolehkan kandungan timbal hingga 0.30 gram/liter serta tekanan uap (Reid Vapour Pressure) 62 kPa pada suhu 37,8 C untuk bahan bakar bensin. SK Dirjen Migas No. 113.K/72/DJM/1999 juga memperbolehkan kandungan belerang hingga 5000 ppm dan angka setana minimum 48 pada bahan bakar solar. Dengan kualitas bahan bakar sesuai dengan spesifikasi tersebut sulit untuk mewajibkan produsen kendaraan bermotor memasang peralatan pereduksi emisi (katalis) pada kendaraan. Walaupun bensin tanpa timbal telah tersedia di beberapa wilayah di Indonesia, namun ketidaktersediaan bensin tanpa timbal di hampir seluruh wilayah Indonesia belum dapat mendukung penerapan teknologi tersebut.

b. Emisi Kendaraan Bermotor

Kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pencemaran udara yang penting di daerah perkotaan. Kondisi emisi kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh kandungan bahan bakar dan kondisi pembakaran dalam mesin. Pada pembakaran sempurna, emisi paling signifikan yang dihasilkan dari kendaraan bermotor berdasarkan massa adalah gas karbon dioksida (CO2) dan uap air, namun kondisi ini jarang terjadi. Hampir semua bahan bakar mengandung polutan dengan kemungkinan pengecualian bahan bakar sel (hidrogen) dan hidrokarbon ringan seperti metana (CH4). Polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor yang menggunakan BBM antara lain CO, HC, SO2, NO2, dan partikulat.

Tingginya emisi kendaraan bermotor disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah:

  • Sistem kontrol emisi kendaraan bermotor tidak diterapkan
  • Pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor berkala untuk kendaraan umum tidak berjalan efektif
  • Pemeriksaan emisi kendaraan di jalan sebagai bagian dari penegakan hukum (terkait dengan pemenuhan persyaratan kelaikan jalan) belum diterapkan
  • Kendaraan bermotor tidak diperlengkapi dengan teknologi pereduksi emisi seperti katalis karena tidak tersedianya bahan bakar yang sesuai untuk penggunaan katalis tersebut
  • Kualitas BBM yang rendah
  • Penggunaan kendaraan berteknologi rendah emisi yang menggunakan bahan bakar alternatif masih belum memadai
  • Pemahaman tentang manfaat perawatan kendaraan secara berkala yang dapat menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar masih kurang
  • Disinsentif terhadap kendaraan-kendaraan yang termasuk dalam kategori penghasil emisi terbesar belum diperkenalkan.

c. Sistem Transportasi dan Manajemen Lalu Lintas

Sistem manajemen transportasi dan tata ruang perkotaan mempengaruhi pola pergerakan manusia dan kendaraan di suatu kota yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas udara. Pengendalian pencemaran udara melalui peningkatan sistem transportasi terfokus pada dua aspek, yaitu pengurangan volume kendaraan dan pengurangan kepadatan lalu lintas. Makin banyak volume kendaraan yang beroperasi di jalan, makin banyak jumlah emisi gas buang total.

2). Polusi Suara

Bertambanya jumlah kendaraan yang tidak tekendali dan sistem pembangnan pemukiman penduduk yang dekat dengan jalan raya, akan mengakibatkan tidak tentram dan nyamannya penduduk sekitar akibat polusi suara yang ditimbulkan oleh suara kendaraan bermotor. Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Suara bising yang terus-menerus dengan tingkat kebisingan yang relatif tinggi dapat mengakibatkan dampak yang merugikan kesehatan manusia. Ini dapat berarti gangguan secara fisik maupun psikologis. Secara langsung, polusi suara seperti ini dapat menyebabkan ketulian secara fisik dan tekanan psikologis. Lebih jauh, tekanan psikis akan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya muncul pada manusia.

3). Kemacetan

Pertumbuhan kendaraan bermotor yang cepat di kota-kota besar, tanpa di imbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai akan menimbulkan betumpuknya kendaraan dijalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di kota-kota besar di Indonesia. Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain : Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah, Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah, Meningkatkan polusi udara, Meningkatkan stress pengguna jalan..

4). Meningkatnya kecelakaan lalu-lintas

Pesatnya kendaran bermotor yang lalu lalang dijalan raya tanpa diimbangi dengan kesadaran pengguna kendaraan untuk tertib berlalu-lintas akan mengakibat terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO. Faktor yang mempengaruhi kecelakaan faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan patah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan, perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

Selain mempunyai beberapa damak negatif yang ditimbulkan oleh adanya transportasi darat, sistem tansportasi juga ini juga mempunyai beberapa dampak positif bagi kehidupan manusia. Adapun mengenai beberapa dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya transportasi darat secara umum adalah:

a) Mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi

Transportasi dalam hal ini perlu untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara tempat asal dan tempat tujuan.

b) Mempercepat lalulintas orang dan barang

Dengan adanya alat transportasi, maka pergerakan lalu lintas barang dan orang akan menjadi lebih cepat, aman, nyaman dan terintegrasi.

2.3 Mengelolah Masalah Transportasi Darat

Sistem transportasi darat yang berkembang dengan pesat memerlukan pengelolaan dan penataan yang baik dan benar. Untuk mencapai sistem rtanportasi yang ideal, oleh karena itu dalam pembangunan dan pengembangannya perlu memperhatikan efeknya terhadap manusia dan lingkungan. Efek sektor transportasi terhadap lingkungan perlu dikendalikan dengan melihat semua aspek yang ada di dalam sistem transportasi, mulai dari perencanaan sistem transportasi, meliputi model transportasi, sarana, pola aliran lalu lintas, jenis mesin kendaraan, dan bahan bakar yang digunakan.

Pemilihan model transportasi ditentukan dengan mempertimbangkan salah satu persyaratan pokok, yaitu pemindahan barang dan manusia dilakukan dalam jumlah yang terbesar dan jarak yang terkecil. Transportasi massal merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan transportasi individual.

Perencanaan sistem transportasi harus disertai dengan pengadaan prasarana yang sesuai dan memenuhi persyaratan dan kriteria transportasi antara lain volume penampungan, kecepatan rata-rata, aliran puncak, keamanan pengguna jalan. Selain itu harus juga memenuhi persyaratan lingkungan yang meliputi jenis permukaan, pengamanan penghuni sepanjang jalan, kebisingan, pencemaran udara, penghijauan, dan penerangan.

Dalam mencapai sistem transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi, persyaratan spesifikasi dasar prasarana jalan yang digunakan sangat menentukan. Permukaan jalan halus, misalnya, akan mengurangi emisi pencemaran debu akibat gesekan ban dengan jalan. Tabir akustik atau tunggul tanah dan jalur hijau sepanjang jalan raya akan mereduksi tingkat kebisingan lingkungan pemukiman yang ada di sekitar dan sepanjang jalan, dan juga akan mengurangi emisi pencemar udara keluar batas jalan kecepatan tinggi.

Dalam konteks ini, untuk mencapai sistem transportasi darat tersebut, ada beberapa hal yang perlu dijalankan, di antaranya;

1. Rekayasa lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas khususnya menentukan jalannya sistem transportasi yang direncanakan. Penghematan energi dan reduksi emisi pencemar dapat dioptimalkan secara terpadu dalam perencanaan jalur, kecepatan rata-rata, jarak tempuh per kendaraan per tujuan (vehicle mile trip dan passenger mile trip), dan seterusnya. pola berkendara (driving pattern/cycle) pada dasarnya dapat direncanakan melalui rekayasa lalu lintas.

Data mengenai pola dan siklus berkendaraan yang tepat di Indonesia belum tersedia hingga saat ini. Dalam perencanaan, pertimbangan utama diterapkan adalah bahwa aliran lalu lintas berjalan dengan selancar mungkin, dan dengan waktu tempuh yang sekecil mungkin, seperti yang dapat di uji dengan model asal-tujuan (origin-destination). Dengan meminimumkan waktu tempuh dari setiap titik asal ke titik tujuannya masing-masing akan dapat dicapai efisiensi bahan bakar yang maksimum, dan reduksi pencemar udara yang lebih besar.

2. Pengendalian pada sumber (mesin kendaraan).

Jenis kendaraan yang digunakan sebagai alat transportasi merupakan bagian di dalam sistem transportasi yang akan memberikan dampak bagi lingkungan fisik dan biologi akibat emisi pencemaran udara dan kebisingan. Kedua jenis pencemaran ini sangat ditentukan oleh jenis dan kinerja mesin penggerak yang digunakan. Persyaratan pengendalian pencemaran seperti yang diterapkan Amerika Serikat (AS) telah terbukti membawa perubahan-perubahan besar dalam perencanaan mesin kendaraan bermotor yang beredar di dunia sekarang ini. Sejak tahun 1970, bersamaan dengan krisis energi dan fenomena pencemaran udara di Los Angeles Smog, dikeluarkan persyaratan-persyaratan yang ketat oleh pemerintah Federal untuk mengendalikan emisi kendaraan bermotor dan efisiensi bahan bakar.

Perubahan-perubahan yang dilakukan dalam rencana mesin, meliputi pemasangan (katup) PCV palse sistem karburasi, sistem pemantikan yang memungkinkan pembakaran lebih sempurna, sirkulasi uap bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi emisi tangki BBM, dan after burner untuk menurunkan emisi. Sedangkan teknologi retrofit disyaratkan dengan pemasangan alat Retrofit Catalitic Converter untuk mereduksi emisi HC dan NOX dan debu (TSP). Teknologi ini membawa implikasi yang besar terhadap sistem BBM, karena TEL tidak dapat lagi ditambahkan dalam BBM.

3. Energi transportasi.

Besarnya intensitas emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor selain ditentukan oleh jenis dan karakteristik mesin, juga sangat ditentukan oleh jenis BBM yang digunakan. Seperti halnya penggunaan LPG, akan memungkinkan pembakaran sempurna dan efisiensi energi yang tinggi. Selain itu dalam rangka upaya pengendalian emisi gas buang, bila peralatan retrofit digunakan, diperlukan syarat bahan bakar, khusus yaitu bebas timbal.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, diharapkan sistem transportasi perkotaan, akan sesuai dengan yang diharapkan, khususnya dalam upaya mengurangi tingkat kemacetan dan mencegah semakin meningkatnya kadar polutan udara oleh asap kendaraan bermotor dan kebisingan.

Aspek perencanaan perkotaan dan sistem transportasi akan menjadi faktor generik dampak yang umumnya timbul, khususnya penggunaan energi, pencemaran udara termasuk dalam mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas. Selama aspek sistem transportasi yang memadai dan sesuai terlaksana dalam konteks perencanaan kota yang ada, melalui manajemen transportasi, efisiensi energi dan pencegahan dampak bagi lingkungan dapat dilakukan.

Dalam hal pembangunan dan pengembangan sistem transportasi darat yang ideal untuk kehidupan. Sebenarnya pemerintah sebagai pihak regulator sudah memberlakukan beberapa peraturan guna menanggulangi atau meminimalisir dampak negatif yang di akibatkan adanya sistem transportasi darat.

Berdasarkan kondisi saat ini dimana dapat dilihat bahwa transportasi sangat berpengaruh terhadap pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor, perlu diambil langkah-langkah konkrit dan dukungan berupa :

  1. Pemberi insentif bagi kendaraan bermotor yang berpopulasi rendah antara lain :
    1. Keringanan pembebasan pajak untuk kendaraan bermotor yang menggunakan gas berupa PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor). PERPU.No.21 tahun1997.
    2. Keringanan Pajak Kendaraan (STNK) khusus kendaraan berbahan bakar Gas (BBG atau LPG) selama periode tertentu.
    3. Penentuan harga jual Bahan Bakar yang berwawasan lingkungan (Mogas Unleaded dan Gas) de ngan harga menarik bagi konsumen.
    4. Pemberian keringanan pajak untuk Bea Masuk peralatan Konversi (Conversion Kit), Sehingga harga jualnya dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat.
    5. Peraturan Pemerintah yang mewajibkan kepada Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) untuk setiap kendaraan baru yang diproduksi sudah dilengkapi/dipasang Catalytic Converter serta alat konversi untuk kendaraan niaga dan angkutan umum.

Selain itu, juga diperlukan dukungan dari lintas seketoral. Mengingat permasalahan pencemaran udara terutama di kota -kota besar telah telah menyebabkan menurunnya kualitas udara yang menggangu kenyaman bahkan telah menyebabkan gangguan kesehatan dan keseimbangan iklim global. Untuk menanggulangi hal tersebut upaya-upaya pengendalian pencemaran udara perlu dilakukan oleh semua pihak yang terkait dan berkepentingan antara institusional yang meliputi : beberapa Departemen Teknis terkait (Departemen Perhubungan, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum), serta Bapedalda, Pertamina dan Polri, sedangkan Pemda akan berperan sekali sebagai penanggung jawab pelaksanaannya dan Bappenas sebagai penanggung jawab pendanaannya.

Dalam upaya mengatasi persoalan kemacetan , Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas antara lain :

  1. meningkatkan kapasitas jalan / prasarana seperti: memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan, membuat jalan tol, merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah, mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan., meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang / flyover, mengembangkan inteligent transport sistem.
  2. Pembatasan kendaraan pribadi seperti : Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP), Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Transportasi merupakan urat nadi Pembangunan Nasioanal untuk melancarakan arus manusia barang maupu informasi sebagai penunjang tercapainya pengalokasian sumber-sumber perekonomian secara optimal untuk itu jasa transportasi harus cukup tersedia secara merata dan terjangkau daya beli masyarakat. Sarana transportasi darat berkembang mengikuti fenomena yang timbul. Pemilihan sistem transportasi yang salah dapat mengakibatkan terjadinya permasalahan-permasalahan bagi masyarakat maupun lingkungan.

Permasalahan yang dapat ditimbulkan oleh berkembang pesatnya transportasi darat antara lain polusi udara, polusi suara, kemacetan, dan meningkatnya angka kecelakaan lalu-lintas. Adapun untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh sektor transportasi darat, perlu mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya efek tehadap lingkungan dan manusia. Adapun mengenai efek terhadap lingkungan dan manusia perlu dikendalikan dengan melihat semua aspek yang ada di dalam sistem transportasi, mulai dari perencanaan sistem transportasi, meliputi model transportasi, sarana, pola aliran lalu lintas, jenis mesin kendaraan, dan bahan bakar yang digunakan. Selain itu, juga diperlukan dukungan dari lintas seketoral. Karena sebenarnya pemerintah sebagai pihak regulator sudah memberlakukan beberapa peraturan guna menanggulangi atau meminimalisir dampak negatif yang di akibatkan adanya sistem transportasi darat.

3.2 Saran

Transportasi sudah selayaknya ada untuk memberi kemudahan dalam kehidupan manusia. Tetapi dalam perkembangannya transportasi ini juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai manusia sudah seharusnya bijak dalam menggunakan alat transportasi, agar masalah atau dampak negatif dari tranportasi darat dapat di minimalisir sekecil mungkin.

Sudah sepatutnya kita sadar akan pentingnya arti transportasi dalam kehidupan ini. Namun kita juga harus sadar akan berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek

Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS

Sumaatmadja, Nursid. (1998) . Manusia Dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung : AlfaBeta

Sumaatmadja, Nursid dan Kuswaya Wihardit. (1999). Perspektif Global. Jakarta : Universitas Terbuka

http://www.dephub.go.id/in/data/darat/map_dirjen.pdf

http://www.kpbb.org/download.html

www.uum.edu.my/pend/webpeke/ppend/lalu_lintas.pdf

http://www.walhijogja.or.id

makalah pendidikan sosial budaya teknologi


MAKALAH

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi

Disusun Oleh :

Krisiyanto ( 0604373 )

Kelas : IPS Reguler

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS CIBIRU

BANDUNG

2009

 

KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil alamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini, sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin.

Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah PLSBT tepat waktu. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Bandung, 18 Februari 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR….. i

DAFTAR ISI…. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Rumusan Masalah .. 2

1.3 Tujuan . 2

1.4 Metode dan Prosedur .. 2

1.5 Sistematika Penulisan 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Individu … 4

2.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Individu .. 6

2.3 Kebutuhan Manusia Sebagai Individu .. 8

2.4 Pembentukan Perilaku Manusia 9

2.5 Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Individu .. 11

BABA III PENUTUP

3.1 Kesimpulan . 13

3.2 Saran 14

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang dianugrahi akal pikiran dan memiliki potensi untuk beriman kepada Allah dan dengan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta gejala-gejala alam, memiliki rasa tanggung jawab atas segala tingkah lakunya dan berakhlak. Dengan anugrah itulah yang menjadikan manusia sebagai makhluk mulia, dimana makhluk lain tidak memiliki keistimewaan tersebut. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.

Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahkan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengembangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal dan untuk memenuhi kebutuhannya.

Sebagai makhluk individu, apabila menganggap dirinya selalu benar, egosentris, mau menang sendiri, tidak mau mengalah, kasar, tidak toleran, memandang masalah hanya dari sudut pandangnya saja; maka dia termasuk dalam pengaruh NEGATIF sebagai makhluk individu. Perlu diingat pula, Rasulullah Muhammad SAW, membutuhkan waktu dan tempat untuk merenung –silence–, memikirkan segala kenikmatan yang telah dikaruniai oleh Sang Pencipta, lalu mensyukurinya dan akhirnya membebaskan dirinya dari belenggu kesombongan, serta mencapai kesempurnaan dengan senantiasa memperbaiki diri dengan bertafakur.

1.2 Rumusan Masalah

Berawal dari latar belakang tersebut, Kami mencoba menyampaikan permasalahan antara lain:

  1. Bagaimana hakekat manusia sebagai makhluk individu ?
  2. Bagaimana kedudukan manusia sebagai Makhluk individu ?
  3. Bagaimana Kebutuhan manusia sebagai individu ?
  4. Bagaimana pembentukan Perilaku manusia ?
  5. Bagaimana Pemgembangan manusia sebagai makhluk individu

1.3 Tujuan

Tujuan pembuatan Makalah ini adalah Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang Manusia sebagai Makhluk Individu.

1.4 Metode dan Prosedur

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.

1.5 Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara umum yaitu :

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah

I.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan

1.4. Metode

1.5. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Individu

2.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Individu

2.3 Kebutuhan Manusia Sebagai Individu

2.4 Pembentukan Perilaku Manusia

2.5 Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Individu

BABA III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Individu

Kata Individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Individu berasal dari bahasa latin kata individium (tidak terbagi) dan dalam bahasa inggris berarti in (salah satunya mengandung pengertian tidak) dan divide (terbagi).Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi individu hanya sebutan yang tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya.

Sebagai mahluk individu manusia sangat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap individu akan sangat ekspresif tentang dirinya. Hal ini yang dikategorikan oleh para ahli dengan sifat, kepribadian, dan banyak istilah lain. Ekspresi manusia dapat melalui penampilan fisik, tingkah laku, nilai-nilai yang diyakini, dan setiap media dalam hidupnya adalah bentuk ekspresi individu. Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas khusus, disebut sebagai “kepribadian”.

Banyak pakar yang memberikan pengertian tentang kepribadian. Dari beberapa konsep atau pengertian tentang kepribadian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah ciri-ciri / karakteristik watak individu yang konsisten yang berkenaan dengan sikap, keinginan, pola pikiran dan tingkah laku untuk berbuat, berpikir, dan merasakan khususnya apabila individu itu berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan di lingkungannya. Kepribadian mempunyai karakteristik yang konsisten dan mencirikan kepribadian secara normal. Karakteristik kepribadian tersebut merupakan perpaduan antara bawaan atau warisan yang dibawa sejak lahir dengan faktor lingkungan.

Faktor bawaan atau warisan yang dimiliki oleh individu maupun kondisi lingkungannya tidaklah sama, sehingga tidak akan terjadi dua individu memiliki kepribadian yang sama. Jadi setiap individu mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang berbeda dengan kepribadian individu lain. Menurut Koentjaraningrat, unsur-unsur kepribadian meliputi: Pengetahuan, Perasaan, Dorongan Naluri.

Manusia sebagai mahluk individu, dimana manusia berbeda dengan manusia lain dalam salah satu atau beberapa segi yang meliputi:

  1. Manusia sebagai makhluk biologis Manusia adalah mahluk hidup yang lahir, tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan.
  2. Manusia sebagai makhluk psikologis
    1. Memiliki struktur kepribadian yang terdiri dari id, ego dan super ego
    2. Dipengaruhi perasaan dan kata hati
    3. Memiliki daya pikir dan kecerdasan
    4. Memiliki kebutuhan psikologis agar pribadi dapat berkembang
    5. Memiliki kepribadian yang unik
    6. Manusia sebagai makhluk spiritual Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dalam bentuk yang sebaik-baiknya, memiliki jiwa yang sempurna, untuk menjadi khalifah dibumi. Bukti manusia mahluk spiritual :
      1. Memiliki keyakinan dan kepercayaan
      2. Menyembah tuhan

Sebagai individu, manusiapun mempunyai tujuan hidup sebagaimana yang di jelaskan oleh filsuf dan juga sufi Al Ghazali :

tujuan manusia sebagai individu adalah mencapai kebahagiaan dan kebahagiaan yang paling utama harus diketemukan di kehidupan yang akan datang, sarana utama kepada tujuan itu ada dua macam amal baik lahiriah berupa ketaatan kepada aturan-aturan tingkah laku yang diwahyukan dalam kitab suci dan upaya bathiniah untuk mencapai keutamaan jiwa.

Amal baik lahiriyah bermanfaat karena ketaatan di samping dibalas langsung untuk kebaikan itu sendiri, juga mendukung akan perolehan keutamaan, namun kondisi bathin lebih penting dalam pandangan Tuhan daripada amal baik lahiriyah dan lebih mendatangkan pahala keutamaan. Di samping itu berpendapat bahwa kejahatan dan kebaikan hanya dapat diketahui melalui wahyu (dan tidak melalui rasio alamiah). Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.

2.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Individu

Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diii pribadi. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Disebutkan dalam Kitab Suci Al Quran bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Jika kita amati secara seksama benda-benda atau makhluk ciptaan Tuhan yang ada di sekitar kita, mereka memiliki unsur yang melekat padanya, yaitu unsur benda, hidup, naluri, dan akal budi.

1) Makhluk Tuhan yang hanya memiliki satu unsur, yaitu benda atau materi saja. Misalnya, batu, kayu, dan meja.

2) Makhluk Tuhan yang memiliki dua unsur, yaitu benda dan hidup. Misalnya, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.

3) Makhluk Tuhan yang memiliki tiga unsur, yaitu benda, hidup, dan naluri/ instink. Misalnya, binatang, temak, kambing, kerbau, sapi, dan ayarn.

4) Makhluk Tuhan yang memiliki empat unsur, yaitu benda, hidup, naluri/instink, dan akal budi. Misalnya, manusia merupakan makhluk yang memiliki keunggulan dibanding dengan makhluk yang lain karena manusia memiliki empat unsur, yaitu benda, hidup, instink, dan naluri.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan kewajibannya.

  1. 1. Kodrat manusia

Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat ash, kemampuan atau bakatbakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ditinjau dan kodratnya, kedudukan manusia secara pribadi antara lain sesuai dengan sifat-sifat aslinya, kemampuannya, dan bakat-bakat alami yang melekat padanya.

  1. 2. Harkat manusia

Harkat manusia artinya derajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  1. 3. Martabat manusia

Martabat manusia artinya harga din manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. Ditinjau dan martabatnya, kedudukanmanusia itu lebih tinggi dan lebth terhormat dibandingican dengan makhluk lainnya

  1. 4. Hak asasi manusia

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimihiki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa, seperti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau kemerdekaan.

  1. 5. Kewaiban manusia

Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekwensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hakhak asasi, sekaligus makhluk sosial yang mempunyai kewajiban untuk melakukan sesuatu berdasarkan norma-norma yang berlaku. Ditinjau dan kewajibannya, manusia berkedudukan sama, artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya sehari-hari.

2.3 Kebutuhan Manusia Sebagai Individu

Manusia adalah mahluk yang utuh dan unik. Sebagai mahluk yang utuh manusia terdiri dari bio psiko sosio dan spiritual. Manusia adalah terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik yang ditimbulkan oleh berbagai macam-macam kebudayaan. Dikatakan unik karena manusia memiliki beragai macam perbedaan dengan setiap manusia lain, mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya.

Abraham Maslow menyusun kebutuhan dasar manusia secara hirarki.

1) Kebutuhan fisiologis

Udara segar (O2), air (H2O) dan elektrolit, makanan, pengeluaran zat sisa, tidur, istirahat, latihan, kebersihan dan seksual.

2) Kebutuhan rasa aman

Perlindungan dari udara panas/dingin, cuaca jelek, kecelakaan, infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum.

3) Kebutuhan akan cinta

dicintai dan mencintai Mendambakan kasih saying, ingin dicintai individu/kelompok dan lain sebagainya.

4) Kebutuhan harga diri

Dihargai dalam pekerjaan, profesi, kecakapan, keluarga, kelompok dan masyarakat.

5) Kebutuhan aktualisasi diri

Kepuasan bekerja sesuai dengan potensi dan dilaksanakan dengan senang hati serta jika berhasil mendapat pengakuan orang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar adalah :

  1. Umur dan tingkat perkembangan
  2. Sex
  3. Status kesehatan
  4. Social budaya
  5. Status ekonomi
  6. Spiritual
  7. Emosi Homeostasis dan equilibrium Homeostasis adalah pemeliharaan kesatuan, stabilitas dan ketetapan.

2.4 Pembentukan Perilaku Seorang Individu

perilaku atau aktivitas yang ada pada diri manusia (individu / organisme) tidak timbul dengan sendirinya tetapi akibat dari rangsangan (stimulus) yang diterima organisme bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Pada formulasi ini dijelaskan bahwa perilaku dipengaruhi oleh lingkungan dan organisme yang bersangkutan. Sedangkan Bandura memformulasikan perilaku dalam bentuk sbb :

B: Behavior, E : enviroment dan P : Person. Formulasi Bandura menerangkan bahwa perilaku, lingkungan dan individu saling berhubungan atau berinteraki satu sama lain bahkan saling mempengaruhi. Ini berarti bahwa individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri.

Skinner membedakan perilaku menjadi dua bagian yaitu :

  1. 1. perilaku alami ( innate behavior ) yaitu perilaku yang dibawa sejak lahir berupa refleks dan insting. Contoh dari perilaku ini adalah; gerakan refleks atau spontan ketika tangan terkena panas api, kedipan mata bila kena cahaya yang kuat. Perilaku ini secara otomatis digerakkan tanpa melalui pusat susunan syaraf. Jadi reson akan timbul seketika setiap terkena stimulus otomatis.
  2. 2. perilaku operan (operant behavior) adalah perilaku yang dibentuk melalui proses belajar. Perilaku jenis ini dikendalikan oleh pusat syaraf atau kesadaran otak. Pada kaitan ini setelah stimulus diterima, kemudian dilanjutkan ke otak. Perilaku jenis ini lebih dominan dibanding perilaku alami.

Pembentukan perilaku

  1. Pembentukan perilaku melalui kondisioning (kebiasaan)

Perilaku dapat dibentuk melalui membiasakan diri dengan untuk berperilaku seperti yang diharapkan. Misal ; bangun pagi, menggosok gigi dans sebagainya

  1. Pembentukan perilaku dengan pengertian (insight)

Perilaku ini dibentuk dengan belajar kognitif disertai dengan pengertian

  1. Pembentukan perilaku menggunakan model

Perilaku yang terbentuk dengan menggunakan contoh atau model. Pembentukan perilaku disini dengan cara teori belajar sosial (social learning theory) Misal umumnya seorang anak berperilaku mencontoh orang tuanya.

2.5 Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Individu

Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation.

Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengembangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal.

Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi individu hanya sebutan yang tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta. Sebagai mahluk individu manusia sangat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap individu akan sangat ekspresif tentang dirinya. Hal ini yang dikategorikan oleh para ahli dengan sifat, kepribadian, dan banyak istilah lain.

Dikatakan unik karena manusia memiliki beragai macam perbedaan dengan setiap manusia lain, mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya. perilaku atau aktivitas yang ada pada diri manusia (individu / organisme) tidak timbul dengan sendirinya tetapi akibat dari rangsangan (stimulus) yang diterima organisme bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal.

Sebagai individu, manusiapun mempunyai tujuan hidup sebagaimana yang di jelaskan oleh filsuf dan juga sufi Al Ghazali tujuan manusia sebagai individu adalah mencapai kebahagiaan dan kebahagiaan yang paling utama harus diketemukan di kehidupan yang akan datang, sarana utama kepada tujuan itu ada dua macam amal baik lahiriah berupa ketaatan kepada aturan-aturan tingkah laku yang diwahyukan dalam kitab suci dan upaya bathiniah untuk mencapai keutamaan jiwa.

3.2 Saran

Sebagai makhluk individu, kita memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. kita yang biasa dikenal dengan mahluk sempurna memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, maka kita harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirin seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, kita bisa mampu mengembangkan diri sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Kita sebagi seorang calon pendidik harus sadar bahwa dalam rangka mendidIk anak tidak boleh memaksa karena dalam diri anak ada suatu prinsip pembentUkan dan pengembangan yang ditentukan oleh dirinya sendiri. Pendidikan hendaknya menghormati keindividualitasn anak, karakteristik individu anak, kepribadian anak, keunikannya, dan martabatnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ridwan Effendi, dkk. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya Dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek.

Sadulloh Uyoh, Drs. (2003). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: AlFABETA.

Sadulloh Uyoh, dkk. ( 2007). PEDAGOGIK.. Bandung: CIPTA UTAMA.

Dr. Duddy Mulyawan’s Site

www.edwias.com

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/humaniora/3522042.htm

PSIKOLOGI


Pengaruh Musik pada Anak

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada “miring”. Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, “Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia”.

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.

“Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony“, demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. “Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh“. Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan “head banger”, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. “Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony”, ujar Ev. Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia. Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, “Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi”.

Sumber : (http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Pengaruh%20Musik)

MAKANAN FAVORIT MENENTUKAN KEPRIBADIAN

Banyak cara menilai kepribadian seseorang. Bila kamu masih dalam tahap “PeDeKaTe”, ada baiknya mengetahui apa makanan kesukaan calon pacar. Dari situ, kamu bisa mengetahui bagaimana sifat dia yang sesungguhnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Baxters terhadap orang Inggris dan Skotlandia, belum lama ini, diketahui bahwa orang yang gemar makan wortel umumnya memiliki sifat pengasih dan berpikiran luas. Sayang, orang yang suka mengkonsumsi sayuran jenis ini, kemudian juga diketahui memiliki sikap ekstrovert dan bergaya bossy.

Bila dia gemar sekali memakan ayam goreng, ayam kuah opor dan berbagai masakan dari ayam, maka dia adalah tipe orang yang selalu bersikap realistis dan apa adanya. Dia cenderung berpikir logis dan jarang melibatkan perasaan dalam melihat suatu perkara.

Anda boleh merasa senang bila dia ternyata gemar sekali makan jamur, apapun jenisnya. Orang macam ini, kata survei itu, tergolong memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi. Buktinya, 92% orang Inggris dan Skotlandia yang hoobi mengkonsumsi jamur memang terbukti setia.

Apabila dia gemar sekali makan mie, instant maupun olahan, terutama mie rasa ayam, maka dia termasuk orang yang independen. Bisa jadi demikian, faktanya, sebagian besar anak kost, terutama mahasiswa, ternyata doyan makan mie. Orang yang suka makan minestrone, sejenis sup yang disertai mie kecil-kecil, katanya sangat perfeksionis.

Sedangkan orang yang suka sekali akan tomat, katanya mempunyai sifat pemberani dan semangat tinggi. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa orang yang gemar makan sup tomat ternyata mudah tergoda rayuan. Coba ingat-ingat, dia suka makan apa, ya?

Sumber: (http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi2.htm#MAKANAN%20FAVORIT%20MENENTUKAN%20KEPRIBADIAN).

makalah sosial budaya


MAKALAH

INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN: MODIFIKASI LINGKUNGAN, PENCEMARAN LINGKUNGAN, BUDAYA, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi

Disusun Oleh :

krisiyanto

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS CIBIRU

BANDUNG

2009


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah mamberikan kenikmatan iman islam serta kesehatan lahit dan batin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Kepada para keluarga ,sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku umat yang selalu mengikuti ajarannya.

Alhamdulillah, itulah kata pertama yang kami ucapkan karena telah dapat menyelesaikan salah satu tugasmata kuliah � Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)� . Dimana dalam penulisan makalah tentang � Interaksi Manusia dengan Lingkungan : Modifikasi Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Budaya dan Pola Kesehatan Lingkungan� ini kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itukritik dan saran yang bersifat membangun dari rekan � rekan sekalian selalu saya harapkan demi perbaikan � perbaikan.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umum nya bagi pembaca.

Bandung, 24 februari 2009

Penulis

DAFTAR ISI

.

KATA PENGANTAR������������������������������ i

DAFTAR ISI �����������������������������������..ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar belakang�����������������������������..1

  1. Runusan Masalah ���������������������������..2

C. Tujuan Penulisan ����������������������������3

D. Manfaat Penulisan ��������������������������3

E. Sistematika Penulisan Makalah ��������������������3

BAB II� PEMBAHASAN

A. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam ��������������5

  1. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan ����������9

C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya �������������.12

D.� Kesehatan Lingkungan Hidup�������������������. 18

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan �����������������������������22

  1. Saran �������������������������������..23

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A . Latar� Belakang

Dalam materi yang akan kami jelaskan yang terdapat dalam makalah ini yaitu tentang Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Kegiatan atau aktivitas manusia berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Dalam materi makalah ini akan dijelaskan Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang diantaranya mengenai Modifikasi Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Budaya dan Pola Kesehatan Lingkungan.

Indikasi dan cara identifikasi terhadap modifikasi lingkungan alam, baik melalui survei permukaan terhadap gejala atau kenampakan yang sekarang masih dapat dikenali di permukaan tanah , maupun melalui penginderaan jauh. Kedudukan manusia dalam lingkungan hidup dan dinamika interaksi dengan lingkungan hidup merupakan hubungan sosial yang dinamis.

Aktivitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan pengaruh pada alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Selain itu juga manusiaadlah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk bilogis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau �Homo Sapiens�, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang system kehidupan.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup secara individu. Mereka selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya daya manusia dan perilakunya yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, aktivitas atau kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya, karena lingkungan merupakan tempat yang paling dekat dengan manusia.

B .� Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang terdiri dari modifikasi lingkungan , pencemaran lingkungan budaya dan pola kesehatan lingkungan. Kami mengidentifikasi masalah tersebuty sebagai berikut :

  1. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam ?
  2. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan ?
  3. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya?
  4. Pola Kesehatan Lingkungan Hidup ?

C . Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini secara formal ialah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah �Pendidikan Lingkungan Sosial, budaya, dan Tekhnologi (PLSBT)�.

Tujuan yang lainnya yaitu untuk mengetahui sejauh mana interaksi manusia dan pengaruh manusia dengan lingkungan sekitarnya.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan yang dapat diambil dalam penulisan makalah ini adalah kita sebagai calon guru dapat mengetahui sejauh mana pengaruh manusia dengan dengan lingkungan hidup serta menambah wawasan kita dalam mata kuliah ini.

E . Sistematika Penulisan Makalah

DAFTAR ISI


BAB I�� Pendahuluan

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penulisan
  4. Manfaat Penulisan
  5. System Pembahasan

BAB II� Pembahasan

  1. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam
  2. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan
  3. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya
  4. Kesehatan Lingkungan Hidup

BAB III Penutup

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam.

Aktivitas manusia tidak hanya bergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam mata pelajaran ini, yang dimaksud dengan modifikasi sebagai akibat aktivitas manusia bukanlah perubahan suhu atau punahnya flora-fauna tertentu (Bradsawdan Weaver 1993:488-489). Melainkan semua perubahan bentuk relief bumi atau permukaan tanah, baik sebagai akibat adanya konstruksi maupun ada gejala atau kenampakan fisik lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, gajala atau kenampakan akibat aktivitas manusia tersebut kadang-kadang tidak disadari kehadirannya. Lebih-lebih bila� tidak terkonsentrasi pada situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, gejala tersebut menjadi pokok bahasan salah satu cabang dalam arkeologi.

Dalam hal ini, pengetahuan, pengalaman , dan kecermatan sangat diperlukan untuk dapat melakukan identifikasi segala kenampakan di permukaan tanah. Melalui pengamatan yang seksama gejala atau kenampakan yang terbentuk sacara alamiah yang biasa dipelajari dalam geomorfologi (Bradsaw dan Weaver 1993: 264)

Bekas aktivitas di suatu lahan kadang tidak diketahui keberadaannya, karena telah tertimbun tanah dalam kurun waktu lama atau tertutup tanaman yang rimbun dan tidak diketahui oleh pengguna lahan yang baru. Dalam kasus seperti ini hasil interpretasi terhadap foto udara membantu mengungkap keberadaan bekas aktivitas tersebut.

1 . Indikasi Modifikasi

Pengetahuan mengenai indikasi-indikasi adanya modifikasi yang telah dilakukan manusia terhadap lingkungan alamanya sangat membantu dalam melakukan survey arkeologis.

Dalam bidang ilmu arkeologi, indikasi-indikasi tersebut merupakan bentuk-bentuk data arkeologo, yang dapat dikategorikan sebagai artefak, fitur atau ekofak. Agar indikasi tersebut dapat dijelaskan makna dan fungsinya, maka dilakukan beberapa kegiatan yaitu :

  • Perekaman, meliputi pengukuran, penggambaran, pemotrtan, dan pemetaan
  • Interpretasi yang didasarkan pada hasil perekaman data, sumber tertulis, gambar, foto, dan peta lama atau wawancara dengan penduduk sekitar.

Kombinasi dua atau lebih indikasi mengenal adanya aktivitas manusia kadang-kadang ditemukan di lokasi yang sama dan membentuk suatu situs arkeologi baru yang semula belum diketahui keberadaannya. Temuan atau situs baru yang berhasil diidentifikasi dan batas-batas distribusinya harus dicatat dengan baik dan diplotkan pada peta yang sudah ada untuk keperluan analisis selanjutnya. Berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa indikasi-indikasi yang telah disebutkan diatas, ada yang merupakan lubang bekas tiang suatu gubuk, pondasi rumah, bekas aktivitas penambangan.

Ada dua contoh hasil survey permukaan dan interpretasi terhadap indikasi bekas aktivitas manusia yang terdapat di Ari Zona dan Maryiand Amerika Serikat. Survey peretama yang berskala besar silakukan oleh Suzanio Fish, Paul Fish, dan tim di dekat Tucson, Ari Zona, di bagian barat daya Amerika Serikat. Survey tersebut telah menghasilkan temuan berupa timbunan batu kerakal sebanyak 42.000 buah, masing-masing timbunan tingginya kurang dari 1meter, dan diameternya kurang dari 1,50 meter.

Penelitian kedua dilakukan oleh suatu tim yang dipimpin oleh Mark Leone di tiga buah kebun dari abad XVIII di Annapollis Maryland, di bagian timur Amerika Serikat. Kegiatan penelitian arkeologi Lansekap tersebut menghasilkan dua buah pernis, yaitu :

  • Ruang-ruang diantara bangunan-bangunan dan fitur-fitur lainnya sama pentingnya denagn fitur itu sendiri.
    • Ruang-ruang tersebut mencerminkan makna sosial dan ideology ynag penting bagi pembuatnaya

2 . Distribusi Artefak

Selain contoh-contoh yang telah dikemukakan, banyak situs arkeologi yang dapat diidentifikasi keberadaannya melalui adanya konsentrasi temuan artefaktual di permukaan tanah, seperti fragmen-fragmen gerabah atau serpih-serpih batu beserta calon-calon beliung.

Sebagaimana gejala-gejala lainnya, himpunan artefak di suatu lokasi dapat mengubah relief permukaan tanah� sebagai contoh keberadaan timbunan-timbunan tata batu pada areal seluas kurang lebih 6.000 hektar, yang dikenal sebagai bengkel pembuatan beliung persegi dan mata panah di wilayah gunung, kabupaten pacitan, Jawa timur.

Dalam hal ini aktivitas alam, seperti aliran tidak dipungkiri ikut andil sebagai factor penyebab terjadinya transformasi atau akumulasi data arkeologi. Namun melalui pengamatan terhadap serpihan-serpihan batu limbah produksi beliung dan artefak yang ada, dapat dipastikan bahwa timbunan-tinbunan batu tersebut bukan sekedar hasil aktivitas alam, melainkan bekas aktivitas komunitas manusia ynag pernah tinggal di wilayah yang sekarang lebih dikenal sebagai wilayah yang tandus tersebut.

3 . Bangunan Monumental

Keberadaan konstruksi bangunan, baik masih dalam kondisi utuh maupun reruntuhan, paling mudah diketahui kehadirannya bila dibandingkan dengan jenis data arkeologis lainnya. Jenis data arkeologis ini, yang memang bentuknya sangat menonjol bila dibandingkan dengan gejala lainnya. Benar-benar mengubah relief permukaan �permukaan tanah yang terbentuk secara alamiah. Namun demikian, aktivitas alam yang tidak henti-hentinya, seperti meletusnya gunung berapi, banjir-banjir lahar, juga berpengaruh terhadap tersembunyi atau terkuaknya tinggalan arkeologis berupa bangunan monumental.

Kalau sekarang kita dapat menyaksikan kemegahan candi-candi di sekitar Yogaykarta dan Jawa Tengah , seperti candi Prambanan, dan Borobudur, sebenarnya tidak demikian halnya dengan candi-candi tersebut puluhan tahun yang lalu.

B. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan.

Penyebab terjadinya pencemara lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Beberapa jenis dari pencemaran lingkungan diantaany pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, danau, laut, air, tanah, dan sebaainya.

Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam mempunyai kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian tanah, pasir, bebatuan, dan mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah penxemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Pencemaran ada yang berlangsung terasa dampaknya misalnya, berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) atau yang akan dirasakan setelah jangka waktu tertyentu (penyekit kronis). Sebenarnya alam mempunyai kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (Self Recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu telampaui, maka pencemaran akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan, dan ekosistem.

1. Pencemaran Tanah

Keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah linhgkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, pengguna pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke lapisan sub permukaan.

Air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industry yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah diantaranya yaitu limbah padat berbentuk sampah anorganik atau sampah kering yaitu sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup. Jenis sampah ini tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme.

2. Pencemaran Udara

Pencemaan udara adalah kehadiran suatu auatu lebih substansi fisik kimia atau biologi di atmosfir dalam jumlah yang dapat membahayakan keswehatan manusia, hewan dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan atau merusak property.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumbar alam maupun keiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas radiasi, atau polusi cahaya. Dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional maupun global.

Pencemaran udara dibedakan menjadi pencemaran primer dan pencemaran sekunder. Pencemaran primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah salah satu contoh dari pencemaran primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Contoh lainnya yaitu asap. Asap merupakan partikel kecil dari karbon yang mengambang di udarayang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Efek yang dapat ditimbulkan dari asap tersebut ialah dapat menyababkan sesak nafas dan kerusakan pada lapisan epitel alveoli, bahkan dapat menyebabkan bronitish dan juga dapat mengurangi intensitas cahaya sehingga menyebabkan berkurangnya proses fotosintesis, sehingga dapat mematikan tumbuhan.

Pencemaran sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar primer di atmosfir. Pembentuksn ozo adalam smog fotokimia adalah salah satu contoh dari pencemaran udara sekunder.

3 . Pencemaran Air

Pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia maupun fenomena alam ynag mengakibatkan perubahan yang besra terhadap kualitas air.

Salah satu sumber dari pencemaran air yaitu limbah pemukiman. Limbsh pemukiman ini mengandung limbah domestic berupa sampah organic dan sampah an organic serta ditergen. Sampah organic adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri, contoh nya sisa sayuran, buah-buahan dan daun-daunan. Sedangkan sampah an organic seperti karet, plastic, atau kaca.

Sampah organic yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakanbakteri untuk proses pembusukannya.

Detergen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hamper setiap rumsh tangga menggunakan detergen padahal limbah detergen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.

C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya.

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk manusia �Homo Sapiens�, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang system kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari system sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya.

Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis pengikut Darwin menyatakan bahwa manusiaberasal dari kerayang berevolusi selam ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yangmenyanggah teork evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah SWT.

1.����� Perubahan secara lambat dan Perubahan secara cepat (dilihat dari waktu)

Perubahan secara lambat = evolusi, yaitu prubahan yang memerlukan waktu lama. Cirinya : memerlukan waktu lama, perubahannya kecil, perubahan tidak disadari oleh masyarakat, tidak diikuti oleh konflik atau tidak menimbulkan kekerasan. Ex: perubahan mata pencaharian masyarakat.

Perubahan secara cepat = revolusi, yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Ciri-cirinya membutuhkan waktu singkat, perubahannya besar karena menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan, perubahan disadari/direncanakan, seringkali diikuti oleh kekerasan atau menimbulkan konflik. Ex: revolusi Indonesia tahun 1945, reformasi Indonesia tahun 1998, revolusi industri Perancis dan Inggris.

2.����� Perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya� besar.

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang tidak membawa pengaruh langsung bagi kehidupan masyarakat. Ex; perubahan mode pakaian, gaya potongan rambut, dsb.

Perubahan yang membawa pengaruh besar adalah perubahan yang membawa pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat karena perubahan yang terjadi pada unsure-unsur social budaya masyarakat. Ex: Industrialisasi membawa pengaruh pada hubungan kerja, lembaga kemasyarakatan, system pemilikan tanah, pelapisan social, hubungan kekerabatan, dll.

3.����� Perubahan yang dikehendaki/direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki/tidak ayang dikehendaki/direncanakan= pembangunan adalah perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu yang ada dalam masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Biasanya perubahan tidak dihendaki muncul sebagai dampak dari perubahan yang direncanakan.

Secara garis besar perubahan social menyangkut perubahan dalam:

  1. kelompok social.
  2. stratifikasi social.
  3. lembaga-lembaga social.
  4. interaksi social.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial:

  1. Menurut Alvin Betrand: awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.
  2. Menurut David Mc Clelland: dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat.
  3. Prof. Soerjono Soekanto: Perubahan social disebabkan oleh factor intern dalam masyarakat itu� dan factor ekstern.

Faktor Intern antara lain:

1)����� Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi).

2)����� Adanya Penemuan Baru:

-�������� Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada.

-�������� Invention : penyempurnaan penemuan baru.

-�������� Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada.

Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.

3)����� �Konflik yang terjadii dalam masyarakat.

4)����� Pemberontakan atau revolusi.

Faktor ekstern antara lain:

1)����� perubahan alam.

2)����� peperangan.

3)����� pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).

Jadi menurut Soerjono Soekanto� factor pendorong perubahan social adalah:

1)����� sikap menghargai hasil karya orang lain.

2)����� keinginan untuk maju.

3)����� system pendidikan yang maju.

4)����� toleransi terhadap perubahan.

5)����� system pelapisan yang terbuka.

6)����� penduduk yang heterogen.

7)����� ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu.

8)����� orientasi ke masa depan.

9)����� sikap mudah menerima hal baru.

Ciri perubahan social adalah :

1)����� setiap masyarakat pasti� mengalami perubahan, baik lambat maupun cepat.

2)����� perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga social lainnya.

3)����� perubahan social yang cepat biasanya menimbulkan disintegrasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri.

Macam-macam Proses Perubahan Sosial Budaya:

a)����� Akulturasi.

b)����� Asimilasi.

c)����� Difusi.

d)����� Discovery.

e)����� Invention.

f)������� Inovasi.

g)����� Modernisasi: adalah proses perubahan tradisi, sikap, dan system nilai dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain, sehingga suatu bangsa dapat bertahan secara wajar di tengah-tengah tekanan berbagai masalah hidup di dunia dewasa ini.

h)����� Globalisasi: adalah suatu system atau tatanan yang menyebabkan seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi dunia. Atau suatu kondisi dimana tidak ada lagi batas-batas antara satu Negara dengan Negara lain dalam hal teknologi komunikasi.

Dampak perubahan social budaya :

  • Dampak Negatif Modernisasi.

a.��� sikap materialistic : orang lebih mengejar kekayaan materi dibanding dengan kualitas diri.

b.��� sikap individualistic: memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri dibanding menolong orang lain.

c.������ sikap konsumerisme: sikap hidup yang boros / konsumtif.

d.����� kesenjangan social ekonomi : timbulnya pelapisan social yang kuat ant yang kaya dengan yang miskin.

e.������ pencemaran / kerusakan lingkungan alam.

f.������� kriminalitas.

g.������ kenakalan remaja.

Tantangan baru bangsa Indonesia� akibat globalisasi yang dapat mengancam eksistensi jati diri Bangsa Indonesia:

  1. Guncangan budaya (cultural shock).

Ketidaksesuaian unsure-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan social yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Budaya yang masuk ke suatu masyarakat tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, kondisi seperti inipun juga dapat menimbulkan keguncangan budaya.

  1. Ketertinggalan budaya (cultural lag).

Perumbuhan atau perubahan unsure kebudayaan yang mengalami perubahan tidak sama cepatnya misalnya perubahan pada budaya material akan lebih cepat berubah dibanding budaya immaterial. Ketidak seimbangan perubahan antara budaya material dan immaterial itulah yang disebut dengan ketertinggalan budaya.

Antisipasi memudarnya jati diri bangsa karena globalisasi:

a)����� mamperkuat ideology dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan misalnya;upacara bendera.

b)����� pengimbangan kemajuan ilmu pengetahuan dengan iman.

c)����� mencegah meluasnya narkoba, pornoaksi melalui teknologi, miras dll.

d)����� mencintai produk dalam negeri.

e)����� meningkatkan persatuan dan kesatuan.

f)������� menjaga kelestarian lingkungan hidup.

g)����� orangtua semakin aktif dalam mendidik anak.

h)����� selektif terhadap budaya aasing yang masuk.

D. �Kesehatan Lingkungan Hidup

Keadaan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Didalam lingkungan yang sesusai penyebab penyakit dapat dipelihara dan ditularkan dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dari hewan ke hewan atau dari manusia ke hewan.

Didalam alam yang ditempati manusia dan hewan, selalu ada penyebab penyakit manusia dan hewan, karena pada setiap saat ada manusia atau hewan yang sakit dan mengeluarkan penyebab penyakit dari padanya. Penyebab penyakit yang dapat berupa bahan fisik maupun kimia dan berbagai macam organisme seperti virus dan lain-lain. Dapat ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara udara, air, tanah dan benda-benda lain, hewan atau tumbuh-tumbuhan.

1. penularan penyakit melalui air.

Air adalah mutlak untuk kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak diperhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat-zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan. Bila terdapat pencemaran dengan berbagai bahan kimia yang dapat berasal dari berbagai sumber alam maupun sumber buatan manusia. Hamper semua jenis orgasnisme penyebab penyakit dapat ditemukan dalam air.

Banyak penyakit menular bersumber pada air (water borne diseases). Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering didapat setelah berenang dikolam renang yang kurang pemeliharaannya. Contoh klasik penyakit bakteri yang bersumber pada air (water borne desiases) ialah typhoid, disentri dan kolera. Air yang tercemar oleh eks-kreta fikus dapat menularkan penyakit jamur melalui air dan cacing-cacing perut dapat ditemukan dalam air pula.

Tumbuhan didalam dan skeet air juga penting dalam penyebaran penyakit. Ada tumbuhan air yang melekat pada tumbuhan, bentuk-bentuk infektif dari parasit dan penularan terjadi karena makan tumbuhan tersebut sebagai sayuran mentah, contohnya salada air, kangkung air yang dapat mengandung larva dari cacing hati yang banyak menginfeksi api.

2. penularan penyakit melalui udara.

Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup udara dan itu dapat mnyebabkan penyakit dalam pernapasan. Penyakit influenza adalah contoh-contoh infeksi melalui udara. Penyakit yang disebabkan oleh jamur juga dapat ditularkan melalui udara.

Pencemaran dengan partikel-partikel kecil (debu) seperti jelaga, debu batu bara atau debu lainnya menyebabkan kerusakan paru-paru dan juga memudahkan masuknya infeksi lainnya.

3. penularan penyakit melalui tanah.

Air tanah banyak mengandung penyakit. Terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik sengaja seperti sengaja memakai kotoran sebagai pupuk kebun maupun secara tidak sengaja dengan buang air di kebun atau membuang kotoran anak-anak di kebun. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, terutama jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia. Di dalam tanah juga banyak ditemukan bentuk-bentuk infektif sebagai parasit. Cacing-cacing perut yang penyebarannya melalui tanah, terutama dikeluarkan melalui tinja. Itu dapat menyebabkan berbagai penyakit.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dan uraian tadi, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Aktifitas manusia sangat berpengaru terhadap lingkungan.

2. Aktifitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

3. Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.

4. Selain itu juga manusia juga mempengaruhi lingkungan budaya, karena manuia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial.

5. Keadaan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Di dalam lingkungan yang sesuai. Penyebab penyakit dapat dipelihara dan ditularkan dari manusia ke� manusia, dari hewan ke hewan, atau dari manusia ke hewan.

B. Saran

Ada beberapa saran yang ingin kami sampaikan pada penulisan ini yaitu:

1. Jaga dan peliharalah lingkungan ini dengan sebaik-baiknya.

2. Tidak merusak lingkungan yang ada disekitar kita.

3. Memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya dan sewajarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arya Wisnu. (2005). Dampak pencemaran. Jakarta : Bumi Aksara.

Ridwan. (2006). Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya dan Teknologi. Bandung :UPI PRESS.

Hans. J Daeng. (2006). Manusia Kebudayaan dan Lingkungan. Jakarta : PT Pustaka Pelajar.

Soerjani Moh. (2008). Lingkungan Sumber Daya Alam, Kependudukan dan Pembangunan. Bandung : UPI PRESS.

Administrator Tim. (2008). Dampak Pencemaran Lingkungan. Bandung : Seksi Penyehatan Lingkungan.

Admin. (2007). Menjaga Bumi. [online]. Tersedia: http://www.menjaga bumi.Com//. [24 Februari 2009].

makalah pendidikan lingkungan sosial budaya teknologi


MAKALAH

PENGARUH IPTEK TERHADAP MASYARAKAT INDONESIA

Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi

Oleh :

krisiyanto

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS CIBIRU

BANDUNG

2009


KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil� a�lamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT� atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini,� sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin.

Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah PLSBT tepat waktu. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Bandung, Februari 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang ������������������������. 1

1.2. Rumusan masalah ��������������..������.2

1.3. Tujuan ………………………………………………………………………………………..2

1.4. Metode dan Prosedur ……………………………………………………………………2

1.5. Sistematika Penulisan �………………………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN

2.I.Definisi Teknologi ��������������������. 4

2.2. Peran� iptek bagi masyarakat �����������…����.. 5

2.3. Bidang Informasi dan komunikasi ���������.����.. 12

2.4. Bidang Ekonomi dan Industr �������������..��. 13

2.5. Bidang Sosial dan Budaya ��������������..��. 15

2.6. Bidang Pendidikan ����������������…��� 16

2.7. Bidang Pendidikan �����������������..��. 17

BABA III PENUTUP

3.1����� Kesimpulan ……………………………………………………………………………. 19

3.2����� �Saran ���������������������…………….. 20

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.

1.2. Rumusan masalah

Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah : Apakah dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia?

1.3. Tujuan

Tujuan pembuatan Makalah ini adalah Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang Pengaruh IPTEK Bagi Kehidupan Masyarakat

1.4. Metode dan Prosedur

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.

1.5. Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara umum yaitu :

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

1.2. Rumusan masalah

1.3. Tujuan

1.4. Metode dan Prosedur

1.5. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.I.Definisi Teknologi

2.2. Peran� iptek bagi masyarakat

2.3. Bidang Informasi dan komunikasi

2.4. Bidang Ekonomi dan Industr

2.5. Bidang Sosial dan Budaya

2.6. Bidang Pendidikan

2.7. Bidang Pendidikan

BABA III PENUTUP

3.3� Kesimpulan

3.4� �Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PEMBAHASAN

1.1. Definisi Teknologi

Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu� karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah �teknologi belum digunakan. Istilah �teknologi� berasal dari �techne � atau cara dan� �logos� atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.

Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai� keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia�Pengertian teknologi secara umum adalah:

  • prosesyang meningkatkan nilai tambah
    • produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
    • Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan

Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu . Jadi dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan �negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia

2.2. PERAN� IPTEK BAGI MASYARAKAT

Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.

Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.

Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.

Seseorang menggunakan teknologi, karena menusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih mudah, lebih aman, dan lebih-lebih yang lain.

Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Sebagai contoh dapat dikemukakan pendapat pakar teknologi “dunia” terhadap pengembangan teknologi.

Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu :(1) pesawat terbang, (2) maritim dan perkapalan, (3) alat transportasi, (4) elektronika dan komunikasi, (5) energi, (6) rekayasa , (7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian, dan (8) pertahanan dan keamanan.

Pada satu sisi, perkembangan dunia iptek yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Namun, pada sisi lain, pesatnya kemajuan iptek ternyata juga cukup banyak membawa pengaruh negatif. Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan iptek tersebut. Bahkan, sampai tataran tertentu, dampak negatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan kecenderungan pengingkaran manusia sebagai homo-religousus atau makhluk teomorfis.

Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagian dan imortalitas.

Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.

Perbudakan dan penjajahan di North America, Asia dan Afrika hanya memungkinkan melalui dukungan iptek. Perkembangan iptek di Eropa Barat membuahkan revolusi industri yang menindas kelas pekerja dan yang melahirkan komunisme. Produksi weapons of mass destruction, baik kimia, biologi ataupun nuklir �tentu saja �tidak bisa �dipisahkan dari �iptek; �belum lagi �menyebut �kerusakan.

Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan,oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

Dari segala dampak terburuk dari perkembangan iptek adalah dampak terhadap perilaku dari manusia penciptanya. Iptek telah membuat sang penciptanya dihinggapi sikap over confidence dan superioritas tidak saja terhadap alam lingkungan melainkan pula terhadap sesamanya. Eksploitasi terhadap alam dan dominasi pihak yang kuat (negara Barat) terhadap pihak yang lemah (negara dunia ketiga) merupakan ciri yang melekat sejak lahirnya revolusi industri.

Oleh karena itu, dalam menghadapi fenomena ini pemerintah dianggap perlu mengembangkan suatu sistem pendidikan yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi tersebut. Tujuannya sangat sederhana, membuat pelajar-pelajar di negeri kita dapat bersaing dan mengejar ketertinggalan dari pelajar di negeri maju tanpa perlu kehilangan nilai-nilai kemanusian dan budaya yang kita miliki. Atau dengan kata lain, peserta didik di jenjang pendidikan dasar perlu diarahkan dan dibekali pendidikan teknologi guna menuju masyarakat yang “melek teknologi” yaitu bercirikan mampu mengenal, mengerti, memilih, menggunakan, memelihara, memperbaiki, menilai, menghasilkan produk teknologi sederhana, dan peduli terhadap masalah yang berkaitan dengan teknologi.

Bahan kajian yang diperuntukkan bagi jenjang pendidikan dasar dapat mencakup ranah teknologi dan masyarakat, produk teknologi, serta perancangan dan pembuatan karya teknologi sederhana. Agar perolehannya bermakna, maka pembelajaran kurikulum pendidikan teknologi hendaknya berintikan pemecahan masalah dengan pendekatan empat pilar belajar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Dalam mengembangkan kurikulum, salah satu prinsip yang perlu diperhatikan adalah “sesuai dengan kebutuhan”. Namun, kesepakatan ini baru menjadi masalah bila diikuti pertanyaan lanjutan, misalnya kebutuhan siapa? untuk masyarakat yang mana? masyarakat yang mau diarahkan ke mana? masyarakat agraris, masyarakat industri, masyarakat saat ini, masyarakat tahun 2005, atau masyarakat yang melek teknologi.

Kurikulum sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan selalu mendapat sorotan masyarakat termasuk pejabat, ilmuwan, kalangan industri, orang tua dan lain-lain yang merasa berkepentingan dengan hasil-hasil pendidikan. Bahkan, Winarno Surakhmad, (2000:2) mensinyalir bahwa kurikulum yang diciptakan untuk “Memecahkan Masalah Tertentu Ternyata Lahir Justru sebagai Masalah”. Oleh karenanya, pengembang kurikulum harus dapat menganalisis, mengadakan koreksi terhadap kekurangan-kekurangannya dan mencari alternatif pemecahan masalah yang kreatif, inovatif dan misioner.

Soedijarto (1993:125) mengemukakan bahwa dalam menghadapi abad ke-21 ada tiga indikator utama dari hasil pendidikan yang bermutu dan tercermin dari kemampuan pribadi lulusannya, yaitu : (1) kemampuan untuk bertahan dalam kehidupan, (2) kemampuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan baik dalam segi sosial budaya dalam segi politik dalam segi ekonomi maupun dalam segi fisik biologis, dan (3) kemampuan untuk belajar terus pada pendidikan lanjutan. Sementara itu, Wardiman (1996: 3) menyatakan bahwa pendidikan hendaknya dapat meningkatkan kreativitas, etos kerja dan wawasan keunggulan peserta didik.

Dari dua pendapat tersebut nampaknya terdapat kesamaan misi dan visi yang didasarkan pada kenyataan bahwa dunia nyata yang akan dihadapi oleh para peserta didik penuh dengan persaingan. Oleh karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan guna mengantisipasinya dan dapat mencari alternatif penyelesaian masalah kehidupan yang dihadapinya.

Salah satu masalah kehidupan yang akan dihadapi para lulusan peserta didik adalah adanya perubahan masa yang akan datang yang belum pasti bentuk dan arahnya. Namun, yang pasti adalah adanya tantangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia yang salah satunya berwujud teknologi.

Atas dasar landasan pemikiran tersebut di atas, maka ruang lingkup kajian pendidikan teknologi yang dikembangkan dapat mencakup sebagai berikut: (1) pilar teknologi, yaitu aspek-aspek yang diproses untuk menghasilkan sesuatu produk teknologi yang merupakan bahan ajar tentang: materi/bahan, energi, dan informasi, (2) domain teknologi, yaitu suatu fokus bahan kajian yang digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan bahan pelajaran yang terdiri atas : (a) teknologi dan masyarakat (berintikan teknologi untuk kehidupan sehari-hari, industri, profesi, dan lingkupan hidup); (b) produk teknologi dan sistem (berintikan bahan, energi dan informasi); (c) perancangan dan pembuatan karya teknologi (berintikan gambar dan perancangan, pembuatan dan kaji ulang perancangan), dan (3) area teknologi, yaitu batas kawasan teknologi dalam program pendidikan teknologi, hal ini antara lain teknologi produksi, teknologi komunikasi, teknologi energi dan bioteknologi.

Dengan ketiga ruang lingkup ini, maka pada dasarnya dalam pembelajaran pendidikan teknologi peserta didik akan memiliki kemampuan-kemampuan dalam hal: (1) menggunakan dan memelihara produk teknologi, (2) menyadari tentang proses teknologi dengan prinsip kerjanya, (3) menyadari dampak teknologi terhadap manusia, (4) mampu “mengevaluasi” proses dan produk teknologi, dan (5) mampu membuat hasil teknologi alternatif yang disederhanakan bahkan yang paling sederhana.

Dari tujuan dan lingkup pendidikan teknologi di atas, berikut ini adalah pokok-pokok bahan ajar yang dianggap “ampuh” untuk peserta didik di jenjang pendidikan dasar (BTE, 1998), antara lain yaitu: Keterampilan dasar teknik, Penjernihan air, Bioteknologi, Pengolahan macam-macam bahan, Teknologi dan profesi, Teknologi produksi, Persambungan dan penguatan konstruksi, Konversi energi, Prinsip-prinsip teknik, Sistem teknik (mesin dan reka cipta), Transportasi dan navigasi, Teknologi dan lingkungan hidup, Instalasi listrik, Komunikasi, Komputer dan teknologi kontrol, Desain teknologi terapan, dan Usaha milik sendiri.

Agar perolehan peserta didik menjadi bermakna, maka pendidikan teknologi harus dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan kemampuan memecahkan masalah, mampu berpikir alternatif, dan mampu menilai sendiri hasil karyanya.

Hal ini amat selaras dengan Soedijarto (2000: 69) yang merekomendasikan bahwa untuk memasuki abad ke-21 dalam proses pembelajaran diperlukan:

(1) learning to know, yaitu peserta didik akan dapat memahami dan menghayati bagaimana suatu pengetahuan dapat diperoleh dari fenomena yang terdapat dalam lingkungannya. Dengan pendekatan ini diharapkan akan lahir generasi yang memiliki kepercayaan bahwa manusia sebagai kalifah Tuhan di bumi diberi kemampuan untuk mengelola dan mendayagunakan alam bagi kemajuan taraf hidup manusia,

(2) learning to do, yaitu menerapkan suatu upaya agar peserta didik menghayati proses belajar dengan melakukan sesuatu yang bermakna,

(3) learning to be, yaitu proses pembelajaran yang memungkinkan lahirnya manusia terdidik yang mandiri, dan

(4) learning to live together, yaitu pendekatan melalui penerapan paradigma ilmu pengetahuan, seperti pendekatan menemukan dan pendekatan menyelidik akan memungkinkan peserta didik menemukan kebahagiaan dalam belajar.

Hal yang juga tak kalah pentingnya dalam mendukung sistem pendidikan berbasis teknologi itu adalah menyelaraskan pengajaran iptek dengan iman dan taqwa (imtaq). Karena bagaimanapun, kecerdasan seseorang tidak akan membawa dampak positif yang berarti apabila mereka tidak bermoral. Mereka bisa saja menjadi ahli kimia yang handal, akan tetapi tanpa dibekali moral, kemampuan mereka hanya akan digunakan untuk menciptakan senjata-senjata kimiawi yang dapat menghancurkan umat manusia. Sebaliknya dengan moral yang baik, mereka dapat menemukan bahan bakar alternatif yang dapat bermanfaat di tengah krisis minyak yang terjadi di dunia pada abad ini.

Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.

Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.

Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan� membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.

2.3. Bidang Informasi dan komunikasi

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:

a. � Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui� internet

b.�� Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone

c.�� Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain

Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:

a.������ Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)

b.����� Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet ������������yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu

c.������Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.

d.�����Kecemasan teknologi����� Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

2.4. Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

1. � Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi

2.�� Terjadinya industrialisasi

3.�� Produktifitas dunia industri semakin meningkat

Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

4.�� Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.

Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

5.�� Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.

Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;1.�� terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2.�� Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental �instant�. {mospagebreak}

2.5. Bidang Sosial dan Budaya

Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat

1.�� Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.

2.�� Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri� sebagai suatu� bangsa� akan� semakin� kokoh.� Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.

2.�� Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:

4.�� Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi �kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani�.

5.�� Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

6.�� Pola interaksi antar manusia yang berubah, Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

2.6. Bidang Pendidikan

Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:

1. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

2.�� Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

a.�� Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka

Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses� pendidikan antara lain:

b.��Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

c.��Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak criminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

2.7. Bidang Pendidikan

1. Timbulnya kelas menengah barupertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.

2.Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.

3.�� Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru{mospagebreak}

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.

Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.

Guna mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dalam memasuki era kesejagadan, yang salah satunya ditandai dengan sarat muatan teknologi, salah satu komponen pendidikan yang perlu dikembangkan adalah kurikulum yang berbasis pendidikan teknologi di jenjang pendidikan dasar.

Bahan kajian ini merupakan materi pembelajaran yang mengacu pada bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di mana peserta didik diberi kesempatan untuk membahas masalah teknologi dan kemasyarakatan, memahami dan menangani produk-produk teknologi, membuat peralatan-peralatan teknologi sederhana melalui kegiatan merancang dan membuat, dan memahami teknologi dan lingkungan.

Kemampuan-kemampuan seperti memecahkan masalah, berpikir secara alternatif, menilai sendiri hasil karyanya dapat dibelajarkan melalui pendidikan teknologi. Untuk itu, maka pembelajaran pendidikan teknologi perlu didasarkan pada empat pilar proses pembelajaran, yaitu: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Untuk melengkapi kecerdasan iptek para pelajar, diperlukan pula penyelarasan pengajaran iptek dengan pengajaran imtaq. Sehingga terbentuklah manusia-manusia cerdas dan bermoral yang dapat menghasilkan berbagai teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia.

3.2. Saran

Teknologi adalah suatu hasil pemikiran manusia yang diciptakan untu kepentingan manusia unuk memudahkan pekerjaan, namun kemajuan teknologi tidak terlepas dari dampak posiif dan dampak negative, mka kita harus pndai-pandai menyaring mana yang baik untuk kita ambil manfatnya dan harus menghindri hal yang negative dari kemajuan iptek yang brkembang pesat saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan Perkembangan. Jakarta : Yayasan Idayu.

Anglin, Gary J. 1991. Instructional Technology: Past, Present and Future.
Englewood : Libraries Unlimited.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 1997. Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek.
Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sutjipto. 2005. Kurikulum Pendidikan Teknologi suatu Kebutuhan yang Tidak
Pernah Terlambat
. Jakarta: Kompas.

Surakhmad, Winarno. 2000. makalah: Mencari Paradigma Kurikulum Masa Depan,
disampaikan pada seminar Orientasi Kurikulum, Bogor: Pusat Kurikulum 27
– 29 Maret.

Habiebie, B.J. 1983. Beberapa Pemikiran Tentang Strategi Tranformasi Industri
suatu Negara Sedang Berkembang
. Jakarta : Kantor Menteri Negara Riset &
Teknologi.