ADA APA DENGAN NAMA?


Saya dilahirkan di keluarga yang sederhana.

Ibu saya seorang guru SD dan ayah saya dulu tukang kayu.

Kita tinggal di sebuah desa di daerah cirebon yaitu desa cangkring.

Ibu saya seorang guru SD di desa tempat kami tinggal dulu

dan ayah saya sering kerja sering diluar kota terutama jakarta.

 

Jakarta memang dari dulu hingga sekarang masih menjadi magnet bagi mereka yang mencari pekerjaan.

 

Suatu ketika ada obrolan ringan dengan teman saya dan pas obrolan tentang arti nama..

 

What arti nama??…ya.

 

Teman saya banyak yang menggunakan nama entah itu dari bahasa jawa,

sunda, sansekerta dan arab dan memiliki arti maupun tertentu..

 

Teman saya pun mulai bertanya pada saya..

Terus arti atau makna namamu apa toh kris????…

 

Waduh saya juga tidak tahu eh…

Saya coba cari dikamus jawa, arab, sansekerta tapi hasilnya tidak ketemu…

Dari situ saya mulai bertanya- tanya…

Mengapa orang tua saya memberi dan menyematkan nama saya KRISIYANTO????..

Bukan kah nama itu sebuah doa…

Dan rasa penasaran pun mulai timbul dalam hati ini…

 

Why..why…??

 

Tapi saya tidak berani menanyakanya pada orang tua saya…

 

Suatu hari saat lagi kumpul ayah, ibu, adik saya, disitu mulai terjawab rasa penasaranku…

Dengan bangganya ayah saya menceritakan mengapa memberi nama saya krisiyanto..

Jadi dulu ayah saya bekerja dijakarta. Ayah saya berkerja membuat lemari, kursi, dll yang berhubungan dengan kayu atau meubel dan disitu ayah saya bertemu banyak orang .

Salah Satunya Pak Krisiyanto,,ya …menurut ayah saya Pak Krisiyanto itu orang yang kaya, baik, dan pastinya ganteng,,intinya seorang bos lah ..

Jadi pas saya di lahirkan jadilah saya di beri nama krisiyanto..

Mungkin itu salah satu sebabnya orang tua saya menyematkan nama itu pada saya..

Ya disyukuri saja …

Mudah-mudahan seperti itu..

Kita ambil yang baik baiknya saja…

TAK INGIN MENJADI “BOS”


Menjadi seorang BOS mungkin sebagian besar mimpi orang di dunia ini.
bagiku Menjadi BOS itu berat bagai memikul beban ribuan ton di pundak ini.
tak mudah bagiku untuk menerima semua ini.
hatiku ingin berontak.
jikalau saya dipindahkan dari tempat kerja saat ini, saya sangat bersyukur sekali.
yang penting tidak menjadi seorang bos.
mungkin ini cobaan dari yang maha kuasa.
cobaan agar bisa membedahkan mana yang hak dan mana yang batil.
mana yang halal dan mana yang haram.
menjadi BOS mungkin salah satu sumber dosa yang saya perbuat.
mungkin anda memanggap saya munafik…(ITU TERSERAH ANDA) semua orang bebas menilai.
tapi saya sudah tidak kuat dan sudah tidak tahan lagi ya allah menjadi seorang BOS.
jalani hari demi hari dengan menyandang BOS sangat tidak nyaman dalam menjalani hiddup.
seakan akan hidup dikejar kejar dosa yang setipa saat membanyangi.
pindah kerja itu mungkin jalan yang terbaik.
tapi itu entah kapan.
hanya allah yang tau kapan saya pindah kerja.
YA ALLAH BERIKAN AKU YANG TERBAIK UNTUK SEMUA INI.

rimbawana upi kampus cibiru


Salam Rimba……
Berjiwa alam menapak tilas terjal Gunung “TAMPOMAS” Sumedang Jawa Barat. itulah Setting perjalanan para rimbawan-rimbawan UPI Kampus Cibiru, dengan berbeda-beda karakter, berbeda-beda masalah yg mereka bawa untuk diadukan dengan tamparan alam, lantas apakah mereka menemukan jawaban?? dan jwaban itupun mereka simpan baik-baik didalam hatinya.
Raut wajah yang tekad, tatap mata yang jeli, serta jeritan-jeritan yang menjanjikan ucap lestari, itu adalah jawaban bagi mereka yang bertandangkan seruan-seruan jiwa yang murni. rimbawanku siapa dan siapakah yang akan melanjutkan regenerasi ini selain kalian, yang setiap dalam perjalana sebutkan lestari setiap detik memikirkan langkahmu, dan setiap nafasmu bulatkan tekadmu, sungguh hebbatnya perjuanganmu.
kau tundukan kepalamu saat mendaki dan kau hirup udara bebas saat kau meraih puncak ketinggian, itu adalah makna sesungguhnya dalam hidupmu dimana tertatih dalam proses dan tersenyum dalam keberhasilanmu, maka syukurilah dan maknailah arti-arti atau makna-makna dalam perjalanan, adventurmu kelak kau menjadi seseorang yang handal dan memilliki karakter yang khas dan itu terbentuk dalam rimbawana.
“Walaupun berbeda tetap satu, satu niat, satu tekad, satu tujuan” RIMBAWANA akan selalu menjawab LESTARI.

http://rimbawanaupikampuscibiru.blogspot.com

EKSPEDISI CURUG MALELA


EKSPEDISI CURUG MALELA


EKSPEDISI RIMBAWAN kali ini menuju Arah Barat Bandung Letaknya di daerah CILILIN (Gununghalu) Bandung Barat. ternyata Tersimpan Keindahan Yang begitu Takjub, hanya saja 1 yang belum diperhatikan trasportasi menuju Curug kurang Begitu Mudah untuk dikunjungi.

Curug Malela masih dikatakan perawan atau belum terjamah. Kenapa demikian? Bayangin aja, jalanan masih tanah dan batu, belum ada tanda petunjuk tuk sampai ke Curug, serta belum ada retribusi tuk tempat wisatanya.

Karena memang belum dikenal, jalanan masih menggunakan jalan setapak petani yang berladang di lokasi itu, melewati jembatan kayu, aliran mata air dari tebing, kami harus sangat berhati-hati karena terdapat jurang disebelahnya. Namun, semua itu terhapus begitu melihat curug malela yang begitu indah. Terdapat beberapa curug yang dinamai oleh penduduk, dimana salah satunya adalah curug Katumiri.

Oy, disana kita Bisa mengobserver keaadaan FLORA dan FAUNA juga. Yang perlu diperhatikan adalah ternyata desa cicadas sangat hemat dengan air, dikarenakan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jika hujan, mereka menampung air. Mungkin disebabkan tekstur tanah yang keras yang menyulitkan mereka untuk membuat sumur. Setelah hilang letih dan lapar, akhirnya kami pulang ke Bandung dan perjalanan berakhir di UPI KAMPUS CIBIRU KAB. Bandung.

sumber : http://rimbawanaupikampuscibiru.blogspot.com

Sejarah Rimbawana UPI cibiru


UKM RIMBAWANA merupakan organisasi [UKM]  Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) yang berada di lingkungan UPI kampus cibiru. Rimbawana dapat diartikan Secara etimologis, rimbawana dibagi dalam dua suku kata yakni rimba artinya hutan dan wana artinya hutan, meski demikian bukan berarti rimbawana bermakna hutan-hutan tapi bermakna berpetualang hutan ke hutan dengan misi mengubah paradigma orang lain terhadap mapala yang sering dianggap kumpulan perusak alam. Dalam aspek harfiah secara sempit rimbawana adalah organisasi mapala upi kampus cibiru. Definisi secara luas rimbawana adalah salah satu organisasi mapala yang berlandaskan religi, edukatif yang bervondasi pada PGSD, dimana dalam acara alam mengembangkan misi character building/pembentukan karakter berbasis dengan alam.

Mapala Rimbawana  berawal dari gagasan sebuah perkumpulan mahasiswa upi kampus cibiru yang gemar dalam menjelajah alam bebas, memiliki satu misi yang sama untuk melestarikan alam yang kian semakin digerogoti oleh tangan-tangan manusia yang menjarah alam. Pada saat itu belum tercetus dari perkumpulan tersebut untuk sebuah nama rimbawana,  maka sejak April 2004 mulailah lahir sebuah nama RIMBAWANA yang kemudian langsung diakui bahwa rimbawana adalah sebuah BSO (Badan Semi Otonom) yang di bawah naungan BEM UPI kampus Cibiru. Seiring perjalanan waktu pada tanggal 1 April 2008 Rimbawana resmi menjadi UKM yang berada di UPI kampus cibiru.
Rimbawana memiliki beberapa angkatan sampai tahun 2011 yaitu :

Rimbawana angkatan Pendiri (alga hijau) th 2004
anggota :
1. edi slamet
2. asep saepulloh
3. dede nur fajar
4. nur yusup
5. aripin
6. nuraini munawaroh
7. ahmad arida
8. kusmawan
9. nur abidin
rimbawana terbentuk diakhir masa jabatan BEM UPI CIBIRU tahun 2003/2004. Bendera rimbawana digambar oleh dede nur fajar. dalam penyusunan AD/ART awal thn 2004. rimbawana diberi waktu yang amat singkat, sehingga AD/ART awal rimbawana mengacu AD/ART MAPALA STAIN Cirebon. Pada tahun ini pula sudah terbentuk komunikasi (audiensi) dengan MAHACITA UPI untuk mendapatkan materi pelatihan dasar organisasi.

1.      PELOPOR (2005-2006)
Pada angkatan ini rimbawana baru berbentuk BSO, pada angkatan ini ketua rimbawana Deden Samsul, S.Pd. Ia berasal dari kota cirebon. Pada angkatan ini anggotanya belum memiliki nama rimba karena sebagai tanda penghargaan pendiri rimbawana. Selain dari pada itu pelopor anggotanya belum mengikuti diklatsar karena masih mengumpulkan materi dan kurikulum untuk rimbawana. Berikut nama-nama angkatan Pelopor :
Ø  Deden Samsul
Ø  Dani
Ø  Fitri
Ø  Siti Julaeha
Ø  Fatmawati
Ø  Windi
Ø  Irfan
Ø  Sarwadi
Ø  Joya
Ø  Imas Masfufah
Ø  Najibulah
Ø  Arul
2.      PERINTIS (2006-2007)
Perintis adalah angkatan pertama yang bergabung di rimbawana dengan harus mengikuti diklatsar terlebih dahulu. Pada saat diklatsar terselenggara yang menjadi bukan hanya angkatan perintis saja tapi angkatan pelopor juga ikut serta dalam diklatsar I meski angkatan pelopor telah menjadi pengurus dan panitia. Semenjak diklat pertama ini barulah anggota rimbawana mulai diberi nama rimba . Agus Sutisna dengan nama rimba Icunk berasal dari Sindang Laut, Cirebon menjadi ketua umum rimbawana tahun 2006-2007, berikut nama-nama angkatan Perintis :
Ø  Icunk           (Agus Sutisna, A.Ma.)
Ø  Buruy          (Hafiz nursidik, A.Ma.)
Ø  Koki             (Jenal Arifin, A.Ma.)
Ø  Go’il            (Karapi, A.Ma.)
Ø  Cumi           (Sonya Aslamiah, S.pd.)
Ø  Horty          (Kartika, S.Pd.)
Ø  Debluk        (Sodik Casudin, A.Ma.)
Ø  Kadut          (Sandi Nugraha, A.Ma.)
Ø  Ebol              (Sopyan Teguh, A.Ma.)
Ø  Bendot        (Andri Maulana, S.pd.)
Ø  Manyoh      (Ismail Marzuki, A.Ma.)
3.      KABUT BATU (2007-2009)
Nama kabut  batu tercetus karena sewaktu diklatsar  adanya kabut yang menyelimuti dan star diklat dari gunung batu. Angkatan ini angkatan pertama yang memiliki nama angkatan berdasarkan karakter selama diklasar. Sehubungan dengan berakhirnya masa studi D2 maka menuntut 2 anggota dari kabut batu menjadi ketua umum rimbawana untuk menyambung estafet kelestarian rimbaawana yakni Bagja Dwi Pradita nama rimba Bunglon berasal dari kota cirebon memimpin 2007-2008 dan Komarul Umam nama rimba Kalong berasal dari cirebon menjabat 2008-2009. Maka pada angkatan ini menjabat selama dua  periode. Berikut nama-nama anggota angkatan Kabut Batu :
Ø  Bunglon                 (Bagja Dwi Pradita, S.Pd.)
Ø  Cencorank             (Ria Mey Wulan, S.Pd.)
Ø  Beo                        (Ibnu Gunawan, S.Pd.)
Ø  Kalong                   (Komarul Umam, S.Pd.)
Ø  Tawon                   (Sonjaya, S.Pd.)
Ø  Tonggeret             (Widia, S.Pd.)
Ø  Creamy                 (Siti Wida Widaningsih, S.Pd.)
Ø  Papatonk               (Ikeu Cinta Mega, A.Ma.)
Ø  Kinjeng                  (Anita, S.Pd.)
Ø  Ullo                        (Krisiyanto, S.Pd.)
Ø  Ap’ap                     (Subhan, S.Pd.)
4.      TUGU PANCA (2009-2010)
Tugu panca bermakna  bahwa angkatan ini terdiri banyak laki-laki dan satu perempuan dan panca yang artinya 5 yang bermkna terdiri dari lima orang. Pada angkatan ini terdiri dari lima orang anggota 4 pria dan 1 perempuan. Pada angkatan ini dalam meneruskan estafet kepemimpinan mengalami kendala yakni berbenturan dengan hal fiskal yang diterapkan di ormawa dan ukm UPI. Pengganti kalong sebagai ketua rimbawana yakni Teguh Ibrahim nama rimba Getoy dari cirebonhanya dalam masa kepemimpinannya hanya berjalan selama 6 bulan karena hal yang telah dijelasakan di atas. Yang kemudian diteruskan oleh Ismail Marzuki nama rimba Manyoh dari cirebon. Meski manyoh dari angkatan perintis tapi dipercaya untuk menjabat ketua rimbawana. Berikut nama nama anggota angkatan Tugu Panca :
Ø  Getoy         (Teguh Ibrahim)
Ø  Olot           (Teguh Sugiarto)
Ø  Klemed      (Santo Priyanto)
Ø  Suvit          (Rendi Yan Permana)
Ø  Watem      (Siti)
5.      CAKRA JINGGA (2010-2011)
Cakra adalah senjata zaman dahulu untuk berperang  dan jingga berarti pelangi dan memiliki banyak warna. Semua ini bermakna bahwa angkatan ini terdiri dari banyak karakter dan terdapat pelangi ketika diklatsar. Pada angkatan ini terdapat mahasiswa angkatan 2007 yang mengikuti diklat untuk rimbawana. Bekti Nurul Sidiq Ansori nama rimba feihunk adalah orang pertama yang bukan dari cirebon yang menjadi ketua rimbawana karena selama ini ketua rimbawana berasal dari cirebon tapi berasal Sukabumi. Berikut nama nama anggota angkatan Cakra Jingga :
Ø  Feihung                 (Bekti Nurul Assidik)
Ø  Wawet                   (Neuis Rosita)
Ø  Crumut                  (Haevi Rosmayanti Burma)
Ø  Gemblung             (ahmad)
Ø  Molem                  (Ilmi Suci Pertiwi)
Ø  Boyot                     (Lia Sugiarti)
6.      SENJA KELANA (2011-2012)
Dalam pra-diklat angkatan ini banyak yang mengikuti rimbawana tapi ketika diklatsar hanya tiga orang saja yang terdiri dari laki-laki semua yang masih bertahan sampai menjadi keluarga rimbawana. Oleh karena itu angkatan ini diberi nama senja kelana. Berikut nama nama anggota angkatan Senja Kelana :
Ø  Jadek         (Bashri Zulfadli)
Ø  Boma         (Jana Budianyanto)
Ø  Polo           (Via Fahrizal)
7.      AGKATAN MUDA (belum memiliki nama angkatan)
Ini angkatan yang baru lahir untuk menjadi keluarga rimbawana. Maka belum memiliki nama. Dalam angkatan ini memiliki apresiasi yang sangat baik yakni ada salah satu anggotanya berasal dari jurusan PGPAUD. Berikut nama nama anggotanya :
Ø  Acot                       (Hendri Anggriawan)
Ø  Blengok                 (Teguh Firmansyah)
Ø  Beko                      (Sarip Muda’im)
Ø  Blewuk                  (Suroto)
Ø  Sungir                    (Yayan)
Ø  Bonjen                   (Mohamad Ginanjar Swara)
Ø  Mpuyak                 (Ali Azmi)
Ø  Ronggeng              (Yuni Ardelia)
Ø  Ucrit                      (Lina)
Ø  Plenyun                 (Nurul Mahmudatus Solihah)

(sumber : http://rimbawanaupicibiru.blogspot.com)

rimbawana


sebait kenangan

Menyusuri jalan setapak
Menghampar hijau hutan-hutan
Walau badan terasa lelah
Tapi itu adalah pelajaran

Menggendong tas ransel
Jalan beriringan
Bercanda sepanjang jalan
Dengan sampai tujuan

Naik gunung turun gunung
Membuat hati gembira
Raut wajah yang lelah
Semua terasa indah
Saat melihat hijau dan nyanyian hutan

Membuat api unggun
Makan bersama-sama
Walau tidur hanya di tenda
Membuat kita semakin kompak

Rimbawana.
Rimbawana.
Hutanku.
Hijauku.
Yang ku rindukan.

(Ull0 rimbawana 2007)