rimbawana upi kampus cibiru


Salam Rimba……
Berjiwa alam menapak tilas terjal Gunung “TAMPOMAS” Sumedang Jawa Barat. itulah Setting perjalanan para rimbawan-rimbawan UPI Kampus Cibiru, dengan berbeda-beda karakter, berbeda-beda masalah yg mereka bawa untuk diadukan dengan tamparan alam, lantas apakah mereka menemukan jawaban?? dan jwaban itupun mereka simpan baik-baik didalam hatinya.
Raut wajah yang tekad, tatap mata yang jeli, serta jeritan-jeritan yang menjanjikan ucap lestari, itu adalah jawaban bagi mereka yang bertandangkan seruan-seruan jiwa yang murni. rimbawanku siapa dan siapakah yang akan melanjutkan regenerasi ini selain kalian, yang setiap dalam perjalana sebutkan lestari setiap detik memikirkan langkahmu, dan setiap nafasmu bulatkan tekadmu, sungguh hebbatnya perjuanganmu.
kau tundukan kepalamu saat mendaki dan kau hirup udara bebas saat kau meraih puncak ketinggian, itu adalah makna sesungguhnya dalam hidupmu dimana tertatih dalam proses dan tersenyum dalam keberhasilanmu, maka syukurilah dan maknailah arti-arti atau makna-makna dalam perjalanan, adventurmu kelak kau menjadi seseorang yang handal dan memilliki karakter yang khas dan itu terbentuk dalam rimbawana.
“Walaupun berbeda tetap satu, satu niat, satu tekad, satu tujuan” RIMBAWANA akan selalu menjawab LESTARI.

http://rimbawanaupikampuscibiru.blogspot.com

EKSPEDISI CURUG MALELA


EKSPEDISI CURUG MALELA


EKSPEDISI RIMBAWAN kali ini menuju Arah Barat Bandung Letaknya di daerah CILILIN (Gununghalu) Bandung Barat. ternyata Tersimpan Keindahan Yang begitu Takjub, hanya saja 1 yang belum diperhatikan trasportasi menuju Curug kurang Begitu Mudah untuk dikunjungi.

Curug Malela masih dikatakan perawan atau belum terjamah. Kenapa demikian? Bayangin aja, jalanan masih tanah dan batu, belum ada tanda petunjuk tuk sampai ke Curug, serta belum ada retribusi tuk tempat wisatanya.

Karena memang belum dikenal, jalanan masih menggunakan jalan setapak petani yang berladang di lokasi itu, melewati jembatan kayu, aliran mata air dari tebing, kami harus sangat berhati-hati karena terdapat jurang disebelahnya. Namun, semua itu terhapus begitu melihat curug malela yang begitu indah. Terdapat beberapa curug yang dinamai oleh penduduk, dimana salah satunya adalah curug Katumiri.

Oy, disana kita Bisa mengobserver keaadaan FLORA dan FAUNA juga. Yang perlu diperhatikan adalah ternyata desa cicadas sangat hemat dengan air, dikarenakan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jika hujan, mereka menampung air. Mungkin disebabkan tekstur tanah yang keras yang menyulitkan mereka untuk membuat sumur. Setelah hilang letih dan lapar, akhirnya kami pulang ke Bandung dan perjalanan berakhir di UPI KAMPUS CIBIRU KAB. Bandung.

sumber : http://rimbawanaupikampuscibiru.blogspot.com

Sejarah Rimbawana UPI cibiru


UKM RIMBAWANA merupakan organisasi [UKM]  Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) yang berada di lingkungan UPI kampus cibiru. Rimbawana dapat diartikan Secara etimologis, rimbawana dibagi dalam dua suku kata yakni rimba artinya hutan dan wana artinya hutan, meski demikian bukan berarti rimbawana bermakna hutan-hutan tapi bermakna berpetualang hutan ke hutan dengan misi mengubah paradigma orang lain terhadap mapala yang sering dianggap kumpulan perusak alam. Dalam aspek harfiah secara sempit rimbawana adalah organisasi mapala upi kampus cibiru. Definisi secara luas rimbawana adalah salah satu organisasi mapala yang berlandaskan religi, edukatif yang bervondasi pada PGSD, dimana dalam acara alam mengembangkan misi character building/pembentukan karakter berbasis dengan alam.

Mapala Rimbawana  berawal dari gagasan sebuah perkumpulan mahasiswa upi kampus cibiru yang gemar dalam menjelajah alam bebas, memiliki satu misi yang sama untuk melestarikan alam yang kian semakin digerogoti oleh tangan-tangan manusia yang menjarah alam. Pada saat itu belum tercetus dari perkumpulan tersebut untuk sebuah nama rimbawana,  maka sejak April 2004 mulailah lahir sebuah nama RIMBAWANA yang kemudian langsung diakui bahwa rimbawana adalah sebuah BSO (Badan Semi Otonom) yang di bawah naungan BEM UPI kampus Cibiru. Seiring perjalanan waktu pada tanggal 1 April 2008 Rimbawana resmi menjadi UKM yang berada di UPI kampus cibiru.
Rimbawana memiliki beberapa angkatan sampai tahun 2011 yaitu :

Rimbawana angkatan Pendiri (alga hijau) th 2004
anggota :
1. edi slamet
2. asep saepulloh
3. dede nur fajar
4. nur yusup
5. aripin
6. nuraini munawaroh
7. ahmad arida
8. kusmawan
9. nur abidin
rimbawana terbentuk diakhir masa jabatan BEM UPI CIBIRU tahun 2003/2004. Bendera rimbawana digambar oleh dede nur fajar. dalam penyusunan AD/ART awal thn 2004. rimbawana diberi waktu yang amat singkat, sehingga AD/ART awal rimbawana mengacu AD/ART MAPALA STAIN Cirebon. Pada tahun ini pula sudah terbentuk komunikasi (audiensi) dengan MAHACITA UPI untuk mendapatkan materi pelatihan dasar organisasi.

1.      PELOPOR (2005-2006)
Pada angkatan ini rimbawana baru berbentuk BSO, pada angkatan ini ketua rimbawana Deden Samsul, S.Pd. Ia berasal dari kota cirebon. Pada angkatan ini anggotanya belum memiliki nama rimba karena sebagai tanda penghargaan pendiri rimbawana. Selain dari pada itu pelopor anggotanya belum mengikuti diklatsar karena masih mengumpulkan materi dan kurikulum untuk rimbawana. Berikut nama-nama angkatan Pelopor :
Ø  Deden Samsul
Ø  Dani
Ø  Fitri
Ø  Siti Julaeha
Ø  Fatmawati
Ø  Windi
Ø  Irfan
Ø  Sarwadi
Ø  Joya
Ø  Imas Masfufah
Ø  Najibulah
Ø  Arul
2.      PERINTIS (2006-2007)
Perintis adalah angkatan pertama yang bergabung di rimbawana dengan harus mengikuti diklatsar terlebih dahulu. Pada saat diklatsar terselenggara yang menjadi bukan hanya angkatan perintis saja tapi angkatan pelopor juga ikut serta dalam diklatsar I meski angkatan pelopor telah menjadi pengurus dan panitia. Semenjak diklat pertama ini barulah anggota rimbawana mulai diberi nama rimba . Agus Sutisna dengan nama rimba Icunk berasal dari Sindang Laut, Cirebon menjadi ketua umum rimbawana tahun 2006-2007, berikut nama-nama angkatan Perintis :
Ø  Icunk           (Agus Sutisna, A.Ma.)
Ø  Buruy          (Hafiz nursidik, A.Ma.)
Ø  Koki             (Jenal Arifin, A.Ma.)
Ø  Go’il            (Karapi, A.Ma.)
Ø  Cumi           (Sonya Aslamiah, S.pd.)
Ø  Horty          (Kartika, S.Pd.)
Ø  Debluk        (Sodik Casudin, A.Ma.)
Ø  Kadut          (Sandi Nugraha, A.Ma.)
Ø  Ebol              (Sopyan Teguh, A.Ma.)
Ø  Bendot        (Andri Maulana, S.pd.)
Ø  Manyoh      (Ismail Marzuki, A.Ma.)
3.      KABUT BATU (2007-2009)
Nama kabut  batu tercetus karena sewaktu diklatsar  adanya kabut yang menyelimuti dan star diklat dari gunung batu. Angkatan ini angkatan pertama yang memiliki nama angkatan berdasarkan karakter selama diklasar. Sehubungan dengan berakhirnya masa studi D2 maka menuntut 2 anggota dari kabut batu menjadi ketua umum rimbawana untuk menyambung estafet kelestarian rimbaawana yakni Bagja Dwi Pradita nama rimba Bunglon berasal dari kota cirebon memimpin 2007-2008 dan Komarul Umam nama rimba Kalong berasal dari cirebon menjabat 2008-2009. Maka pada angkatan ini menjabat selama dua  periode. Berikut nama-nama anggota angkatan Kabut Batu :
Ø  Bunglon                 (Bagja Dwi Pradita, S.Pd.)
Ø  Cencorank             (Ria Mey Wulan, S.Pd.)
Ø  Beo                        (Ibnu Gunawan, S.Pd.)
Ø  Kalong                   (Komarul Umam, S.Pd.)
Ø  Tawon                   (Sonjaya, S.Pd.)
Ø  Tonggeret             (Widia, S.Pd.)
Ø  Creamy                 (Siti Wida Widaningsih, S.Pd.)
Ø  Papatonk               (Ikeu Cinta Mega, A.Ma.)
Ø  Kinjeng                  (Anita, S.Pd.)
Ø  Ullo                        (Krisiyanto, S.Pd.)
Ø  Ap’ap                     (Subhan, S.Pd.)
4.      TUGU PANCA (2009-2010)
Tugu panca bermakna  bahwa angkatan ini terdiri banyak laki-laki dan satu perempuan dan panca yang artinya 5 yang bermkna terdiri dari lima orang. Pada angkatan ini terdiri dari lima orang anggota 4 pria dan 1 perempuan. Pada angkatan ini dalam meneruskan estafet kepemimpinan mengalami kendala yakni berbenturan dengan hal fiskal yang diterapkan di ormawa dan ukm UPI. Pengganti kalong sebagai ketua rimbawana yakni Teguh Ibrahim nama rimba Getoy dari cirebonhanya dalam masa kepemimpinannya hanya berjalan selama 6 bulan karena hal yang telah dijelasakan di atas. Yang kemudian diteruskan oleh Ismail Marzuki nama rimba Manyoh dari cirebon. Meski manyoh dari angkatan perintis tapi dipercaya untuk menjabat ketua rimbawana. Berikut nama nama anggota angkatan Tugu Panca :
Ø  Getoy         (Teguh Ibrahim)
Ø  Olot           (Teguh Sugiarto)
Ø  Klemed      (Santo Priyanto)
Ø  Suvit          (Rendi Yan Permana)
Ø  Watem      (Siti)
5.      CAKRA JINGGA (2010-2011)
Cakra adalah senjata zaman dahulu untuk berperang  dan jingga berarti pelangi dan memiliki banyak warna. Semua ini bermakna bahwa angkatan ini terdiri dari banyak karakter dan terdapat pelangi ketika diklatsar. Pada angkatan ini terdapat mahasiswa angkatan 2007 yang mengikuti diklat untuk rimbawana. Bekti Nurul Sidiq Ansori nama rimba feihunk adalah orang pertama yang bukan dari cirebon yang menjadi ketua rimbawana karena selama ini ketua rimbawana berasal dari cirebon tapi berasal Sukabumi. Berikut nama nama anggota angkatan Cakra Jingga :
Ø  Feihung                 (Bekti Nurul Assidik)
Ø  Wawet                   (Neuis Rosita)
Ø  Crumut                  (Haevi Rosmayanti Burma)
Ø  Gemblung             (ahmad)
Ø  Molem                  (Ilmi Suci Pertiwi)
Ø  Boyot                     (Lia Sugiarti)
6.      SENJA KELANA (2011-2012)
Dalam pra-diklat angkatan ini banyak yang mengikuti rimbawana tapi ketika diklatsar hanya tiga orang saja yang terdiri dari laki-laki semua yang masih bertahan sampai menjadi keluarga rimbawana. Oleh karena itu angkatan ini diberi nama senja kelana. Berikut nama nama anggota angkatan Senja Kelana :
Ø  Jadek         (Bashri Zulfadli)
Ø  Boma         (Jana Budianyanto)
Ø  Polo           (Via Fahrizal)
7.      AGKATAN MUDA (belum memiliki nama angkatan)
Ini angkatan yang baru lahir untuk menjadi keluarga rimbawana. Maka belum memiliki nama. Dalam angkatan ini memiliki apresiasi yang sangat baik yakni ada salah satu anggotanya berasal dari jurusan PGPAUD. Berikut nama nama anggotanya :
Ø  Acot                       (Hendri Anggriawan)
Ø  Blengok                 (Teguh Firmansyah)
Ø  Beko                      (Sarip Muda’im)
Ø  Blewuk                  (Suroto)
Ø  Sungir                    (Yayan)
Ø  Bonjen                   (Mohamad Ginanjar Swara)
Ø  Mpuyak                 (Ali Azmi)
Ø  Ronggeng              (Yuni Ardelia)
Ø  Ucrit                      (Lina)
Ø  Plenyun                 (Nurul Mahmudatus Solihah)

(sumber : http://rimbawanaupicibiru.blogspot.com)

rimbawana


sebait kenangan

Menyusuri jalan setapak
Menghampar hijau hutan-hutan
Walau badan terasa lelah
Tapi itu adalah pelajaran

Menggendong tas ransel
Jalan beriringan
Bercanda sepanjang jalan
Dengan sampai tujuan

Naik gunung turun gunung
Membuat hati gembira
Raut wajah yang lelah
Semua terasa indah
Saat melihat hijau dan nyanyian hutan

Membuat api unggun
Makan bersama-sama
Walau tidur hanya di tenda
Membuat kita semakin kompak

Rimbawana.
Rimbawana.
Hutanku.
Hijauku.
Yang ku rindukan.

(Ull0 rimbawana 2007)

upi cibiru …sejarah.


Sejarah UPI Kampus Cibiru

UPI Kampus Cibiru lahir pada tahun 1990 dengan embrio Sekolah Pendidikan Guru SPG/ SGO Dirjen Dikdasmen. Sejalan dengan ditutupnya SPG/SGO tersebut, segala asset milik SPG/SGO diserahkan kepada UPI (IKIP Bandung) untuk dilanjukan pengelolaannya menjadi program studi pendidikan guru sekolah dasar jenjang diploma II. Sejak pelaksanaan serah terima penyelenggaraan pendidikan guru sekolah dasar oleh SPG/ SGO dari Dirjen Dikdasmen ke Dirjen Dikti Depdikbud tertanggal 15 Januari 1990 tersebut, secara resmi lahirlah UPI Kampus Cibiru yang memiliki fungsi utama menyelenggarakan Program PGSD Jenjang Diploma-II . Penyelenggaraan PGSD di UPI kampus Cibiru (saat itu UPP PGSD 1B) dilaksanakan dengan melayani 2 jenis program yakni PGSD Prajabatan dan Penyetaraan Tatap Muka (PTM). Pada tahun 1997, Program Penyetaraan D-II Guru SD pun dihentikan bersamaan dengan selesainya Penyelenggaraan Program PGSD Prajabatan dalam Manajemen Proyek. Namun demikian, penyelenggaraan Program Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar terus berlanjut dan mendapat kepercayaan/kebutuhan masyarakat. Setelah selama kurun waktu 11 tahun (1990-2001) menyelenggarakan pendidikan guru sekolah dasar jenjang diploma II, baru pada tanggal 1 Januari 2001 UPI Kampus Cibiru mulai menyelenggarakan pendidikian jenjang S1 untuk Program Studi PGSD. Program S-1 PGSD dimulai dengan menerima calon mahasiswa yang berlatar belakang D-II PGSD. Hal ini sesuai dengan Izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (selanjutnya disebut PGSD) pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Depatemen Pendidikan Nasional No. 914/DIKTI/Kep/2002. Keputusan ini ditandatangani oleh Dirjen Dikti pada tanggal 13 Mei 2002. Dalam keputusan tersebut izin diberikan kepada Program Studi PGSD untuk menyelenggarakan program pendidikan S-1 di samping menyelenggarakan program pendidikan D-2. Penyelenggaraan program S-1 tersebut dibatasi pada mahasiswa yang berasal dari guru sekolah dasar yang telah menjadi pegawai negeri atau telah bekerja sehingga belum menerima mahasiswa yang berasal dari lulusan SMA sederajat. Dalam perkembanganya, baru pada tahun 2005 Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru menerima mahasiswa program S-1 PGSD dari lulusan SMA dan sederajat. Bahkan dengan adanya Undang-Undang Guru dan Dosen yang menyatakan guru minimal berkualifikasi S-1, pada tahun 2006 UPI Kampus Cibiru membuka Program S-1 PGSD Dual Modes. Program S-1 PGSD Dual Modes mengembangkan konsep pembelajaran dengan memvariasikan tatap muka dengan penggunaan modul. Selain menyelengarakan Program Studi PGSD, UPI Kampus Cibiru pun menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) jenjang diploma II. Secara resmi program ini dilaksanakan pada tahun akademik 2004/2005. Diselenggarakannya program studi PGTK di Kampus Cibiru didasarkan pada Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 510/DIKTI/KEP/ 1996 tanggal 24 September tahun 1996 yang diperbaharui dengan Surat Keputusan Nomor 60/DIKTI/Kep/2007 pada tahun 2007. Program Studi PGTK UPI Kampus Cibiru, sejak mulai dibuka hingga tahun akademik 2007/2008, telah menerima 4 angkatan jenjang Diploma-II dan telah meluluskan 1 angkatan pertama sebanyak 30 orang dan angkatan ke-2 sebanyak 25 orang. Sejumlah lulusan angkatan pertama sebagian tercatat melanjutkan studi ke jenjang S-1 PGTK di Kampus Induk (Bumi Siliwangi) dan S1 Pendidikan Anak FIP Universitas Negeri Jakarta. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan dan berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, Program Studi PGTK UPI Kampus Cibiru sedang dikembangkan untuk melaksanakan program pendidikan jenjang sarjana PGTK. Program S-1 PGTK UPI Kampus Cibiru direncanakan akan mulai direalisasikan pada tahun akademik 2009/2010. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya UPI Kampus Cibiru lahir sebagai kelanjutan atas program pendidikan guru yang berada di bawah naungan Dirjen Dikdasmen. Setelah diserahterimakan pada Ditjen Dikti pada tahun 1990, Sekolah Pendidikan Guru tersebut resmi berubah status menjadi bagian IKIP Bandung yang secara khusus menyelenggarakan Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sejalan dengan berubah status IKIP menjadi UPI, kampus tersebut berubah nama menjadi UPI Kampus Cibiru. Dalam perkembangan selanjutnya, UPI Kampus Cibiru pun berubah status dari PTN menjadi PT BHMN sejalan dengan perubahan status pada kampus induknya yakni UPI Bandung . Sejalan dengan perkembangan tersebut, program pendidikian yang dilaksanakan oleh UPI Kampus Cibiru pun terus mengalami perkembangan dari semula menyelenggarakan program D-II PGSD menjadi S-1 PGSD saat ini serta mulai tahun 2004/2005 telah pula menyelenggarakan PGTK.

By;;copyright upi kampus cibiru